Loading...

Produk Olahan Bawang Merah, Meningkatkan Nilai Tambah

Produk Olahan Bawang Merah, Meningkatkan Nilai Tambah
Bawang merah merupakan tanaman hortikultura sayuran yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dilihat dari segi ekonomi, bawang merah memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi. Bawang merah merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput, berbatang pendek dan berakar serabut. Daunnya panjang serta berongga, seperti pipa. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti menjadi umbi lapis. Oleh karena itu, bawang merah disebut tanaman berumbi Selama ini bawang merah lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar. Padahal, bawang merah bisa diolah menjadi berbagai produk yang mampu memberi nilai tambah bagi para petani. Pengolahan produk bawang merah segar ini terutama sangat diperlukan ketika panen raya dan harga mengalami kejatuhan. Pengolahan bertujuan untuk mengawetkan dan mempertahankan mutu bawang. Pemanfaatan bawang merah melalui diversifikasi produk olahan sudah tersedia di pasaran. Salah satu alternatif produk olahan bawang merah yang belum banyak dikembangkan adalah tepung bawang, krupuk bawang, oleoresin, pasta bawang, minyak bawang, dan bawang giling. Tepung bawang adalah sejenis olahan bawang yang dimulai dari pengirisan, perendaman larutan metabisulfit, penirisan, pengeringan dan pemblenderan. Umbi yang digunakan haruslah umbi yang bemutu, bawang merah harus dipanen pada tingkat ketuaan yang optimum. Pada pembuatan tepung bawang merah dari varietas Sumenep menunjukkan bahwa nilai VRS (zat volatile), rendemen tepung, nilai kelarutan dan warna tepung bawang merah terbaik diperoleh pada perlakuan varietas Sumenep dengan tebal pengirisan 1-3 mm dengan suhu pemanasan 60°C, sedangkan aroma tepung bawang merah yang disukai pada perlakuan varietas Bima dengan tebal pengirisan 1-3 mm dan suhu pengeringan 70°C. Untuk membuat tepung bawang dilakukan dengan diawali perendaman dalam senyawa sulfit tujuannya dapat meningkatkan daya perlindungan terhadap reaksi pencoklatan yang sering terjadi pada bahan yang dikeringkan. Pengeringan bawang dilakukan dengan menggunakan oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Setelah kering bawang merah digiling dengan menggunakan grinder dan dilakukan penyaringan dengan ukuran 60 mesh. Pengemasan hasil pengayakan dikemas dalam botol yang tertutup rapat, lalu disimpan pada suhu kamar Produk olahan bawang merah lainnya, kerupuk bawang adalah sejenis kerupuk yang dibuat dengan cara mencampur tepung-tepungan yang ditambah bawang yang dihaluskan dengan bumbu yang membuat rasa lebih enak kemudian dikukus, lalu disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat kemudian dijemur agar mudah digoreng. Selanjutnya produk olahan bawah merah lainnya, irisan bawang merah goreng adalah pengolahan bawang rnerah dapat dilakukan dengan mengolah umbi segar melalui penggorengan. Untuk meningkatkan kerenyahan pada bawang merah goreng diberi Natriumklorida. Pada pembuatan bawang goreng dari beberapa varietas, menunjukkan bahwa perlakuan perendaman dalarn larutan 5% NaCl selama 1 jam mengurangi kadar air bawang sehingga akan memberikan kerenyahan pada saat penggorengan. Jenis bawang yang yang baik digunakan untuk membuat bawang merah goreng adalah varietas sumenep. Setelah itu lama penggorengan 10 menit kemudian dilakukan penirisan setelah itu dikemas. Irisan bawang merah kering adalah salah satu pengawetan bawang merah yang perlakuannya hampir sama dengan pembuatan tepung bawang perbedaannya adalah tanpa dilakukan pemblenderan. Seperti halnya pada pembuatan tepung bawang merah, prosedur pengolahan dimulai dengan pemilihan bahan, pengupasan, pengirisan, perendaman dan pengeringan. Irisan-irisan bawang yang dikeringkan selanjutnya dipisahkan dalam berbagai bentuk dan ukuran, kemudian dilakukan pengemasan dan penyimpanan. Proses pembuatan irisan bawang merah kering dengan menggunakan Natrium bisulfit dan Natrium Khlorida, akan menghasilkan irisan dengan warna cerah. Produk olahan bawang merah lainnya adalah pembuatan oleoresin. Proses dimulai dari pemilihan, pengupasan bawang merah dan pencucian, kemudian bawang merah digiling/diblender dan diaduk selama 90 menit. Pemisahan padatan filtrat penguapan pelarut dengan rotary evaporator padatan kulit dengan media larutan air, cuka, gula, garam dan pelarut Shortening nabati. Penanganan pasca panen bawang merah yang baik, khususnya dalarn hal pengolahan dapat memperpanjang masa simpan dan mernpertahankan mutu bawang merah, menjamin kontinuitas stok bawang merah sepanjang masa serta meningkatkan nilai ekonominya. Untuk menghasilkan produk olahan yang berkualitas hal-hal yang perlu mendapat perhatian adalah umur panen, pemilihan bahan, pengirisan, kadar air bahan, penggunaan bahan pengawet dan bentuk pengemasan. Beberapa olahan bawang merah tersebut dapat menjadi alternatif meningkatkan nilai tambah bawang merah, bahkan mempunyai peluang untuk dipasarkan ke luar negeri untuk tujuan ekspor seperti Singapore dan negara tetangga lainnya. Susi Deliana Siregar Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian Sumber: Disarikan dari berbagai sumber