Cabai merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan permintaan yang tinggi. Selain digunakan sebagai bumbu dapur, cabai juga digunakan dalam industri pengolahan makanan dan minuman, industri farmasi, campuran makanan ternak, industri kosmetik dan penghasil minyak atsiri. Untuk memperoleh produksi cabai yang tinggi diperlukan peggunaan benih cabai yang sehat dan berkualitas baik Langkah-langkah dalam memproduksi benih cabai, sebagai berikut : 1. Persyaratan Umum Sebaiknya menggunakan sumber benih yang merupakan varietas cabai unggul nasional yang telah dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Misalnya varietas Ciko untuk cabai besar, dan varietas Kencana untuk cabai keriting. Lahan penanaman harus bersih, bebas dari gulma atau sisa tanaman. Areal pertanaman bukan bekas tanaman cabai atau tanaman family terung-terungan Benih diberi label, sejak persemaian, tanam, prosesing sampai penyimpanan. 2. Persemaian Semai benih cabai di atas bedeng persemaian, kemudian tutup dengan tanah tipis tipis. Siram dengan larutan fungisida, kemudian tutup dengan plastik hitam. Setelah 5-10 hari atay kecambah sudah muncul ke permukaan tanah buka plastik hitam. Jika tanaman setelah berumur 7-14 hari, maka tanaman siap dibumbun atau dipindahkan ke tray. Bibit dapat dipindahkan atau ditanam di lapangan, jika sudah berumur 17-30 hari atau 4-5 helai daun. 3.Penanaman a. Pengolahan dan pembersihan lahan Dilakukan 2-4 minggu sebelum tanam. Bersihkan lahan dari bebatuan, gulma dan sisa tanaman sebelumnya. Tanah diolah sedalam 20-30 cm dengan menggunakan tractor/cangkul hingga tanah menjadi gembur. b. Pembuatan bedengan/guludan Ukuran lebar bedengan adalah 100-200 cm dan panjangnya menyesuaikan lahan, Parit dibuat dengan ukuran lebar 40-50 cm. Taburkan kapur dolomit sebanyak 1,5-2 ton/ha, pupuk kandang 20-30 ton/ha, dan NPK Hidrogrower 40-100 gr/m2 di atas bedengan. c. Pemasangan Muksa Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan pada saat panas terik matahari, disebabkan pada saat terik matahari mulsa memuai sehingga memudahkan mulsa tersebut ditarik menutup rapat bedengan. Bagian plastik berwarna perak menghadap ke atas, sedangkan bagian yang berwarna hitam menghadap ke bawah/tanah. d. Penanaman Buatlah lubang tanam sedalam 2-5 cm. Tanam bibit cabai beserta medianya pada lubang sesuai yang telah dibuat di mulsa. Siram setelah penanaman selesai e. Pemeliharaan tanaman Pemasangan turus dari bamboo dengan ukuran 3-4 cm x 200 cm pada saat 30 hari setelah tanam. Penyiraman dilakukan setiap hari pada awal tanam dan berikutnya seminggu dua kali, atau tergantung konfidi tanaman. Penyiangan dilakukan sebanyak 3 kali selama periode tanam, yaitu pada umur 2,3, 8 dan 12 minggu setelah tanam. Pembuangan tunas samping pada umur 45 hari setelah tanam. f. Pemupukan susulan Dilakukan saat tanaman beumur 30 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan NPK Hidrogrower sebanyak 1.000 gram dan Urea sebanyak 500 gram yang dilarutkan ke dalam 100 liter air. Pemupukan susulan berikutnya saat tanaman berumur 60 hst da 75 hst menggunakan pupuk SP36 dan Urea (1:1) sebanyak 10 gram/tanaman. Berikan pupuk dengan cara ditugal bagian kiri dan kanan dekat lubang tanam. g. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (0PT) Lakukan penyemprotan pestisida seminggu sekali atau seminggu dua kali. Pemeriksaan lapang sebanyak tiga kali dengan tujuan untuk melakukan seleksi/membuang tanaman yang bukan varietasnya dan tanaman yang terkena serangan hama dan penyakit. 4. Panen Buah yang dipanen adalah buah yang telah matang fisiologis. Cara panen dengan digunting pada bagian tangkai buahnya. 5. Prosesing benih Belah buah cabai secara melintang dengan menggunakan pisau. Keluarkan benih cabai menggunakan sendok kemudian tamping dalam baki. Kemudian keringkan benih dalam baki selama 3-4 hari di dalam ruang pengering pada suhu 32-340C selama ± 3 hari sampai mencapai kadar air 5-7%, atau dengan panas matahari tidak langsung. Bersihkan biji yang sudah dirontokkan dari kotoran dan biji yang jelejk, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastic. Simpan benih di gudang penyimpanan. 6. Penyimpanan benih Agar benih dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama dan tetap dalam keadaan yang baik, maka perlu disiapkan gudang penyimpanan. Benih cabai yang telah selesai dikemas dan diberi label disimpan di Dry Cold Storage dengan suhu 160C dan kelembaban 65-70% Penyusun : Ely Novrianty Sumber : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.