Loading...

PRODUKTIF DI PEKARANGAN RUMAH DITENGAH PANDEMI COVID-19

PRODUKTIF DI PEKARANGAN RUMAH  DITENGAH PANDEMI COVID-19
Pendahuluan Jumlah penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah 1.459.473 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 6,34% per tahun (BPS Provinsi Babel, 2019). Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahun ini, maka kebutuhan akan pangan ke depan juga akan semakin meningkat pula termasuk untuk komoditas sayur-sayuran. Ditengah pandemi Covid-19 saat ini, diperlukan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan begitu pula untuk bidang pertanian. Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Babel total pasien yang terkonfirmasi Covid-19 adalah 148 orang dengan 117 sembuh dan 2 orang meninggal dunia (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kep. Babel, 2020). Masyarakat diharapkan tetap produktif dibawah bayang-bayang corona ini beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Salah satu aktivitas alternative yang ditawarkan kementerian pertanian ditengah pandemi ini adalah dengan pemanfaatan pekarangan untuk menjamin ketahanan pangan keluarga. Seperti kita ketahui bersama bahwa mayoritas penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berpendapat pemanfaatan dan penataan pekarangan rumah identik dengan tanaman hias, yang bertujuan untuk memperindah rumah bagi pemiliknya. Berbagai jenis bunga biasa kita jumpai dihalaman rumah seperti mawar, anyelir, anggrek, pohon palem dan berbagai jenis tanaman hias lainnya dengan pot-pot yang ikut menghiasinya. Sebagian pemilik rumah beranggapan bahwa semakin banyak bunga disekeliling rumahnya akan terasa semakin indah dipandang mata. Pola pikir semacam ini tidaklah salah. Setiap individu memiliki kebebasan dalam berekspresi dan melakukan segala sesuatunya selama hal tersebut tidak bertentangan dengan norma dan aturan yang ada. Disisi lain, salah satu permasalahan masyarakat yang muncul dan sering kita dengarkan baik di media cetak, elektronik ataupun secara langsung adalah harga cabe dipasar mahal ataupun harga bawang merah yang mahal. Sejatinya, hal tersebut tidak perlu terjadi terlebih lagi Indonesia di kenal sebagai negara agraris, yang itu artinya sebagian besar matapencaharian penduduknya adalah dari sektor pertanian. Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik) berdasarkan Laporan Hasil Sensus Pertanian 2013 jumlah rumah tangga usaha pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebanyak 124.970 rumah tangga. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Bangka Belitung familiar dengan pertanian begitu pula dengan tanaman sayur-sayuran. Pertanyaan mendasarnya adalah “ mengapa kita harus terus tertekan dengan kenaikan harga komoditas cabe, bawang dan sayuran yang lainnya” yang sebenarnya dapat kita usahakan sendiri. Untuk skala rumah tangga tidak perlu lahan yang luas, cukup kita manfaatkan pekarangan rumah kita. Dengan pengelolaan yang bak akan bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga kita dan manfaat sampingan lainnya. Pepatah lama mengatakan “ sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui ”, hal ini sebagai ungkapan bahwa sekali kita melakukan sesuatu lebih dari satu manfaat yang bisa kita dapatkan secara langsung. Satu solusi bisa menyelesaikan beberapa permasalahan yang sedang dihadapi. Pepatah tersebut bisa dianalogikan dalam pemanfaatan pekarangan rumah dengan bercocok tanam sayuran. Dengan biaya yang murah manfaat yang kita dapatkan tidak hanya satu, tetapi tiga sekaligus dengan modal kemauan dan menghilangkan sifat malas. Pertama, kita bisa melakukan aktivitas diluar rumah disela-sela waktu luang kita ataupun sepulang kerja, untuk “menyulap” pekarangan rumah jadi lebih menarik dengan bercocok tanam sayuran. Olah raga rutin mungkin akan terasa membosankan untuk dilakukan, tetapi dipekarangan rumah sambil bekerja dan menyalurkan hobi, kitapun bisa berolahraga. Kedua, kita bisa menghasilkan sayuran yang benar-benar segar dan terjamin karena kita sendiri yang menanamnya. Ketiga, dengan penataan yang baik maka rumah kitapun akan terasa asri, hijau dan “cantik” dipandang mata. Pengelolaan pekarangan rumah dapat dilakukan dengan berbagai cara, hal ini berhubungan dengan keinginan dan hobi pemilik rumah. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang disesuaikan dengan luasan pekarangan. Model optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Pemanfaatan pekarangan berdasarkan luasan. No. Kelompok sasaran Basis komoditas Teknik budidaya 1.Rumah tangga Strata 1 Luas pekarangan kurang dari 100 m2 Komoditas sayuran yang dianjurkan : Cabai kecil, Cabai besar, Terong, Tomat, Sawi, bayam, Kangkung, Kacang panjang Media yang digunakan : Polybag atau bedengan 2.Rumah tangga Strata 2 Luas pekarangan 100 – 300 m2 Komoditas sayuran yang dianjurkan : Cabai kecil, cabai besar, Terong, Tomat, Sawi, bayam, Kangkung, Kacang panjang Media tanam yang digunakan : Polybag atau bedengan Tanaman Toga, misal : Laos, jahe, Sirih, dan lainnya yang mempunyai pangsa pasar di lokasi 3.Rumah tangga strata 3 Luas pekarangan > 300 m2 Komoditas sayuran yang dianjurkan : Cabai kecil, cabai besar, Terong, Tomat, Sawi, bayam, Kangkung, Kacang panjang Media tanam yang digunakan : Polybag atau bedengan Komoditas Buah-buahan : Pepaya, pisang, Sirsak di sisi batas pekarangan Pemeliharaan ikan air tawar : Kolam terpal Ternak ayam/itik : Di kandang Lama kegiatan di pekarangan hingga menghasilkan, tergantung jenis komoditas sayuran yang dipilih oleh pemilik rumah. Untuk tanaman mentimun, kangkung, bayam, dan sawi membutuhkan waktu 30 – 40 hari untuk bisa di panen. Sedangkan untuk tanaman cabai, dan tomat diperlukan waktu 3 bulan. Selama itu pula kita akan terus berolahraga dan badanpun menjadi bugar. Pepatah mengatakan “ Siapa yang menanam, maka dia pula yang akan memetik hasinya”. Dalam kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan ini istilah tersebut memiliki arti yang sebenarnya (denotasi). Dalam segi hasil, sayuran yang kita dapat adalah sayuran segar dan menyehatkan, yang kita tahu persis tahap demi tahap dalam penanamannya hingga menghasilkan. Efek lain yang bisa kita rasakan selain hal-hal tersebut tadi adalah, secara tidak langsung terjadi penghematan dalam hal pengeluaran harian rumah tangga untuk komoditas sayur-sayuran yang kita budidayakan. Bahkan, kita bisa menjualnya ketika sayuran yang kita hasilkan melebihi kebutuhan harian kita. Oleh karena itu, kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan adalah hal yang perlu mendapat perhatian kita semua. Untuk memulai kita semua pasti bisa dengan menyingkirkan rasa malas, dan rencanakan agar kegiatan ini dapat berkelanjutan bagi keluarga kita. Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : Badan Pusat Statistik. 2019. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka. Halaman 53-75. Badan Pusat Statistik. 2013. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka. Feriadi, at.,al. 2013. Laporan Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari Kabupaten Belitung Timur. BPTP Babel http://covid19.babelprov.go.id/. Diakses Rabu, 24 Juni 2020 Sumber Foto : Dokumentasi Feriadi (2019)