Bawang merah merupakan tanaman hortikultura unggulan dan telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditas hortikultura ini termasuk kedalam kelompok rempah yang tidak bisa disubstitusi dan berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Setiap usahatani bawang merah tidak dapat terlepas dari penggunaan pupuk anorganik untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi. Namun demikian, pemberian pupuk anorganik yang digunakan terus menerus dan diberikan dalam dosis tinggi dapat memberikan pengaruh negatif terhadap tanaman dan dapat menurunkan kualitas tanah. Untuk menjaga kualitas tanah agar dapat diusahakan secara berkesinambungan, lahan usahatani bawang merah harus diberi bahan organik. Pupuk organik mempunyai manfaat untuk meningkatkan jumlah air yang dapat ditahan di dalam tanah dan jumlah air yang tersedia bagi tanaman serta sebagai sumber energi bagi jasad mikro dan tanpa adanya pupuk organik semua kegiatan biokimia akan terhenti. Selain itu, Pemberian pupuk organik pada tanah diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah sehingga hasil tanaman menjadi lebih baik. Pupuk organik mempunyai peranan penting dalam mempertahankan kesuburan fisik, kimia, dan biologi tanah. Tanah yang kaya bahan organik bersifat lebih terbuka sehingga aerasi tanah lebih baik dan tidak mudah mengalami pemadatan dibandingkan dengan tanah yang mengandung bahan organik rendah. Pemberian pupuk organic berupa pupuk kandang sapai dapat memberikan hasil umbi bawang merah lebih baik dengan produktivitas rata-rata meningkat dibanding dengan tanpa pemberian pupuk kandang. Ditingkat lapangan, pupuk organik banyak dijumpai di lingkungan sekitar. Penggunaan pupuk organik berupa kotoran sapi secara ekonomis murah, mudah diperoleh sehingga relatif mudah dijangkau oleh petani. Pupuk organik kotoran sapi mengandung N 0,7% dan K2O 0,58% dan urinnya mengandung 0,6% N dan 0,5% K. Beberapa hasil pengkajian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik kotoran sapi dapat meningkatkan bobot umbi pada bawang merah. Oleh karena itu, perlu diketahui hasil pengkajian tentang penggunaan dosis pupuk kandang yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bawang merah. Pengkajian yang dilakukan oleh Indriyana at al (2020) terhadap produksi bawang merah varietas Bima dalam polybag yang berisi tanah sebanyak 7 kg dan telah diberi pupuk kandang sapi setara dengan 0 ton, 10 ton, dan 20 ton per ha. Tanaman disiram dengan pupuk hayati (EM4 kuning) sebanyak 20 ml per L air yang diberikan 2 minggu sekali. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa berat basah bawang merah dalam polybag yang diberi pupuk kandang setara 0 ton : 10 ton : 20 ton per ha masing-masing: 20,56 g, 29,78 g, dan 27,11 g. Setelah dikeringkan, terjadi penyusutan masing-masing menjadi: 13,83 g, 18,78 g, dan 17,61 g (Ahmad Damiri).