Loading...

PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH MENGUNAKAN DAN TANPA MENGGUNAKAN MULSA HITAM PERAK

PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH MENGUNAKAN DAN TANPA MENGGUNAKAN MULSA HITAM PERAK
Permintaan akan bawang merah setiap tahunnya mengalami peningkatan yang bisa dibilang cukup fluktuatif, akan tetapi karena permintaan bawang merah dalam ranah kebutuhan nasional seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri olahan semakin meningkat, mengakibatkan bahwa hal tersebut belum dapat mengimbangi permintaan konsumen bawang merah di Indonesia. Peningkatan produksi bawang merah untuk memenuhi kebutuhan domestik dan meningkatkan daya saing produk dapat ditempuh dengan jalan memperbaiki teknologi budidaya di tingkat petani yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kualitas umbi, serta sejalan dengan prinsip-prinsip budidaya tanaman berkelanjutan. Salah satu pembatas produktivitas bawang merah adalah serangan hama dan penyakit. Persentase kerusakan yang besar pada tanaman dapat mengakibatkan berat umbi berkurang. Hal ini karena pembentukan daun baru untuk mengantikan daun yang rusak mengakibatkan energi yang seharusnya untuk perkembangan umbi, dialihkan untuk perkembangan daun. Oleh karena energi yang dihasilkan banyak diarahkan untuk pembentukan daun, maka umbi yang terbentuk menjadi lebih kecil dan jumlahnya sedikit. Beberapa inovasi teknologi untuk mendukung pengembangan bawang merah sangat diperlukan dalam upaya peningkatan produksi dan Produktivitas bawang merah diantaranya pemilihan varietas, pengaturan jarak tanam yang tepat, pemupukan, pemakaian naungan, pembuatan guludan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan lainnya. Selain dari sistem budidayanya, faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Bawang merah tidak tahan kekeringan karena akarnya yang pendek. Selama pertumbuhan dan perkembangan umbi, dibutuhkan air yang cukup banyak. Namun, tanaman bawang merah tidak tahan terhadap tempat yang tergenang air. Banyaknya air di musim hujan dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Salah satu upaya manipulasi lingkungan tanaman yaitu dengan pemberian mulsa. Pemulsaan merupakan suatu cara memperbaiki tata udara tanah dan juga tersedianya air bagi tanaman (dapat diperbaiki). Pemberian mulsa merupakan suatu cara memperbaiki tata udara tanah dan menghindari kehilangan air melalui penguapan serta menekan pertumbuhan gulma. pemberian mulsa dapat mengurangi pemanasan langsung sehingga suhu tanah tidak naik dan air tidak cepat berkurang karena evaporasi tertahan oleh mulsa yang menyebabkan lembabnya permukaan tanah sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Mulsa plastik hitam perak adalah salah satu jenis mulsa yang memiliki banyak keunggulan. Penggunaan mulsa plastik hitam perak dapat meningkatkan intesitas cahaya yang diterima oleh tanaman sekaligus dapat menyerap cahaya matahari. Selain itu mulsa plastik hitam perak pada tanaman pakcoy memberikan berat segar tajuk dan berat segar akar paling tinggi dibandingkan dengan aplikasi mulsa lainnya. Penggunaan mulsa plastik hitam perak pada tanaman bawang merah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman serta kadar air tanaman dibandingkan tanpa penggunaan mulsa. Selain itu pemberian mulsa dapat mempercepat pertumbuhan tanaman yang baru ditanam. Keuntungan penggunaan mulsa plastik dalam pertanian khususnya tanaman sayuran adalah karena dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas hasil, memungkinkan penanaman di luar musim (off season) serta perbaikan teknik budidaya. Pengkajian yang dilakukan oleh Edi (2019) dengan perlakuan 6 varietas yang diberi mulsa hitam perak dan tanpa mulsa yang dilakukan pada lahan kering dataran rendah iklim basah di Paal Merah Kota Jambi pada bulan April – sampai Agustus 2015. Semua tanaman diperlakukan sama seperti ukuran bedengan; panjang 10 meter, lebar 1 meter, tinggi bedengan 30 cm, dan jarak antar bedengan 60 cm. Jarak tanam yang digunakan 15 x 15 cm, menggunakan umbi dengan ukuran diameter 1,5 – 1,8 cm (bobot ukuran sedang 5 – 10 g). Pupuk yang diberikan yaitu: pupuk dasar kotoran ayam sebanyak 50 kg dan dolomit 3 kg per bedengan. Sedangkan Pupuk NPK 16:16:16 diberikan sebanyak 4 kg per bedengan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa semua varietas tanaman bawang merah yang diberi mulsa plastik hitam perak menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa diberi mulsa. Pengkajian terhadap varietas: Biru Lancor, Katumi, Manjung, Ilocos Philip, Super Philip, Taju; perbandingan produktivitas masing-masing dengan perlakuan mulsa hitam perak dan tanpa mulsa yaitu: Menggunakan mulsa hitam perak yaitu: 10,77 : 11,48 : 12,85 : 11,94 : 12,92 : 10,47 t/ha 2. Tanpa menggunakan mulsa yaitu: 8,03 : 8,80 : 10,13 : 10,55 : 10,76 : 7,89 t/ha (Ahmad Damiri) Sumber: Edy S. 2019. Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Bawang Merah Pada Dua Cara Tanam di Lahan Kering Dataran Rendah Kota Jambi. Jurnal Agroecotenia 2(1): 1 – 10.