Loading...

PRODUKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO DAN VARIETAS PADI INPARI TADAH HUJAN DI LAHAN TADAH HUJAN

PRODUKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS PADI GOGO DAN VARIETAS PADI INPARI TADAH HUJAN DI LAHAN TADAH HUJAN
Padi sebagai tanaman pokok nasional, merupakan tanaman utama yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Semakin meningkatnya populasi penduduk, kebutuhan konsumsi pangan beras semakin meningkat, sedangkan luas lahan sawah irigasi semakin berkurang. Pemanfaatan lahan sawah tadah hujan untuk budidaya tanaman harus dimanfaatkan, karena lahan sawah tadah hujan yang jumlahnya sangat luas dan tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, cukup potensial untuk pengembangan tanaman padi. Lahan tadah hujan merupakan lumbung padi kedua setelah lahan irigasi, namun demikian produksi rata-rata relatif masih rendah. Kendala produksi yang umum dijumpai pada lahan ini antara lain: curah hujan yang tidak menentu, kesuburan tanah rendah, dan gulma yang padat. Untuk mengantisipasi kondisi dimana air seringkali terbatas, maka perlu dimanfaatkan varietas padi gogo yang relative tahan terhadap kondisi air yang terbatas. Pengelolaan tanaman di lahan sawah tadah hujan umumnya terkendala oleh ketersediaan air, sebab ketersediaan air hanya bersumber dari hujan dan kemampuan tanah menahan air. Budidaya padi lahan sawah tadah hujan memerlukan teknologi yang spesifik khususnya penggunaan varietas tanaman yang memiliki efisiensi pemakaian air yang baik atau varietas-varietas tanaman yang mampu beradaptasi pada kondisi ketersediaan air yang terbatas. Sampa saat ini sudah banyak varietas unggul baru padi gogo yang telah dirilis Kementerian Pertanian. Padi gogo merupakan padi yang mampu beradaptasi baik pada lahan kering (kondisi air terbatas), dan memiliki toleransi yang baik terhadap tanah masam yang mengandung aluminium. Varietas padi gogo yang baik adalah varietas yang memiliki efisiensi pemakaian air yang baik atau varietas-varietas tanaman yang mampu beradaptasi pada kondisi ketersediaan air yang terbatas. Nilai efisiensi pemakaian air pada Padi gogo dapat dilihat berdasarkan karakter agronomi ditunjukkan dengan jumlah daun dan jumlah anakan yang banyak, bobot kering brangkasan lebih berat, jumlah gabah per malai banyak, bobot gabah 100 butir dan bobot gabah kering per rumpun lebih berat. Semakin baik nilai tersebut, semakin baik varietas padi gogo dimaksud. Hasil Pengkajian yang dilakukan oleh Jauhari at al pada bulan Mei – Agustus 2016 di Desa Pucung Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang Jawa Tengah, terhadap 3 varietas padi gogo (Inpago 5, Inpago 8, dan Inpago 9) dengan varietas Inpari 19 Tadah Hujan dan varietas lokal Umbul, yang diberi perlakuan pemupukan berdasarkan hasil pengujian menggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS) sebesar 125 kg Urea, 250 – 275 kg NPK Phonska, dan 2 ton pupuk organik per hektar, produktivitas masing-masing sebesar: 5,31 : 5,52 : 4,82 : 4,63 : 4,91 ton/ha. Produktivitas masing-masing ini dianggap sama karena secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (Ahmad Damiri).