Varietas jagung hibrida merupakan varietas unggul hasil pemuliaan tanaman yang terbukti mampu berproduksi 15% lebih baik dibandingkan varietas bersari bebas. Dalam beberapa dekade terakhir, rata-rata hasil produksi benih jagung hibrida masih tergolong rendah, walaupun jika dibandingkan dengan varietas bersari bebas benih hibrida masih menempati posisi tertinggi dalam hal produksi. Peningkatan mutu benih jagung hibrida menjadi bagian dari salah satu strategi peningkatan produktivitas jagung nasional, karena dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi serta meningkatkan produktivitas. Sejalan dengan itu, Pemerintah telah menetapkan swasembada komoditas jagung serta mendorong peningkatan ekspor ke luar negeri untuk memenuhi permintaan pasar internasional. Badan Litbang Pertanian-Kementerian Pertanian telah menghasilkan varietas unggul baru jagung untuk menghadapi ancaman kekeringan. Salah satu varietas unggul baru jagung toleran kekeringan adalah varietas jagung hibrida Bima 19 dan varietas jagung Bima 20 URI. Pada tahun 2013, varietas unggul baru (VUB) jagung hibrida Bima 19-20 URI telah di rilis Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), dengan embel-embel URI, dimana URI adalah singkatan dari Untuk Rakyat Indonesia. Artinya varietas ini dihasilkan dengan tujuan membantu rakyat Indonesia dalam usahatani jagung. Beberapa Keunggulan jagung hibrida Bima 19-20 URI Potensi hasil tinggi yaitu 12,5 t/ha, tahan terhadap penyakit bulai, toleran penyakit karat dan bercak daun, toleran kekeringan, tahan rebah akar/batang, serta stay green. Lebih menguntungkan jika ditanam pada lahan sawah atau tadah hujan pada musim kemarau. Keragaan fisik tanaman Bima 19-20 URI disukai oleh petani karena batangnya yang kokoh, besar dan berdaun lebar serta lebih lunak sehingga sangat disukai ternak sapi. Pengembangan jagung varietas Bima 19 URI ini sangat baik pertumbuhannya di wilayah rawa lebak. Pada lahan kering hasilnya mencapai 8-9 ton/ha, di rawa lebak hasilnya bisa mencapai 10 ton/ha akan tetapi untuk wilayah rawa lebak masih belum banyak berkembang. Penerapan pemupukan berimbang yang rasional untuk tanaman jagung sudah berkembang sejak lama, namun petani belum melakukan sesuai dengan teknologi yang dianjurkan. Selain itu, kebutuhan hara pada jagung hibrida lebih besar dibanding jagung bersari bebas karena jagung hibrida mempunyai potensi hasil yang lebih tinggi. Secara umum pupuk yang diberikan pada tanaman jagung terdiri dari pupuk N, P, dan K. Pupuk ini mempunyai peran masing-masing terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Pupuk Nitrogen berperan menjadikan bagian daun menjadi hijau segar sehingga banyak mengandung butir hijau daun yang diperlukan dalam proses fotosintesa, mempercepat pertumbuhan vegetatif, berfungsi dalam pembentukan protein sehingga memperbaiki kualitas biji jagung karena meningkatnya kandungan protein hasil tanaman. Pupuk Phospor bermanfaat untuk memacu pertumbuhan akar dan pembentukan sistem perakaran yang baik sehingga dapat mengambil unsur hara lebih banyak dan pertumbuhan tanaman menjadi lebih sehat dan kuat. Hara fosfor dapat juga menambah daya tahan tanaman jagung hibrida terhadap serangan hama penyakit. Juga dapat mempercepat pertumbuhan jaringan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman dan dapat memacu pertumbuhan generatif tanaman dengan mempercepat pembentukan bunga dan masaknya biji sehingga mempercepat masa panen. Pupuk Kalium bermanfaat untuk mempercepat proses fotosintesis, memacu pertumbuhan tanaman pada tingkat permulaan, memperkuat ketegaran batang sehingga mengurangi resiko mudah rebah. Kalium juga menambah daya tahan terhadap serangan hama penyakit dan kekeringan serta memperbaiki mutu hasil. Pengkajian yang dilakukan oleh Ferayanti dan Idawanni di Kabupaten Bireun Provinsi Aceh pada bulan Juli – Oktober 2020, kombinasi perlakuan paket pupuk dan varietas jagung hibrida dengan masing – masing perlakuan yaitu: dua paket pupuk yang terdiri dari: 1) rekomendasi dosis pupuk Urea 270 kg/ha, NPK 400 kg/ha, KCl 50 kg/ha, dan 2) dosis pupuk spesifik lokasi Urea 150 kg/ha, SP36 75 kg/ha, NPK 300 kg/ha, dengan tiga varietas jagung hibrida yang terdiri dari: 1) varietas jagung Bisi 18, 2) varietas jagung Bima 19 URI, dan 3) varietas jagung Bima 20 URI. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kombinasi antara paket rekomendasi Urea 270 kg/ha, NPK 400 kg/ha, KCl 50 kg/ha dengan Varietas Bima 20 URI menunjukkan hasil tertinggi (9,53 ton/ha). Hasil ini berbeda nyata dengan semua kombinasi pemupukan dan varietas lainnya (Ahmad Damiri). Sumber: Ferayanti F dan Idawanni. 2021. Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Unggul Jagung Hibridaterhadap Paket Pemupukan Di Lahan Kering. AGROSAMUDRA, Jurnal Penelitian. 8(1): 2716 – 4101.