Pemilihan varietas padi yang akan ditanam petani sangat dipengaruhi oleh selera konsumen yang diketahui dari permintaan pasar. Pada daerah yang pasarnya menghendaki beras dengan tekstur pulen atau pera, petani dapat menyesuaikan usahataninya dengan pilihan tekstur nasi tersebut, karena sebagian besar hasil padi yang ditanam petani peruntukannya untuk dijual dipasar dan sebagian kecil untuk keperluan rumah tangganya sendiri. Dari permintaan pasar yang sudah diketahui, selanjutnya petani akan mencari varietas yang potensi hasilnya tinggi dengan harapan produksi atau produktivitas yang diperoleh juga tinggi. Di lapangan, produksi atau produktivitas yang dicapai memang relatif sulit untuk menyamai potensi produksinya, namun dengan potensi hasil yang tinggi, kemungkinan hasil tinggi yang dicapai berpeluang untuk terjadi. Selain itu, petani juga menginginkan varietas padi yang umurnya genjah, sehingga tanaman cepat panen dan hasil segera diperoleh. Beberpa varietas padi yang potensi hasilnya tinggi dan umurnya genjah diantaranya adalah Padjadjaran Agritan dan Cakrabuana Agritan. Varietas ini memiliki tekstur nasi yang pulen, sehingga diperuntukkan bagi pasar yang menginginkan tekstur nasi yang pulen. Perbandingan potensi hasil dari kedua varietas ini masing-masing yaitu: 11,00 t/ha : 10,20 t/ha. Selain itu kedua varietas ini juga memiliki umur yang genjah. Perbandingan umur antara Padjadjaran Agritan dan Cakrabuana Agritan adalah: 105 : 104 hari setelah semai. Sebagai gambaran, bahwa varietas yang memberikan keragaan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik akan dianggap sebagai varietas yang dapat diintroduksikan sebagai varietas unggul baru yang mampu beradaptasi dengan baik pada wilayah tersebut. Varietas yang adaptif, potensi hasil tinggi dan mutu hasil sesuai preferensi petani dan konsumen biasanya akan diadopsi. Oleh karena itu ketersediaan varietas unggul di tingkat petani perlu terus dikembangkan dengan cara pemberdayaan kelompok-kelompok tani sebagai penangkar benih padi. Introduksi varietas unggul baru dapat dilakukan melalui kajian adaptasi di lahan petani dengan harapan teknologi dapat cepat menyebar di kalangan petani dan segera diadopsi. Pemilihan varietas secara partisipatif oleh petani merupakan pendekatan yang cukup efektif dalam mempercepat adopsi dan penyebaran varietas unggul baru, karena bertumpu pada keikutsertaan petani secara aktif dalam melihat keunggulan varietas unggul baru (VUB) dan petani akan memberikan preferensinya (kesukaan) terhadap VUB tersebut. Hasil pengkajian yang dilakukan Haryati at al (2020) terhadap varietas Rindang 2 Agritan, Padjadjaran Agritan, Cakrabuana Agritan, dan Munawacita Agritan di Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka Jawa Barat dengan ketinggian tempat 200 m dpl, Perlakuan benih (Seed treatment) dengan menggunakan pupuk hayati Agrimeth dosis 400 g/25 kg benih, diperam dan selanjutnya ditiriskan selama 24 jam, kemudian dicampur dengan pupuk hayati untuk disemai di lahan persemaian. Proses pelapukan jerami sebagai bahan organik, dilakukan menggunakan bio dekomposer dengan dosis 2 kg/ha untuk mempercepat pelapukan, dilakukan pada saat setelah pengolahan tanah pertama. Sistem tanam yang digunakan yaitu Jajar legowo 2 : 1 dengan Jarak tanam [(30 x 15) x 40 cm]. Pemberian pupuk organik sebanyak 1 ton/ha, sedangkan pupuk anorganik berdasarkan status hara (NPK Phonska 200 kg/ha dan Urea 180 kg/ha). Pupuk NPK Phonska diaplikasikan pada saat tanaman umur 7-10 HST dan pupuk urea diaplikasikan pada saat tanaman umur 30 HST 100 kg/ha dan 45 HST 80 kg/ha. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa: Varietas yang memiliki potensi hasil tinggi dan berumur genjah menunjukkan hasil tertinggi dibandingkan dengan varietas yang potensi hasilnya lebih rendah. Varietas Padjadjaran Agritan menunjukkan produktivitas tertinggi dan diikuti oleh varietas Cakrabuana Agritan, selanjutnya Rindang 2 Agritan dan terakhir Munawacita Agritan. Perbandingan hasil masing-masing varietas tersebut adalah: 7.98 : 6,45 : 6,15 : 5,73 t/ha (Ahmad Damiri). Sumber: Haryati Y, Bebet N, Irma N, dan Agus R. 2020. Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Unggul Baru Padi di Kabupaten Majalengka. CR Journal 06 (02): 65-72