Loading...

PRODUKTIVITAS PADI GSR TETAP TINGGI DENGAN SETENGAH DOSIS REKOMENDASI PUPUK NPK

PRODUKTIVITAS PADI GSR TETAP TINGGI DENGAN SETENGAH DOSIS REKOMENDASI PUPUK NPK
Keberhasilan peningkatan produksi padi secara umum lebih didominasi oleh peningkatan produktivitas, dibandingkan dengan peningkatan luas panen. Peningkatan produktivitas padi sawah memberikan kontribusi sekitar 56,1 persen, sedangkan kontribusi peningkatan luas panen sebesar 26,3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas diperoleh dengan mengadopsi inovasi teknologi budidaya padi, terutama inovasi varietas unggul baru. Namun demikian, peningkatan produktivitas yang diinginkan seringkali terganggu akibat adanya perubahan iklim. Perubahan iklim global membawa dampak nyata pada sektor pertanian karena memperbesar peluang terjadinya serangan hama dan penyakit, kekeringan, dan cekaman yang lain. Untuk mengantisipasi dan menghadapi dampak perubahan iklim, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah melepas dua varietas padi Green Super Rice (GSR) yaitu Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR. Padi GSR merupakan padi yang tetap mampu berdaya hasil tinggi baik pada kondisi optimum maupun ketika daya dukung lingkungan tumbuh (air dan hara tanah) dalam kondisi terbatas. Istilah super pada green super rice adalah menekan pada kemampuannya memberikan hasil panen yang tinggi, sedangkan istilah green menekankan pada kemampuan untuk berdaya hasil tinggi meskipun pada kondisi input usahatani yang relatif rendah. Dua varietas Green Super Rice yaitu Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR merupakan varietas padi yang dirancang untuk memiliki daya hasil tinggi, baik pada kondisi optimum maupun sub optimum. Dalam kondisi sub optimum, varietas padi ini dapat berproduksi tinggi dan jika ditanam pada kondisi optimum, dapat dipastikan hasilnya akan lebih tinggi. Karakteristik ke dua padi ini diyakini sangat disukai petani karena hampir sama dengan varietas Ciherang yang banyak ditanam petani. Varietas ini memiliki rasa nasi pulen yang merupakan preferensi mayoritas penduduk Indonesia, memiliki rendemen beras yang tinggi (lebih dari 65 persen) serta butir kapur yang rendah dan berumur 112 dan 111 hari dengan malai yang relatif lebat dan posisi malai ditengah daun bendera sehingga terhindar dari serangan burung. Dengan menanam varietas tersebut peluang gagal panen akibat serangan hama dan penyakit, kekeringan dan cekaman yang lain, kecil kemungkinannya terjadi. Hasil percobaan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2016 – Maret 2017 di Kebun Percobaan Sukamandi, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) yang ditanam dengan sistem tanam Tegel 25 x 25 cm; pemberian pupuk sebanyak 50% dari dosis rekomendasi Permentan No. 40 Tahun 2007, varietas Inpari 43 Agritan GSR mampu memberikan hasil sebesar 7,73 t/ha. Sedangkan varietas Inpari 42 Agritan GSR mampu memberikan hasil sebesar 8,03 t/ha (Ahmad Damiri). Sumber: Swisci Margaret, Asep Maolana Yusuf, dan Ade Abdul Halim. Pertumbuhan dan Hasil Padi Green Super Rice Pada Beberapa Taraf Dosis Pemupukan NPK. Prosiding Seminar Nasional 2017. Dukungan Inovasi Teknologi Padi Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia. Buku 1. ISBN 978-979-540-113-1