Profil UP FMA Desa Guntarano Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah
Gapoktan Salua Reme merupakan Gapoktan yang memiliki jenis usaha spesifik yaitu usaha Agribisnis bawang lokal Lembah Palu. Kegiatan ini diprakarsai melalui pembelajaran yang dikembangkan oleh FEATI (Farmer Empowerment through Agricultural Technology and Information) di Provinsi Sulawesi Tengah. Gapoktan Salua Reme yang semula merupakan unit pembelajaran pada saat ini sudah menjadi mata pencaharian utama masyarakat yaitu Agribisnis bawang goreng. Pemasaran langsung dilaksanakan di outlet milik UP FMA (Unit Pelaksana Farmer Managed Extention Activities) Salua Reme yang menerima pesanan dan penjualan partai setiap hari. Pembentukan UP FMA di Desa Guntarano pada tanggal 8 November 2007 dengan nama " Salua Reme ". Salua Reme diambil dari nama seorang tokoh petani yang pertama mengembangkan/membudidayakan tanaman bawang merah lokal Lembah Palu, yang kini menjadi nama Gapoktan dengan kegiatan usaha Agribisnis bawang goreng, setelah melalui proses pelatihan teknis melalui metoda FMA, teknis budidaya dan pengolahan sehingga sampai saat ini tahun 2012 menjadi usaha pokok masyarakat petani yang tinggal di Desa Guntarano Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Gapoktan Salua Reme mempunyai Visi yaitu menjadi unit usaha dan pembelajaran yang berorientasi Agribisnis yang dapat memberikan nilai tambah dengan menghasilkan produk bawang goreng khas Palu yang aman, sehat, utuh dan halal serta berwawasan global. Adapun Misi dari Gapoktan Salua Reme adalah : 1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan,dan perubahan sikap pelaku utama dalam berusaha tani bawang sesuai SPO budidaya dan pengolahan hasil yang baik dan benar. 2. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteran pelaku utama dengan kerjasama berwirausaha Agribisnis bawang goreng serta bermitra dalam mengakses pasar, modal, teknologi, mutu dan peningkatan/pengembangan kualitas SDM pelaku utama yang senantiasa handal , ulet, tanggap dan memuaskan pelanggan di era global. Sarana prasarana untuk mendukung kegiatan-kegiatan Gapoktan Salua Reme berupa : ? Satu unit Gedung Sekretariat UP-FMA Gapoktan Desa Guntarano ? 1 unit Gedung Pengolahan Hasil dengan Peralatan ? 1 unit Gudang Penyimpanan Benih ? 10 unit Hand Tracktor ? 20 unit Hand Sprayer ? 3 unit Power Sprayer ? 2 unit Mesin Pompa Air Paket Teknologi yang digunakan : ? Penggunaan Pupuk Organik ? Penggunaan Alat Tugal Ganda ? Penggunaan Alat Pemupuk Larikan ? Penggunaan Pestisida Nabati ? Likat Kuning ? Jaring Penangkap Hama Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dari dana FEATI : a) Tahun 2008 Pelatihan Budidaya Tanaman Padi Sawah Jagung dan Bawang Merah Lokal. b) Tahun 2009 Pelatihan Agribisnis Bawang Merah Lokal Lembah Palu c) Tahun 2010 Pelatihan Peningkatan Kwalitas Pengolahan Bawang Goreng d) Tahun 2011 Pelatihan Kewirausahaan Bawang Goreng e) Tahun 2012 Pelatihan Penguatan Kelembagaan Usaha dan Peningkatan Pola Kemitraan Agribisnis Bawang Merah Lembah Palu. Desa Guntarano Termasuk dalam Wilayah Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala yang jaraknya dari ibukota provinsi ± 16 km. Sedangkan jarak dari ibukota kabupaten ± 48 km dan ibukota kecamatan ± 8 km yang terbagi 3 dusun. Desa Guntarano komoditi unggulannya adalah tanaman bawang merah lokal Lembah Palu (Varietas LP I dan LP 2) yang diolah menjadi bawang goreng dimana bawang goreng ini mempunyai keunggulan : garing/renyah dengan cita rasa khas aromatis dan dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Tanaman bawang merah lokal Lembah Palu ini sangat cocok tumbuh di daerah iklim lembah Palu yang merupakan daerah Khatulistiwa yang beriklim panas, tanah gembur, dengan ketersediaan air yang cukup. Sumber : Priyo Utomo, SP (Penyuluh Pertanian Ahli Madya / Supervisor Bakorluh P2K Provinsi Sulawesi Tengah) Penulis : Avenida Danni Nugroho (adminSulteng).