BP4k Pakpak Bharat akan mengadakan Program Gerakan BANGKIT PERTAKI (Pertanian, Tangguh, Agribisnis,Komersial dan Industri) dimana suatu upaya untuk melakukan perubahan pola pikir, sikap dan pola tindak untuk mencapai suatu keinginan perubahan yang mendasar dalam system sosial kemasyarakatan, sebab itu pertaki dapat dimaknai menjadi pertanian, tangguh, agribisnis, komersial, dan industri. disamping itu PERTAKI juga adalah suatu sebutan bagi tokoh masyarakat yang dihormati dalam sistem dan norma norma kehidupan budaya etnis Pakpak. Lingkup yangberperan dalam melaksanakan gerakan BANGKIT PERTAKI adalah : 1. Komponen Masyarakat 2. Pemerintah Daerah 3. Lembaga sosial kemasyarakatan 4. Perbankan 5. Pemerhati pertanian 6. Stoke holder Sasaran grakan bangkit pertaki adalah komponen masyarakat itu sendiri yang terdiri dari : ¢ Cendikiawan masyarakat ¢ Tokoh adat ¢ Tokoh agama ¢ Petani ¢ Tokoh pemuda ¢ Tokoh Perempuan ¢ Pedagang Wujud dari pelaksanaan gerakan BANGKIT PERTAKI adalah dengan melaksanakan runggu antara masyarakat dengan pemerintah daerah sebagai fasilitator untuk menggali keinginan masyarakat dalam mencapai tujuan tatanan kehidupan yang lebih baik, dan peserta runggu dikelompokkan untuk membahas, mengkaji kendala, hambatan dalam pencapaian percepatan pembangunan pertanian yang difokuskan pada peningkatan etos kerja, ekonomi pertanian , budaya, sosial pendidikan dan agama. Setiap kelompok membahas dan membuat rumusan tentang bidang etos kerja, ekonomi pertanian , budaya, sosial, pendidikan dan agama rumusan itu menjadi satu komitmen baru bersama masyarakat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan percepatan pembangunan khususnya dibidang pertanian. Pelaksanaan runggu dilakukan pada 3 (tiga) rayon yaitu : ¢ Rayon I meliputi wilayah kerja Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu (800 orang) ¢ Rayon II meliputi wilayah kerja Kecamatan Salak, PGGS, Siempat rube dan Tinada (1600 orang) ¢ Rayon III meliputi wilayah kerja Kecamatan Kerajaan, STTU Jehe, dan Pagindar(1600 orang) Setiap rayon pesertanya sekumpulan orang yang terdiri dari komponen - komponen yang ada pada masyarakat. Merumuskan kegiatan kegiatan aktual yang akan dilaksanakan masyarakat tani, sesuai sumber potensi pertanian dengan pengwilayahan komoditi unggulan yang ditetapkan oleh masing masing kelompoktani, Gapoktan dan petani itu sendiri yang terikat pada anjuran atau rekomendasi dari pihak pihak berkompeten : 1. Standar luas usaha tani pada komoditi tertentu menjadi pilihan pelaku usaha 2. Petunjuk teknis rencana usaha tani dan analisa usaha tani 3. Tenaga pendamping, PPL 4. Sarana produksi yang dibutuhkan pada pengembangan usaha tani 5. Lahan areal yang dibutuhkan sesuai dengan standar luasan usaha Tindak lanjut berikutnya adalah pemasangan spanduk spanduk, selebaran, stiker dan poster yang berisikan ajakan, himbauan, motifasi/ dorongan semangat untuk melakukan perubahan perubahan kearah yang lebih baik (positif) pada masa kini dan masa akan yang akan datang. Contoh : "Mari membangun bersama" atau " Bersama kita membangun" Spanduk spanduk ajakan tersebut akan terpajangkan disetiap desa - desa, rayon - rayon runggu pada sekitar domisili masyarakat tani. Untuk tingkat kabupaten, melaksanakan monitoring dan evaluasi pada pergeseran perubahan ditingkat masyarakat pedesaan serta melakukan mimbar sarasehan yang melibatkan kelembagaan petani seperti kelompoktani, KTNA, HKTI, MJI, MAJAI, dan sebagai nara sumber adalah para ahli ahli petanian serta pemerhati pertanian, sedangkan pemerintah dalam hal ini adalah sebagai fasilitator Dengan melaksanakan gerakan BANGKIT PERTAKI diharapkan terjadi pergeseran keadaan yang lebih baik yang mengacu pada sikap pola pikir dan juga pola tindak yang positif sehingga terwujud peningkatan kesejahteraan masyarakat Pakpak Bharat.