Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Dirjen Sarana Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian Gatot Irianto didampingi Dirut PT. Pusri Persero Arifin Tasrif, Dirut PT. Pupuk Kaltim Aas Asikin Idat, Anggota Komisi IV DPR RI Made Urip, Kadis Pertanian Bali Made Putra Suryawan serta Wabup Tabanan Komang Gde Sanjaya, melakukan panen perdana padi Program GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi) di Subak Manik Menuh, Desa Sesandan, Tabanan. Menteri Pertanian (Mentan) dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Sarana Prasaran pertanian Gatot Irianto menyambut baik Program GP3K yang dilaksanakan oleh PT. Pusri Persero karena memiliki dampak yang signifikan terhadap Program Surplus Beras 10 juta ton yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Terkait hal itu, Mentan minta agar pelaksanaan GP3K di Indonesia dilanjutkan dan diperluas. Untuk mendukung Surplus Beras 10 juta ton, GP3K harus dilanjutkan dan diperluas, tegasnya. Terkait program Surplus Beras 10 juta ton, Mentan minta agar GP3K diprioritaskan pada daerah yang penggunaan pupuknya masih rendah Sedangkan daerah yang penggunaan pupuknya sudah tinggi diarahkan untuk memproduksi benih padi. Hasil padi dari Program GP3K bisa diarahkan untuk produksi benih padi sehingga petani bisa menikmati harga yang lebih tinggi, sarannya. Pada kesempatan tersebut terkait Program Surplus Beras 10 juta ton, Mentan minta agar Bali menerapkan RTRW Provinsi dan Kabupaten guna mencegah alih fungsi lahan pertanian. Menurut Mentan, alih fungsi lahan di Bali sangat dahsyat, banyak lahan sawah yang beralih fungsi menjadi hotel seperti yang terlihat di daerah Kerobokan. Alih fungsi lahan sawah di Bali tergolong yang paling cepat. Saya yakin hal ini bisa segera diatasi, katanya yakin. Produktivitas padi Sementara itu, Humas PT. Pupuk Kaltim Wijaya Laksana ditemui di sela-sela acara mengemukakan, dari 6118 ha program GP3K di Bali yang dilaksanakan oleh PT. Pupuk Kaltim, 498 ha di antaranya sudah dipanen dengan hasil rata-rata 8,39 ton/ha. Berdasarkan analisa pencapaian GP3K di Kabupaten Tabanan per bulan Juli “ Desember 2011, realisasi pencapaian produktivitas padi GP3K Kabupaten Tabanan 6,3 ton/ha. Hal ini menunjukkan ada peningkatan 0,9 ton/ha dari target pencapaian produktivitas padi di Kabupaten Tabanan sejumlah 5,4 ton/ha. Bila Program GP3K di Bali seluas 6.118 ha, maka akan ada peningkatan padi di Bali sejumah 5.506 ton, paparnya. Terkait hasil ubinan Program GP3K di Subak Manik Menuh, menurut Wijaya Laksana hasilnya bervariasi. Untuk padi varietas Inpari 7 produktivitasnya 7,87 ton/ha, Inpari 10 produktivitasnya 6,98 ton/ha. Sedangkan Cigeulis mencapai 10 ton/ha. Produktivitas tertinggi dicapai padi cigeulis. Produktivitas sebelum ada program GP3K di sini rata-rata 6,3 ton/ha, jelasnya. Usai dilakukan panen padi perdana, pada kesempatan tersebut PT. Pupuk Kaltim juga menyerahkan bantuan dana pembangunan sejumlah Rp 150 juta untuk enam subak peserta GP3K di Kecamatan Tabanan. Perinciannya, bantuan untuk Subak Empas Buahan Desa Buahan, Subak Manik Menuh Desa Sesandan, Subak Wanasara Desa Bongan dan Subak Kelode Desa Tunjuk masing-masing menerima bantuan Rp 20 juta. Sedangkan Subak Babakan Wanasari Desa Wanasari menerima bantuan Rp 30 juta dan Subak Empas Kubontingguh Desa Denbantas menerima Rp 40 juta. (Pekik Anggoro, SP. Penyuluh BPTP Bali) Keterangan foto: 1. Panen perdana padi Program GP3K di Subak Manik Menuh, Kabupaten Tabanan 2. Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Gatot Irianto