Loading...

PROGRAM OPLAH NON RAWA BIKIN PETANI DESA KARANG SAKTI SUMRINGAH

PROGRAM OPLAH NON RAWA BIKIN PETANI DESA KARANG SAKTI SUMRINGAH

Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non Rawa menjadi napas baru bagi sektor pertanian Indonesia, khususnya bagi petani yang menggarap sawah tadah hujan atau lahan kering. Program ini mencakup perbaikan dan pembangunan infrastruktur pengairan di luar sistem irigasi teknis, seperti rehabilitasi saluran, pembangunan pintu air sederhana, hingga instalasi unit pompa air.Terkhusus untuk Desa Karang Sakti kali ini Program Oplah terfokus dalam pembangunan Sumur Bor dan Instalasi perpipaan yang terletak langsung di areal persawahan.

 

Petani di Desa Karang Sakti, Kecamatan Muara Sungkai kini tengah menikmati hasil manis dari Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non Rawa yang digulirkan pemerintah. Jika sebelumnya mereka terbiasa hanya menanam padi sekali setahun karena ketergantungan pada air hujan, kini lahan-lahan tadah hujan di desa tersebut telah berubah menjadi area produktif yang siap panen lebih sering. OPLAH Non Rawa, sebagai program unggulan Kementerian Pertanian, fokus pada perbaikan dan pembangunan tata kelola air di lahan yang minim pasokan air irigasi teknis. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan produksi panen, tetapi juga menumbuhkan kembali optimisme di kalangan petani Desa Karang Sakti, membuat mereka sumringah menghadapi masa tanam berikutnya. Kunci kebahagiaan petani terletak pada peningkatan infrastruktur konservasi air yang dibangun melalui program ini.

 

Dengan suplai air yang lebih stabil, lahan yang dulunya hanya menganggur setelah satu kali panen kini dapat diolah kembali, memberikan harapan besar bagi peningkatan produktivitas lahan. 

 

Manfaat paling signifikan yang dirasakan adalah lonjakan Indeks Pertanaman (IP) di lahan mereka. Mayoritas sawah tadah hujan di Karang Sakti yang semula hanya memiliki IP 100 (satu kali tanam dalam setahun) kini telah berpotensi untuk mencapai IP 200, bahkan menuju IP 300. Peningkatan frekuensi tanam ini secara langsung berarti produksi gabah desa meningkat dua hingga tiga kali lipat dari kondisi sebelum program OPLAH. Kenaikan produksi ini tidak hanya memperkuat cadangan pangan di tingkat desa, tetapi yang paling penting, mampu menaikkan omzet dan pendapatan keluarga petani secara substansial, memberikan jaminan kesejahteraan yang lebih baik.

Selain dukungan fisik berupa infrastruktur, keberhasilan OPLAH di Karang Sakti juga didukung penuh oleh pendampingan teknis dan penguatan kelembagaan petani. Para petani mendapatkan bimbingan mengenai penggunaan varietas unggul yang tahan kekeringan serta teknik budidaya yang efisien air. Pelaksanaan program yang melibatkan Kelompok Tani secara langsung juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab dalam pemeliharaan sarana yang telah dibangun. Sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan para petani ini menjadi pondasi kuat untuk memastikan bahwa infrastruktur OPLAH yang telah dibangun dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat di setiap musim tanam.

Melihat lahan yang subur dan hasil panen yang kian berlimpah, Program OPLAH Non Rawa di Desa Karang Sakti ini telah menjadi bukti nyata bahwa lahan suboptimal pun mampu memberikan kontribusi maksimal jika disentuh dengan teknologi dan manajemen air yang tepat. Antusiasme dan senyum sumringah para petani menjadi indikator keberhasilan paling jelas, menegaskan bahwa kebijakan pertanian yang fokus pada peningkatan efisiensi air adalah kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan di seluruh wilayah, termasuk di pelosok Muara Sungkai. (Admin_Wahyu)