Loading...

Programa Penyuluhan jawaban Isu Sentral yang Terukur

Programa Penyuluhan jawaban Isu Sentral yang Terukur
Produk sektor pertanian, khususnya tanaman pangan menjadi komoditas strategis bagi bangsa dan negara Indonesia, karena kelangkaan pangan dalam perkembangannya dapat berdampak terhadap meningkatnya angka kriminalitas. Camat Cimanggu Gatot Arif Widodo, S.Sos. MM, pada Musyawarah Penyusunan Programa Penyuluhan Kecamatan Cimanggu di Pendopo Kecamatan setempat (Selasa, 16 OKtober 2012 red) menyatakan, kerawanan pangan sangat dipengaruhi banyak faktor penyebab, sedangkan akibat dari kondisi rawan pangan juga menimbulkan dampak yang sangat luas.Karenanya ketahanan pangan menjadi perhatian serius pemerintah, terbukti dengan dicanangkannya berbagai program kegiatan, baik melalui lembaga-lembaga pemerintah, organisasi / lembaga keswadayaan kemasyarakatan, swasta maupun dunia usaha dan dunia industri. Gatot Arif Widodo menilai, permasalahan ketahanan pangan di wilayah kecamatan Cimanggu juga Menjadi bagian penting dalam penyusunan programa penyuluhan Kecamatan Cimanggu, yang dalam matrik kegiatannya mencerminkan adanya perencanaan yang baik dengan didasari kerja sama yang sinergis antar kelembagaan pemerintah dan pelaku utama serta pelaku usaha dan swasta. Apalagi menurut Gatot, pembangunan pertanian secara luas sampai saat ini masih dihadapkan dengan berbagai hambatan, seperti masih adanya penilaian sistem pertanian nasional dan daerah yang terkesan belum sepenuhnya saling klik, program lintas sektoral yang belum terlihat sinkron dan sulit berkembang, serta hambatan Sumber Daya Manusia dan hambatan anggaran. Sementara dilihat dari analisa kemungkinan adanya ancaman, Camat Cimanggu menilai, pengaruh kebijakan luar negeri sangat besar terhadap pemerintah dalam pengambilan keputusan publik, adanya perdagangan internasional maupun sabotase melalui impor pupuk palsu. Sedangkan ancaman dari Dalam Negeri dapat berupa terbatasnya daya dukung nasional, ancaman tata guna lahan / RTRW yang berdampak terhadap berkurangnya lahan pertanian. Untuk mengatasi hambatan dan ancaman tersebut khususnya yang berkaitan dengan pembangunan penyuluhan pertanian secara luas di wilayah kecamatan Cimanggu, salah satu solusinya adalah dengan tersusunnya programa penyuluhan kecamatan Cimanggu tahun 2013 yang sistematik sebagai instrument perencanaan partisipatif dalam menggali potensi, merumuskan keadaan, permasalahan dan sasaran/target yang ingin dicapai pada tahun 2013. Untuk itu, dalam menyajikan matrik kegiatan dalam setiap kolom isiannya seharusnya dapat terukur secara kuantitatif, tidak lagi bersifat kualitatif, meski untuk merubah Sikap, perilaku, dan ketrampilan relatif lebih sulit. Aku Camat Cimanggu Gatot Arif Widodo. Kepada para penyuluh serta pelaku utama dan pelaku usaha di wilayah Kecamatan Cimanggu, Camat Gatot Arif Widodo mengingatkan, dalam musyawarah penyusunan programa penyuluhan kecamatan Cimanggu dapat mengangkat isu-isu sentral yang terjadi di lapangan yang dalam tataran pelaksanaannya dapat terukur kinerjanya ditandai dengan adanya penguatan kapasitas kelembagaan, baik penyuluhan maupun kelembagaan di tingkat petani, pengembangan kapasitas bulding, memenuhi dimensi waktu baik dalam pelaksanaan maupun perlakuan, serta tepat isi dilihat dari materi dan metode penyuluhannya. Sebagai salah satu dokumen perencanaan, kunci keberhasilan dari penyusunan programa penyuluhan terletak pada sejauhmana penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha mampu melaksanakan rencana yang telah disusun bersama tersebut, jelas Camat Cimanggu Gatot Arif Widodo, mengakhiri sambutannya.(AP)