PROSES PANEN DAN PASCA PANEN PADI Panen dan pasca panen padi sangat menentukan kuantitas dan kualitas gabah dan mutu beras setelah penggilingan. Proses panen dan pasca panen padi dapat dilakukan sebagi berikut : Tentukan waktu panen yang tepat 90-95% gabah menguning (berlaku untuk semua varietas). Umur tanaman 165-180 hari (dari mulai sebar benih) atau 50-60 hari (dari mulai pembungaan) untuk pandan wangi. Ukur kadar air dengan "moisture tester": 25-27% (hujan) atau 21-24% (kemarau). Jaga kemurnian varietas Kenali ciri-ciri fisik gabah dari varietas yang ditanam Penggunaan alat panen yang tepat: Sabit yang tajam, sabit bergerigi atau mesin pemanen. Perontokan Dengan gebot, power threser atau pedal threser Perontokan Perontokan segera setelah panen. Penggunaan alas gebotan yang lebih luas dan harus dipertimbangkan arah anginnya. Gunakan tirai penutup. Diwadahi dalam karung atau wadah lain, hindari cemaran benda asing. Pengeringan Keringkan gabah dengan dijemur diatas lantai jemur atau dengan alat pengering (terutama musim hujan). Ketebalan gabah 5-7 cm, dibalik setiap 2 jam. Gabah giling: Kadar air 13-14%, Gabah/benih untuk disimpan lama: <12% TIPS: Pertahankan suhu pengering 42°C untuk benih dan 50°C untuk gabah giling (konsumsi). Sebelum digiling, gabah yang baru dikeringkan harus diangin-anginkan dahulu untuk menghindari butir pecah/patah. Pengemasan dan penyimpanan Pengemasan dengan Karung Super (kedap oksigen). Tujuan kemasan yang kedap oksigen dan gas lainnya, adalah: meningkatkan perkecambahan biji-bijian, mengendalikan serangga tanpa insektisida kimia, meningkatkan persentase beras kepala dari gabah yg disimpan sekitar 10%. Kantung siap disimpan di gudang. Ditulis oleh : Endang Murtiningsih, BPP Kecamatan Karas, Kab. Magetan