Budidaya bunga gumitir adalah salah satu usaha yang mempunyai prospek cukup baik di daerah Bali. Hal ini disebabkan karena bunga ini hampir selalu digunakan untuk keperluan keagamaan di Bali. Tidak hanya digunakan sebagai sarana upacara, bunga ini juga digunakan sebagai hiasan pada pesta, hiburan, dan lainnya. Tanaman ini selain dibudidayakan secara khusus, sering juga ditanam sebagai penghias halaman rumah. Umumnya bunga gumitir ini banyak dibudidayakan pada daerah dataran tinggi. Dengan banyaknya kebutuhan akan bunga gumitir, saat ini banyak bermunculan petani bunga gumitir di Bali pada dataran rendah misalnya Kota Denpasar. Budidaya bunga gumitir adalah bunga yang mudah untuk dirawat dan bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan. Jika dilihat dari harga bunga gumitir masih terbilang stabil akibat kebutuhan yang kontinyu. Sampai saat ini harga bunga gumitir dipasaran bisa mencapai Rp.8.000,00 - Rp.12.000,00 per kilogramnya. Apalagi menjelang hari raya di Bali biasanya harga bunga tersebut menjadi melonjak tinggi hingga mencapai Rp.30.000,00 perkilogramnya. Biaya yang dihabiskan untuk satu bibit tanaman bunga gumitir sebesar Rp. 1.500 per pohonnya. Sedangkan produksi satu pohon selama tanaman hidup dengan 20 kali pemetikan bisa mencapai 2 kg per pohon. Untuk cara budidaya tanaman bunga gumitir ini sangat sederhana, berikut adalah tata cara budidaya bunga tersebut: 1. Mengolah lahan dengan cara digemburkan dengan bajak. 2. Membuat gundukan atau bedengan dengan tinggi sekitar 30 – 40 cm. 3. Membuat parit untuk saluran drainase sebesar 50 – 60 cm di sekeliling gundukan atau bedengan tersebut. 4. Sebelum menanam bedengan diberikan pupuk organik dengan takaran 20.000 ton per ha dan pupuk dasar NPK 150 Kg/Ha. 5. Berikan mulsa plastik disetiap gundukan atau bedengan dengan tujuan untuk memudahkan pemeliharaan dari gangguan gulma. Mulsa ini bermanfaat untuk menjaga kelembaban tanah, menjaga kestabilan suhu, mengurangi penguapan pupuk serta menjaga struktur tanah agar tetap gembur jika terkena air hujan. 6. Berikan tanda pada gundukan yang telah berisi mulsa untuk dilubangi sebagai tempat untuk menanam bibit bunga gumitir. 7. Siapkan bibit bunga gumitir, yang saat ini sudah mudah diperoleh tanpa harus menyemai terlebih dahulu. 8. Tanamlah bibit bunga gumitir pada gundukan yang telah selesai disiapkan. Untuk waktu menanam lakukan disore hari agar tidak layu tersengat matahari. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 40 cm x 60 cm. Jarak dalam satu barisan dibuat dengan jarak 40 cm. Penanaman sebaiknya dilakuka pada sore hari. 9. Lakukan pemeliharaan setiap hari dengan cara menyiram tanaman bunga gumitir apabila terjadi musim kemarau. Di samping itu juga perlu dilakukan penyiangan terhadap gulma yang terdapat di sekitar tanaman bunga gumitir. 10. Berikan pupuk NPK kembali setelah 10 hari tanam dengan dosis pupuk NPK 2 sendok per pohon. Pemupukan selanjutnya 35 hari setelah tanam. 11. Lakukan pengamatan terhadap serangan hama dan penyakit. Jika terdapat serangan berikan semprotan obat seperti matador dengan interval 1 minggu sekali. Hama yang sering menyerang adalah belalang, sedangkan penyakit utama yang menyerang tanaman gumitir ini adalah jamur. Dimana jamur ini menyebabkan daunnya menjadi hitam dan akhirnya kering. Untuk mengatasi serangan jamur itu, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida, jika tanaman gumitir sudah menunjukkan warna hitam maka sebaiknya dilakukan pencabutan pada tanaman tersebut agar tidak mempengaruhi tanaman yang lainnya. 12. Panen bunga gumitir dilakukan setelah berumur 60 hari, hingga bunga sudah kembang sempurna yang ditandai dengan habisnya putik di tengah-tengah bunga. Dari cara budidaya di atas bisa terlihat prosesnya sangat sederhana, sehingga mampu diterapkan oleh kebanyakan masyarakat yang hendak bertani bunga gumitir. Dan bisa dilihat harga bunga gumitir yang selalu stabil mampu membawa keuntungan bagi petani. Sumber :http://petanitop.blogspot.com/2016/06/prospek-budidaya-bunga-gumitir-yang.htmlhttp://www.agrowindo.com/peluang-usaha-budidaya-bunga-gemitir-dan-analisa-usahanya.htmlhttps://kimlombokbaratkab.wordpress.com/2015/06/04/prospek-budidaya-bunga gumitir/ Dirangkum oleh : Ni Wayan Lilis Sukma Dewi (CPNS Penyuluh)