Loading...

PROSPEK TANAMAN KEDELAI

PROSPEK TANAMAN KEDELAI
Peluang peningkatan produksi kedelai di dalam negeri masih terbuka lebar, baik melalui peningkatan produktifitas maupun perluasan areal tanam. Saat ini produktifitas nasional kedelai daru mencapai 1,3 t/ha dengan kisaran 0,6-2,0 t/ha di tingkat petani, sedangkan ditingkat penelitian sudah mencapai 1,7-3,2 t/ha, tergantung pada kondisi lahan dan teknologi yang diterapkan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa produksi kedelai ditingkat petani masih bisa ditingkatkan melalui inovasi teknologi. Upaya perluasan areal dilakukan melalui a) perluasan areal tanaman melalui peningkatan IP pada eksisting areal pola kawasan dari : padi-padi-palawija menjadi padi-padi-kedelai atau padi-kedelai-kedela, b) perluasan melalui kawasan hutan, kawasan hutan jati muda, kawasan kayu putih, kawasan perkebunan sawit dan karet, c) pembinaan areal swadaya kedelai, secara historis ada kawasan yang selalu menanam kedelai, tanpa melihat nilai jual kedelai yang gonjang-ganjing, hal ini lebih banyak dari kondisi lingkungan yang kekurangan air (kedelai lebih tanah kekeringan daripada padi dan jagung). Dukungan inovasi teknologi dari Balitbangtan untuk peningkatan produksi kedelai tahun 2014 telah banyak dilakukan antara lain Varietas unggul, Rakitan pupukhayati, Biopestisida, Rakitan Teknologi spesifik untuk pengembangan kedelai di lahan sawah tadah hujan, sawah irigasi, lahan kering masam, lahan pasang surut, penyediaan benih sumber, karakteristik sifat fisik dan kimiawi kedelai untuk kesesuaian bioindustri (tahu, kecap, tempe, susu kedelai, bubuk kedelai untuk kesehatan). Balitbangtan telah menghasilkan varietas produksi tinggi, varietas ukuran biji dengan karakter toleran cekaman biotik dan abiotik. Varietas yang berbiji kecil seperti Gepak Kuning, Gepak Hijau baik untuk industri tahu dengan rendemen yang tinggi. Varietas biji sedang seperti Wilis, Kaba produksi tinggi adaptasi luas, Ijen toleran hama ulat grayak, Tanggamus produksi tinggi toleran lahan kering asam, Dering varietas unggul produksi tinggi toleran kekeringan pada fase generatif. Pupuk hayati, rakitan pupuk hayati Illetry Soy yang berbahan aktif Rhizobium mampu meningkatkan hasil kedelai secara nyata di halan kering masam. Di samping pupukhayati, Balitbangtan telah berhasil merakiy biopestisida yang efektif mengendalikan hama dan penyakit yang ramah lingkungan. Bio-Lec biopestisida yang mengandung bahan aktif cendawan L lecanii efektif mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kedelai. Rakitan teknologi budidaya spesifik lokasi dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), Rakitan teknologi dengan pendekatan PTT telah teruji di lahan sawah tadah hujan, lahan sawah irigasi, lahan kering, lahan kering masam, lahan pasang-surut, lahan kawasan hutan dan perkebunan mampu meningkatkan hasil hingga lebih dari 2 t/ha. (dELMITA aNDINI-bab tAPAN)