perkembangan usaha kuliner ternyata berdampak positif terhadap usaha di sektor pertanian. secara tidak langsung penggunaan sayuran seperti sawi sebagai salah satu bahan baku usaha kuliner yang semakin meningkat. menjamurnya usaha kuliner berbasis bahan sawi menjadi salah satu alasan meningkatnya kebutuhan sawi. apalagi kondisi keterbatasan petani saat ini yang hanya mempunyai luasan lahan pertanian tergolong kecil yaitu 0,3 hektar. oleh karena itu, peluang usahatani sawi prospek untuk dilakukan. pertumbuhan tanaman sawi yang relatif cepat juga memberikan keuntungan tersendiri bagi petani. pasalnya, perputaran modal pun lebih cepat, dikarenakan periode panennya hanya sampai satu bulan dan bisa dibudidayakan pada dataran tinggi dan dataran rendah. apalagi, jika sayuran tersebut memiliki kualitas tinggi dan dapat diterima di pasar modern dan super market. budidaya sawi tidaklah rumit beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita menanamnya. pertama adalah pilihlah benih yang bersertifikat dan memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi iklim setempat. benih bisa kita dapatkan di kios pertanian, untuk satu hektar kurang lebih dibutuhkan 750 gram benih sawi. kedua adalah membuat plot dengan ukuran 5x5 meter sebanyak 20 plot, satu plot terdiri dari 4 bedengan dengan jarak antara bedengan 20 cm. proses penanaman tidak serentak dimana setiap minggu ditanam sebanyak 5 plot. penanaman yang baik adalah dengan menggunakan bibit dari persemaian. mengapa tidak langsung tanam dari benih?? karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkunganya. bedeng pembibitan berukuran 80-120 cm dan panjangnya 1-3 meter. ketiga setelah bibit berumur 3-4 minggu sejak disemaikan tanamn dipindahkan ke bedengan.hal terpenting dalam penanaman sawi adalah kedalaman penanaman sawi tidak boleh terlalu dalam dan terlalu dangkal. jarak tanam yang bisa digunakan adalah 30 x30 cm atau 20 x20 cm dengan ukuran lubang tanam 4-8 x 6-10 cm. keempat adalah penggunaan pupuk kandang atau pupuk organik cair. pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan prinsip mengurangi penggunaan bahan kimia. pola tanam yang sehat dan sesuai prosedur adalah cara paling baik untuk mencegah adanya serangan hama dan penyakit. kelima adalah panen sawi dilakukan pada umur 30-35 hari setelah tanam. pemanenan dilakukan secara bertahap setiap minggu. lakukan pengairan lahan menjelang panen untuk memudahkan saat mencabut sawi. tiriskan sawi dengan cara mengering anginkan agar tidak mudah busuk. lakukan pengikatan pada sawi yang sudah bersih. bobot perikat biasanya antara 200-250 gram atau 3-5 batang sawi. harga pasaran sawi perikat biasanya berkisar rp 1.500- rp 2.000. (berliantara)