Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Salah satu tujuan dalam berusaha tani padi adalah memperoleh produksi dan pendapatan atau keuntungan yang tinggi. Akan tetapi, keuntungan yang diperoleh petani seringkali tidak sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan. Untuk meningkatkan keuntungan telah dikembangkan metode budidaya padi yang dikenal dengan Istilah Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). PTT merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani. Dari beberapa hasil pengkajian di Lampung, PTT dapat meningkatkan produksi antara 16,67 % s/d 48,64% dibandingkan cara yang biasa dilakukan petani. Komponen PTT dikelompokkan menjadi dua, yaitu : Komponen Teknologi Dasar dan Komponen Teknologi Pilihan Komponen Teknologi Dasar ini sangat dianjurkan untuk diterapkan disemua lokasi padi sawah, meliputi : - Varietas Unggul Baru (VUB) Inbrida atau Hibrida VUB umumnya mempunyai daya hasil tinggi, tahan hama penyakit utama, toleran cekaman lingkungan setempat dan mempunyai sifat khusus tertentu. - Benih Bermutu dan Berlabel Benih bermutu adalah benih varietas asli (murni), bernas dan seragam, daya kecambah tinggi dan sehat. Dengan memakai menggunakan benih bermutu, pertumbuhan dan produksi dapat ditingkatkan. -Pemberian Bahan Organik Dapat berupa sisa tanaman (jerami), kotoran hewan, pupuk hijau dan kompos. Bahan organik ini bermanfaat untuk memperbaiki sifat kimia (kesuburan) tanah, struktur tanah, dan biologi tanah. - Pengaturan Populasi Tanaman Salah satu cara meningkatkan populasi tanaman adalah dengan menggunakan Jejer Legowo. Jejer Legowo adalah pengosongan satu baris tanaman setiap dua atau lebih baris dan merapatkan dalam baris tanaman. Misalnya jejer legowo 2:1, jika satu baris kosong diselingi dua baris tanaman padi, atau 4:1, jika diselingi 4 baris tanaman. Jumlah populasi tanaman jejer legowo 2:1 dan 4:1 dibandingkan dengan jejer tegelnya berturut-turut meningkat 33% dan 60%. - Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan berdasarkan pada kebutuhan tanaman dan status hara tanah. Oleh karena itu, dosis pemupukan antar lokasi dapat berbeda tergantung pada kesuburan tanahnya. - Pengendalian OPT Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dilakukan secara terpadu. Melakukan identifikasi jenis dan populasi hama. Teknik pengendaliannya dilakukan dengan mengusahakan tanaman sehat selalu, menggunakan varietas tahan, menerapkan pengendalian hayati, biopestisida, fisik, mekanis dan atau pestisida kimia sesuai anjuran. Penerapan Komponen Teknologi Pilihan ini disesuaikan dengan kondisi, kemauan dan kemampuan petani setempat yang meliputi : - Pengolahan Tanah Pengolahan tanah sampai berlumpur dan diratakan. Hal ini dimaksudkan untuk menyediakan tempat tumbuh yang baik dan seragam bagi tanaman padi serta mengendalikan gulma. Pengolahan tanah dapat menggunakan traktor atau ternak, menggunakan bajak singkal sampai kedalaman lebih dari 20 cm. tanggul jerami, gulma dan bahan organik yang telah dikomposkan dibenamkan kedalam tanah bersamaan dengan pengolahan tanah pertama. - Penggunaan Bibit Muda Beberapa keuntungan penggunaan bibit muda (umur kurang dari 21 hari) antara lain tidak stres akibat pencabutan bibit dipersemaian, pengangkutan dan penanaman kembali disawah dibandingkan dengan bibit yang lebih tua. - Penanaman Bibit 1-3 Batang per Rumpun Bibit ditanam 1-3 batang per rumpun. Jika lebih dari 3 batang akan meningkatkan persaingan antar bibit dalam rumpun yang sama. -Pengairan Pengairan secara efektif dan efisien dapat dilakukan dengan teknik berselang. Setelah selesai penanaman, pertanaman yang dikeringkan selama 5 hari, kemudian diairi lagi begitu seterusnya dipertahankan agar tanah tetap lembab sampai fase anakan maksimal. -Penyiangan Dengan Landak (Gasrok) Penyiangan awal gulma menjelang 21 HST, penyiangan selanjutnya tergantung pada keadaan gulma. Penggunaan alat gasrok tidak hanya untuk mematikan gulma, tetapi juga untuk memotong akar utama untuk merangsang pertumbuhan akar baru. Selain itu juga meningkatkan jumlah udara di dalam tanah. -Panen Tepat Waktu Panen dilakukan jika sebagian besar gabah (90%-95%) telah bernas dan berwarna kuning.