Loading...

PUAP Tingkatkan Kemandirian Petani Kota Denpasar

PUAP Tingkatkan Kemandirian Petani Kota Denpasar
Sekitar 60 Petani di Kota Denpasar, Senin (23/7) mendapatkan pelatihan PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar. Hadir sebagai pembicara adalah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar dan Ketua Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A). Acara yang diselenggarakan di Ruang Rapat UPT Penyuluhan, Denpasar Selatan ini dibuka oleh Kadis DPTPH, I Gede Ambara Putra. Dalam sambutan, Beliau menyatakan bahwa persoalan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi, serta organisasi petani yang masih lemah. Oleh karena itu, Program Jangka Menengah Pemerintah berfokus pada Pembangunan Pertanian Pedesaan melalui PUAP sebagai embrio terbentuknya Lembaga Keuangan Mikro di pedesaan. Beliau pun berharap melalui Acara Apresiasi ini dapat terbangun kemandirian dan keberdayaan masyarakat pertanian dan pedesaan secara berkelanjutan. Perpaduan antara partisipasi dan keswadayaan masyarakat dengan dukungan stimulan pemerintah mutlak diperlukan. Kabid Pemasaran, Kabid Teknik beserta jajarannya, dan PPL pendamping PUAP se-Kota Denpasar turut serta dalam Apresiasi. Pengurus Gapoktan PUAP yang hadir tampak antusias menyimak narasumber menyampaikan materi. Narasumber Guru Besar FE UNUD, I Wayan Ramantha, menyampaikan materi Lembaga Keuangan, Manajemen Lembaga Keuangan Mikro Untuk Sehat Dan Berkembang Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Regional, serta Membangun Generasi Kreatif Melalui Wirausaha. Presentasi tentang KUR (Kredit Usaha Rakyat) khusus Bidang Agribisnis dari BRI Kanwil Renon pada acara ini adalah suatu yang menarik bagi peserta. Adanya bentuk kredit yang ditawarkan akan sangat membantu permodalan usaha pertanian dari hulu sampai hilir. Bunga yang dikenakan sangat ringan, hanya 4% setahun dengan keringanan angsuran, dapat dibayar maksimal setahun sekali. Sistem angsuran kredit tersebut menyesuaikan dengan kondisi cashflow usaha di bidang agribisnis, terutama pertanian hulu yang pendapatannya musiman, misalnya petani padi yang berpendapatan setiap kali panen, empat bulan sekali. Kegiatan Apresiasi ini merupakan wadah bagi seluruh penggerak dan pelaku PUAP untuk bertukar pikiran dan pengalaman dalam menyukseskan program pemerintah tersebut. Kelak, Gapoktan PUAP yang telah menjadi Lembaga Keuangan Mikro Pedesaan, dapat menjadi sumber modal utama bagi pelaku agribisnis, terutama petani. Dengan demikian, diharapkan akan tercapai peningkatan kesejahteraan bagi para petani. Ditulis oleh : Marcella Wayan K.R.,SP (PP Pertama)