1. Pengertian
Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk sesuai kebutuhan tanaman, kondisi tanah, dan target hasil agar unsur hara tersedia dalam jumlah cukup, seimbang, dan efisien.
2. Tujuan Pemupukan Berimbang
- Menyediakan unsur hara sesuai kebutuhan tanaman.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk.
- Memperbaiki kesuburan tanah jangka panjang.
- Menghasilkan pertumbuhan dan hasil padi yang optimal.
- Mengurangi pencemaran lingkungan akibat pupuk berlebih.
3. Manfaat Pemupukan Berimbang
- Pertumbuhan tanaman lebih seragam dan sehat.
- Malai lebih banyak, bulir bernas meningkat.
- Menghemat biaya karena pupuk digunakan efisien.
- Produktivitas naik 10–20%.
- Menjaga kesuburan tanah untuk musim tanam berikutnya.
4. Prinsip Pemupukan Berimbang
· Tepat Jenis → N, P, K, dan pupuk organik.
· Tepat Dosis → sesuai rekomendasi uji tanah atau BWD (bagan warna daun).
· Tepat Waktu → disesuaikan fase pertumbuhan padi.
· Tepat Cara → cara aplikasi yang efisien dan merata.
5. Jenis Unsur Hara dan Fungsinya
|
Unsur Hara |
Pupuk Sumber |
Fungsi |
|
Nitrogen (N) |
Urea |
Merangsang pertumbuhan daun & batang. |
|
Fosfor (P) |
SP-36 |
Merangsang akar & pembentukan malai. |
|
Kalium (K) |
KCl |
Menguatkan batang, meningkatkan ketahanan hama & penyakit. |
|
Organik |
Kompos, pupuk kandang |
Memperbaiki struktur & kesuburan tanah. |
6. Ciri Tanaman Kekurangan Hara
· Kekurangan N: daun pucat, pertumbuhan lambat.
· Kekurangan P: daun bawah keunguan, akar lemah.
· Kekurangan K: tepi daun mengering, batang lemah mudah rebah.
7. Dosis Pemupukan
Dosis pemupukan padi sawah bervariasi, pada umumnya di Kab Konawe khususnya di Kecamatan Tongauna Utara menggunakan Urea sebanyak 200 kg/ha, NPK 300 kg/ha, dan pupuk organik 1000 kg/ha.