A. Pengertian Pupuk Bokashi
Bokashi berasal dari bahasa Jepang yang berarti "fermentasi bahan organik." Berbeda dengan kompos biasa yang membutuhkan proses aerobik (dengan oksigen), bokashi menggunakan proses fermentasi anaerobik (tanpa oksigen) sehingga lebih cepat matang dan kandungan hara lebih terjaga. Keunggulan pupuk bokashi adalah tinggi kandungan unsur hara dan lengkap unsur hara makro : N, P, K, Mg, S,Ca dan unsur hara mikro : Zn, B, Fe, Cu, Mn, Mo, dan Cl serta sudah terurai sehingga siap diserap akar tanaman. Selain itu pupuk bokashi padat juga mengandung efektiv mikroorganisme yang bermanfaat untuk menekan pertumbuhan pathogen dalam tanah.
Kotoran hewan (kohe) ternak merupakan limbah dari usaha ternak yang apabila tidak dikelola atau dimanfaatkan akan mengganggu Kesehatan lingkungan, namun apabila dikelola dengan baik dan benar bisa memberikan beberapa keuntungan. Diantaranya meningkatkan nilai tambah hasil peternak, peningkatan kesuburan lahan, tanah menjadi gembur.
B. Manfaat Pupuk Bokashi
1. Menyuburkan tanah secara alami serta memperbaiki struktur tanah (gembur & poros)
2. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah
3. Menyediakan unsur hara makro dan mikro
4. Mengurangi ketergantungan pupuk kimia
5. Ramah lingkungan dan murah
6. Meningkatkan hasil dan kualitas tanaman
C. Bahan dan Alat
1. Bahan Utama
Bahan bisa disesuaikan dengan ketersediaan lokal:
√ Kotoran ternak (sapi/kambing/ayam) ± 50%
√Jerami cincang / sekam / daun kering ± 30%
√ Dedak / bekatul ± 10%
√ Arang sekam (jika ada) ± 10%
2. Bahan Fermentasi
√ EM4 pertanian ± 100 ml
√ Gula merah / gula pasir ± 100–200 gram
√ Air bersih secukupnya
(EM4 bisa diganti MOL: air cucian beras, bonggol pisang, air nira, dll)
3. Alat
√ Ember / jerigen
√ Sekop / cangkul
√ Terpal / karung plastik
√ Timbangan (jika ada)
D. Cara Pembuatan Pupuk Bokashi
1.Pertama-tama buat larutan dari EM4, gula merah/ gula pasir dan air dengan perbandingan 1 ml : 1 ml : 1 liter air. Aduk rata, diamkan ± 10–15 menit
2. Mencampur semua bahan padat (kotoran ternak, jerami, dedak, arang sekam) dicampur secara merata diatas lantai/terpal yang kering
3. Larutan EM4 disiramkan menggunakan gembor secara perlahan dan bertahap sehingga terbentuk adonan. Adonan yang terbentuk jika dikepal dengan tangan, maka tidak ada air yang keluar dari adonan. Begitu juga bila kepalan dilepaskan maka adonan Kembali mengembang (kandungan air sebesar 30%).
4. Adonan selanjutnya dibuat menjadi sebuah gundukan setinggi 15-20 cm. Gundukan selanjutnya ditutup dengan terpal atau plastic tebal selama 7-14 hari. Selama dalam proses, suhu bahan dipertahankan antara 40-60°C. jika suhu melebihi 60°C, maka karung penutup dibuka dan bahan adonan dibolak-balik dan selanjutnya gundukan ditutup Kembali.
5. Setelah empat belas hari terpal atau plastik penutup dapat dibuka. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika bahan bokashi terfermentasi dengan baik.
E. Ciri Bokashi Siap Pakai
✅ Warna coklat kehitaman
✅ Tidak berbau busuk (bau tape/tanah)
✅ Tekstur remah
✅ Tidak panas
Jika masih berbau menyengat → fermentasi dilanjutkan
F. Cara Penggunaan Pupuk Bokashi
1. Tanaman Pangan (Padi, Jagung, Kedelai) Dosis: 1–2 ton/ha. Waktu saat pengolahan tanah atau sebelum tanam
2. Sayuran 0,5–1 kg per lubang tanamDicampur dengan tanah
3. Tanaman Buah 2–5 kg per pohon Aplikasi 2–3 kali setahun
4. Pekarangan Tabur merata lalu dicangkul ringan
Penyusun. Muslimin, S. P(BPP PURIALA)