Loading...

Pupuk Kandang yang Membuat Poktan Sejahtera Berkembang

Pupuk Kandang yang Membuat Poktan Sejahtera Berkembang
“Jangankan Tanaman Sayuran, Rumput saja tidak mau tumbuh!” Begitulah keluhan Pak Sukarni saat menceritakan awal Kelompok Tani Sejahtera membuka lahan Pertanian Hortikultura. Luas lahan tersebut 2 Ha, terletak di Jalan Lingkar, Dusun Kampung Baru, Desa Sungai Selari. Kami berjumpa Pak Karni di pondok kayu tepi lahan sayuran, fungsinya sebagai tempat berkumpul kelompok tani. “Saya ikut membuka lahan ini, lalu membuat pagar di sekelilingnya. Tantangan awal kami pindah ke lahan ini adalah tanahnya tidak bisa menyimpan air. Pagi kami siram, pagi itu juga tanah langsung kering. Sampai rumput pun enggan tumbuh.” Kenangnya. Ceritanya usaha pertanian dibidang sayur-sayuran ini sudah beberapa kali pindah lahan, dari Siak Kecil lalu ke Desa Buruk Bakul hingga ke Desa Sungai Selari. Melalui penyuluhan dan kegiatan olah tanah, dengan mencampurkan pupuk organik serta pupuk kandang ke lahan pertanian, kini Poktan Sejahtera sudah menemukan solusi permasalahan. Khalil Rahman, SP Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari UPT BPP Kecamatan Bukit Batu, menumbuhan kelompok tani (Poktan) Sejahtera. Mengadakan pertemuan petani, membuat berita acara pembentukan kelompok, lalu mendampingi perkembangan Poktan Sejahtera. Penyuluh Pertanian dari BPP Kecamatan Bukit Batu menyatakan bahwa bahan organik berfungsi mengikat butiran tanah yang lepas menjadi menggumpal. Pupuk kandang menjadikan struktur tanam menjadi gembur dan maksimal dalam menyerap air. Mencampur bahan organik serta pupuk kandang ke lahan pertanian, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air. Kelompok tani sejahtera dengan ketua Akiong, bekerja keras mengatasi masalah yang menghadang. Mulai dari mengganti cangkul dengan handtraktor sebagai alat pengolah tanah hingga memupuk dengan bahan organik dan pupuk kandang. Upaya perbaikan struktur tanah tersebut berjalan sukses, lahan poktan sejahtera kini bisa digunakan sebagai media tanam yang subur. Masih dari cerita Pak Sukarni, bahwa lahan yang memiliki 200 bedengan ini, sudah 7 kali menjadi tempat menanam hortikultura. Dalam setahun, Poktan Sejahtera melakukan 4 kali tanam sayuran. Ada 3 jenis komoditi sayuran yang dibudidayakan, yaitu Pare, Gambas dan Mentimun. Masa tanam ini, Poktan Sejahtera menanam di 40 Bedengan. Anggota Poktan Sejahtera memanen sayur gambas saat berumur 35 Hari Setelah Tanam (HST), sedangkan sayur pare dan mentimun dipanen saat berumur 30 HST. Sudah seminggu memanen, hasilnya yaitu 500 Kg Gambas, 500 Kg Pare dan 600 Kg Mentimun. Harga sayuran saat ini berada pada kisaran 8.000 Rupiah. Hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan dikirim ke Kotamadya Dumai dan Kota Pekanbaru.