Loading...

Pupuk Organik Cair (poc)

Pupuk Organik Cair (poc)
Penyusun : BPP Garoga Dinas Pertanian Tapanuli Utara Pupuk Organik Cair dari Kulit pisang dan Air cucian beras Alat & Bahan ALAT Bahan Botol plastik bekas Air Cucian Beras saringan pertama Wadah ukuran sedang Kulit buah segar (Pisang) Gunting/pisau Molase tebu/gula merah/gula putih Solasiban Air EM4 Cara Pembuatan Cacah kulit pisang menjadi potongan-potongan kecil Iris gula merah/gula putih, kemudian larutkan dengan air Masukkan 1 takar tutup botol EM4 kedalam larutan gula Masukkan potongan kulit pisang kedalam botol plastic Masukkan air/air cucian beras kedalam botol plastic yang telah terisi potongan pisang Kemudian masukkan larutan gula yang telah dicampur dengan EM4 kedalam botol Tutup botol secara rapat kemudian goyangkan untuk beberapa saat Simpan dalam kondisi teduh, terhindar dari sinar matahari langsung,selama 1-2 minggu. Jangan lupa untuk membuka dan menutup kembali tutup botol setiap hari untuk membuang gas yang terjadi selama proses fermentasi Anjuran Pemakaian Dengan sistem kocor, perbandingan poc dengan air adalah 1 : 10, atau 1 L poc dilarutkan dalam 10 L air.Sedangkan, dengan system semprot, perbandingan poc dengan air adalah 1 : 20, atau 1 L poc dilarutkan dalam 20 L air.Lebih baik digunakan 2 minggu sekali pada tanaman Manfaat Pupuk Organik Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibanding pupuk anorganik. Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik. Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada di tanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman. Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan. Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji. Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara. Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah. Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit dan tanaman lebih sehat. Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak. Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan. Unsur yang penting diperlukan tanaman Nitrogen (N) Nitrogen (N) merupakan salah satu unsur hara utama dalam tanah yang sangat berperan dalam merangsang pertumbuhan dan memberi warna hijau pada daun. Kekurangan nitrogen dalam tanah menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu dan hasil tanaman menurun karena pembentukan klorofil yang sangat penting untuk proses fotosintetis terganggu. Di tanah gambut,kadar N relatif tinggi,namun sebagian Netrogen tersebut dalam bentuk Organik sehingga harus memerlukan proses mineralisasi untuk dapat digunakan tanaman. Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman. Nitrogen merupakan bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis biologis yang mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam tumbuhan.Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan klorofil,energi sinar matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dansenyawa nitrogen. Adapun peranan N yang lain bagi tanaman adalah : Berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, memberikan warna pada tanaman, panjang umur tanaman, penggunaan karbohidrat, dll. Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Adapun gejala yang ditimbulkan akibat dari kekurangan dan kelebihan unsure N bagi tnaman adalah sebagai berikut : pertumbuhan kerdil, warna daun menguning, produksi menurun, fase pertumbuhan terhenti, Efek dari kelebihan unsur N bagi tanaman : kualitas buah menurun, menyebabkan rasa pahit (seperti pada buah timun), produksi menurun, daun lebat pertumbuhan vegetative yang cepat, menyebabkan keracunan pada tanaman. Posfat (P) Pupuk ini berwarna abu-abu coklat muda; sebagian P larut air; reaksi fisiologis: sedikit asam. Bahaya meracun sulfat relatif kecil dan sulfidanya yang berasal dari reduksi sulfat juga rendah. Bekerjanya lambat dan kemungkinan pelin­dian juga rendah. Bila diberikan pada tanah yang banyak mengandung Fe3+ dan Al3+ bebas akan terjadi sematan P oleh kedua unsur tersebut. Karena lambat bekerjanya pupuk ini diberikan sebagai pupuk dasar Pupuk Posfat (P) bagi Tanaman berperan dalam proses: a.respirasi dan fotosintesis b. penyusunan asam nukleat c. pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah. d. Perangsang perkembangan akar, sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap kekeringan, dan, e. Mempercepat masa panen sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan waktu panen. a). Kekurangan pupuk Fosfor daun tua menjadi keunguan cenderung kelabu. Tepi daun cokelat , tulang daun muda berwarna hijau gelap. Hangus , pertumbuhan daun kecil , kerdil , dan akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil. b). Kelebihan Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman. Kalium (K) Pada dasarnya Unsur Kalium (K) dalam tanah berasal dari: mineral-mineral yang terdiri dari primer tanah seperti: feldspar dalam bentuk KalSi3O8 (sumber utama) sebanyak 16 %, mika 5,2 % (terbagi dalam bentuk biotit ( (H,K)2(M,Fe)2Al2(SiO4)3) sebanyak 3,8 % dan muskovit (H2Kal3(SiO4)3) sebanyak 1,4 %); mineral sekunder: illit (hidrous mika), vermikulit, khlorit, dan mineral tipe campuran. Dalam proses pertumbuhan tanaman, unsur K merupakan salah satu unsur hara makro primer yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak juga, selain unsur N dan P. Unsur K diserap tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion K+ dan banyak terkandung pada abu, seperti pada abu daun teh yang muda mengandung 50 % K2O, pucuk tebu muda mengandung 60 – 70 % K2O. Kandungan unsur K pada jaringan tanaman sekitar 0,5 - 6% dari berat kering. Bila tanaman sama sekali tidak diberi K, maka asimilasi akan terhenti. Ubi kayu, kentang, tebu nanas paling banyak memerlukan K2O di dalam tanah. Fungsi kalium bagi tanaman adalah Mempengaruhi susunan dan mengedarkan karbohidrat di dalam tanaman. Mempercepat metabolisme unsur nitrogen. Mencegah bunga dan buah agar tidak mudah gugur. Sebagai aktivator enzim. Sekitar 80 jenis enzim yang aktivasinya memerlukan unsur K. Membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman. Membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman. Membantu pembentukan pati dan protein. Pembukaan stomata (mengatur pernapasan dan penguapan). Proses fisiologis dalam tanaman. Proses metabolik dalam sel. Mempertinggi daya tahan terhadap kekeringan dan penyakit selain itu juga berperan dalam perkembangan akar. Membantu mekanisme pengaturan osmotik di dalam sel Berpengaruh langsung terhadap tingkat semipermiabilitas membran dan fosforilasi di dalam khloroplast. Mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman, meningkatkan resistensi terhadap penyakit. Meningkatkan kualitas buah-buahan. Dampak kekurangan unsur Kalium bagi tanaman: Tanaman yang kekurangan unsur hara Kalium akan menunjukkan gejala yang mirip dengan kekurangan unsur N. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis). Bedanya dengan kekurangan unsur N, gejala kekurangan unsur K dimulai dari pinggir helai daun sehingga terlihat seperti huruf V terbalik. Manfaat dari Kulit Pisang Pupuk organik cair dari kulit pisang sangat bermanfaat untuk tanaman. Kandungan nutrisi kulit pisang untuk tanaman sangat besar, terutama unsur kalium. Selain itu, juga terdapat unsur fosfor, magnesium, sodium, sulfur, karbohidrat dan vitamin tertentu yang sangat berguna untuk tanaman. Manfaat dari air cucian beras Selain kandungan nutrisi yang tinggi, ternyata air cucian beras juga mengandung beberapa bakteri antagonis yang mampu melawan bakteri jahat / patogen. Kehadiran bakteri baik tersebut juga bisa mencegah kehadiran hama jenis kutu-kutuan dengan cara memcahkan sel telurnya sebelum menjadi hama yang mengganas, tentunya selain tanaman menjadi subur dan segar, penggunaan pupuk dari air cucian beras juga dapat meningkatkan imunitas tanaman terhadap serangan hama. berikut beberapa jenis bakteri baik yang terkandung pada air cucian beras. 1.Bakteri Pseudomonas fluorescens Bakteri ini adalah sejenis mikroorganisme yang mampu beradaptasi serta mengkloning diri dengan baik pada sistem perakaran tumbuhan. Keunggulannya adalah dapat mensitesis metabolit yang bertugas untuk menghambat pertumbuhan patogen. 2.Bakteri Pektolitik pektin Bakteri pektolitik pektin adalah jenis mikroba yang bertugas untuk mensitesis karbohidrat serta asam amino untuk menghasilkan hormon tumbuh atau zat pengatur tumbuh (biasa disingkat dengan ZPT). 3.Bakteri Xanthomas maltophilia Bakteri inilah yang mampu menginfeksi sel hama embun tepung karena perkembangbiakannya yang cepat pada suhu di atas 33 derajat celcius.