1. Bokashi Jerami 2. Bokashi Pupuk KandangBahan BahanJerami 200 kg (dipotong 5-10 cm) Pupuk kandang 300 kgDedak 10 kg Dedak 10 kgSekam 200 kg Sekam 200 kgGula pasir 10 sendok makan Gula pasir 10 sendok makanEM 4 200 ml (20 sendok makan) EM4 200 ml (20 sendok makan)Air secukupnya Air secukupnya 3. Bokashi Pupuk Kandang-Arang 4. Bokashi Pupuk Kandang TanahBahan BahanPupuk kandang 200 kg Tanah 20 kgDedak 10 kg Pupuk kandang 10 kgArang sekam/arang serbuk gergaji 100 kg Dedak 10 kgGula pasir 10 sendok makan Arang sekam/arang serbuk sergaji 10 kgEM4 20 ml Gula pasir 5 sendok makanAir secukupnya EM4 200 ml dan air secukupnya 5. Bokashi ekspresBahanJerami (daun) kering/sekam/serbukgergaji (dipotong 5-10 cm) 200 kgBokashi yang sudah jadi 20 kgDedak 20 kgGula pasir 5 sendok makanEM4 200 mlAir secukupnya Cara pembuatan :a) Larutan EM4 + gula + air dicampur merata.b) Untuk masing-masing bokashi :• Bokashi jerami: jerami yang telah dipotong-potong + dedak +sekam dicampur merata.• Bokashi pupuk kandang: pupuk kandang + sekam + dedak dicampur merata.• Bokashi pupuk kandang arang: pupuk kandang + dedak + arang sekam/arang serbuk gergaji dicampur merata.• Bokashi pupuk kandang tanah: tanah + pupuk kandang + arang sekam/arang serbuk gergaji + dedak dicampur merata.• Bokashi ekspres: jerami kering (bahan yang lain) + bokashi yangsudah jadi + dedak dicampur merata.c) Bahan (2) disiram larutan (1). Pencampuran dilakukan perlahan-lahan dan merata hingga kandungan air kurang lebih 30-40%. Kandungan air yang diinginkan diuji dengan menggenggam bahan. Kandungan air 30-40% ditandai dengan tidak menetesnya air bila bahan digenggam dan akan mekar bila genggaman dilepaskan.d) Bahan yang telah dicampur tersebut diletakkan di atas tempat yang kering atau dapat juga dimasukkan ke dalam ember atau karung. Bila diletakkan di lantai, bahan sebaiknya ditumpuk secara teratur. Tumpukan bahan umumnya setinggi 15-20 cm, tetapi dapat juga hingga 1,5 m. Setelah itu, tumpukan bahan ditutup dengan karung goni atau terpal.e) Suhu tumpukan dipertahankan antara 40-500C. Untuk mengontrolnya, setiap 5 jam sekali (minimal sehari sekali) suhunya diukur. Apabila suhunya tinggi maka bahan tersebut dibalik, didiamkan sebentar agar suhu turun, lalu ditutup kembali. Demikian seterusnya.f) Proses fermentasi ini berlangsung sekitar 4-7 hari, kecuali untuk bokashi ekspres, fermentasi ber langsung 24 jam. Apabila bahannya mengandung minyak (seperti minyak kayu putih, nilam, cengkih, ampas kelapa, atau ampas tahu), proses fermentasi berlangsung lebih lama, sekitar 14-29 hari karena dibutuhkan waktu untuk menetralisir minyak tersebut.g) Setelah bahan menjadi bokashi, karung goni dapat dibuka. Bokashi ini dicirikan dengan warna hitam, gembur, tidak panas, dan tidak berbau. Dalam kondisi seperti itu, bokashi telah dapat digunakan sebagai pupuk. Penggunaan :Bokashi dapat digunakan seperti pupuk kandang atau pupukkompos. Dosis yang umum digunakan yaitu 2-4 kg/m tergantungkesuburan tanah.Penggunaan berbagai macam bokashi secara umum sama.Namun, alangkah baiknya bila penggunaannya disesuaikan denganunsur hara dalam bokashi tersebut.a. Bokashi jerami dan bokashi pupuk kandang baik digunakan untuk melanjutkan fermentasi penutup tanah (mulsa) dari bahan organik dan digunakan di lahan sawah karena ketersediaan bahannya cukup.b. Bokashi pupuk kandang dan bokashi pupuk kandang tanah baik digunakan untuk media pembibitan dan media tanaman yang masih kecil.c. Bokashi ekspres baik digunakan untuk penutup tanah (mulsa) pada tanaman sayur dan buah-buahan. Keunggulan :Dengan bantuan EM4, bokashi yang diperoleh sudah dapat digunakan dalam waktu yang relatif singkat, yaitu setelah proses 4-7 hari. Selain itu, bokashi hasil pengomposan tidak panas, tidak berbau busuk, tidak mengundang hama dan penyakit, serta tidak membahayakan pertumbuhan atau produksi tanaman. Penulis : Sutrisno, A.MdBalai Penyuluhan Pertanian Kec. Padureso Artikel ditulis pada: 3-10-2018