PUPUK ORGANIK
Di Susun Oleh : Muhamad Dzulfikar Yahya. SP
Pendahuluaan
Penggunaan pupuk saat ini semakin meningkat sesuai dengan kenaikan tingkat intensifikasi, pertambahan luas areal pertaniaan,serta makin beragamnya penggunaan pupuk sebagai usaha peningkatan hasil pertanian.
Pemerhati lingkungan khawatir dengan pemakaiaan pupuk anorganik akan menambah tingkat polusi tanah yang ahirnya berpengaruh juga terhadap kesehatan manuasia. Berdasarkan hal tersebut makin berkembang alasan untuk mengurangi penggunaaan pupuk anorganik ,agar terhindar dari penurunan kesuburan tanah.
Pupuk organik adalah pupuk yang asal bahannya di dapat dari mahluk hidup baik sisa tanaman maupun kotoran/limbah ternak, sebagaian besar pupuk organik berbentuk padatan seperti pupuk kandang dan kompos.
Dengan bantuaan teknologi pupuk organik dapat pula dibuat cair.
Cara Pembuatan Bokashi
Bokashi di buat dengan memfermentasikan bahan organic oleh mikroorganisme efektive yaitu bakteri yang terkandung dalam EM-4, sehingga dapat mempercepat dekomposisi bahan organic menjadi senyawa orgnik yang mudah diserap tumbuhan. Sebenarnya bokashi tidak berbeda jauh dengan kompos, hanya saja pembuatannya memanfaatkan teknologi mikroorganisme efektif. Jika proses pembuatan kompos biasa memerlukan waktu berbulan-bulan, membuat bokashi cukup satu minggu. Pembuatan bokashi dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku di masing-masing lokasi dengan cara sebagai berikut :
Bahan :
- Pupuk kandang 750 kg (kotoran domba, ayam, sapi dll)
- Sekam padi 200 kg (jerami, sisa sayuran, sekam,serbuk gergaji dll)
- Dedak/bekatul 50 kg
- EM-4 1 liter
- Molase atau Larutan gula , 1kg/10 liter air
- Air secukupnya
Tahapan Pembuatan :
1. Potong hijauan daun (3 – 5 cm) atau bila ada mesin pembuat kompos masukan bahan supaya lebih halus
2. Campurkan bahan hijauan,kotoran ternak, dedak, serbuk gergaji hingga rata
3. Larutkan EM-4 + ditambah air gula kedalam 200 liter air
4. Siramkan larutan secara perlahan,secara merata ke dalam campuran di atas, lakukan hingga kandungan air di adonan menjadi 30 %. Tandanya bila campuran dikepal air tidak keluar dan bila kepalan di buka adonan mekar
5. Hamparkan adonan diatas lantai kecil dengan ketebalan 15 sampai 20 cm , lalu tutup dengan karung goni atau terpal selama 5 – 7 hari .
6. Agar suhu adonan tidak terlalu panas akibat fermentasi yang terjadi, adonan diaduk setiap hari hingga suhu dapat dipertahankan pada kisaran 45 0 sampai 50 0 C
7. Setelah satu minggu pupuk bokashi dapat digunakan
A. Bokashi Padat
Bahan :
- Pupuk kandang 300 kg (kotoran domba, ayam, sapi dll)
- Sekam padi 150 kg
- Dedak/bekatul 50 kg
- EM-4 500 ml
- Molase atau Larutan gula yang dilarutkan 200 ml
- Air secukupnya
Tahapan Pembuatan :
B. Bokashi Cair (untuk 200 liter)
Bahan :
- Pupuk kandang 30 kg (kotoran domba, ayam,sapi dll)
- Hijauan daun secukupnya
- EM-4 1 liter
- Gula pasir 1 kg
- Terasi 1 kg
- Air 200 liter
- Dapat pula dapat ditambah pupuk NPK untuk memperkaya nutrisi
Tahapan Pembuatan :
Keunggulan pupuk organik
1. Mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah
2. Dapat memperbaiki struktur tanah, menyebabkan tanah menjadi ringan untuk diolah dan mudah ditembus akar
3. Meningkatkan daya menahan air
4. Sumber hara bagi tanaman
5. Mengandung mikrobia dalam jumlah cukup yang berperan dalam proses dekomposisi bahan organic
6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas tanaman