Put More heart in your hands (letakan lebih banyak hati di tanganMu) Hal ini disampaikan Kepala desa Inegena Wilfridus Welo dalam sapaan pembuka pada kunjungan dari Tim UNICC-IFAD, Kemendes PDTT, Dinas PMD Provinsi NTT, ke desa Inegena Kecamatan Bajawa Utara, Rabu 14 Desember 2022. menurutnya untuk membangun desa Inegena yang mata pencariannya 90% adalah pertani, butuh campur tangan banyak pihak sehingga proses pembangunan untuk kesejateraan masyarakat bisa tercapai. Kepala desa juga melaporkan tentang produk unggulan desa Inegena yang sekarang ini dikembangkan adalah kemiri 135 ha dengan produksi 342 ton/ha, jagung 75 ha, ubi kayu cimanggu 27 ha dan sawah 73 ha. Permasalahan yang dihadapi adalah produk unggulan seperti kamiri belum ada pengolahan secara baik sehingga masyarakatnya menjual secara glondongan. Mayarakat desa Inegena masih memisahkan kulit kemiri menggunakan alat tradisional sehingga waktu banyak terbuang untuk satu pekerjaan. Beliau berharap dengan adanya Program TEKAD dapat mengatasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya seperti tersedianya mesin pemecah kemiri dan mesin pengolahan lainya. Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDP3A) Kabupaten Ngada, Yohanes C.W.Ngebu mengatakan Pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) di bidang pertanian bertujuan untuk membangun pertanian bukan hanya menghasilkan produksi hasil pertanian tetapi harus sampai industri, sehingga Ngada tidak hanya menyiapkan bahan baku melainkan juga menghasikan hasil olahan yang bernilai di pasar domestik maupun pasaran dunia. Hal ini sesungguhnya sejalan dengan Prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Ngada “Tante Nela Paris” (Tani, Ternak, Nelayan dan Pariwisata) yang menitik beratkan pada sektor pertanian sebagai leading sector yang mampu merangsang pertumbuhan sektor-sektor lain, sehingga bermanfaat dan memacu perkembangan ekonomi. Menurut kadis PMDP3A untuk mendukung pelaksanaan Program Tekad dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang berkompeten dilaksanakan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan di desa- desa berupa dukungan kebijakan dan teknis OPD terkait Seperti Dinas Pertanian ,Peternakan, Perikanan dan lain-lain sehingga arah kebijakan yang sudah ada dapat berjalan sesuai tujuan pembangunan desa dan Daerah. Lebih lanjut Jhony Watu menjelaskan tentang model itegrasi pembangunan Desa dan Daerah dimulai dari singkronisasi perencanaan dan penganggaran pembangunan desa dan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Ngada sesuai renja perangkat daerah yang berkolaborasi dengan angaran Pembelanjaan desa yang tujuan akhirnya berdampak kenaikan IDM , penurunan stunting, penurunan angka kemiskinan, dan tercapainya sasaran program, pusat,propinsi dan daerah.Rencana kedepan Pemereintah Kabupaten Ngada melalui program Tekad, Mendorong Perencanaan Berbasis Kawasan melalui Perencanaan Desa 2023,Meningkatkan Nilai Tambah Produk secara berkelanjutan yang menghasilkan Produk Olahan (Barang setengah jadi/barang jadi), Mendorong Promosi dan Pemasaran Bersama Produk Unggulan Desa melalui BUMDes/BUMDesma dan atau Lembaga Ekonomi Desa lainnya, Melakukan Replikasi Model Program TEKAD pada lokasi Non TEKAD sebagai wujud Kebijakan Desa Investasi, Pencapaian Target IDM dan Lokasi Desa TEKAD menjadi Ruang Belajar,Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektoral/OPD Teknis Kabupaten dan Lintas Program dalam mendukung Transformasi Ekonomi Desa. DIRJEN PEID ir.Harlina sulistyorini,M.Mi, mengapresiasi pelaksanaan TEKAD di Kabupaten Ngada Khususnya di desa Inegena. Beliau berharap desa Inegena mengembangkan produk unggulan yang pada akhirnya menjadi contoh bagi wilayah desa yang lainya. Mr. Albert dari UNICC-IFAD berharap TEKAD di kabupaten Ngada Khususnya di desa Inegena berjalan baik dan mempunyai nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. “saya sangat senang datang ketempat ini, desa ini sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah dan saya disambut sangat luar bisa, semoga kedepan ada bule lain yang datang kesini” ujarNya Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur pengembangan produk unggulan desa daerah tertinggal dan transmigrasi Ari Indarto Sutjiatmo, Camat Bajawa Utara Drs.Yohanes Nday, Para Kepala Bidang Dinas PMDP3A, Kepala BPP Watukapu Kristianus Neni Siga Taa,segenap Pendamping TEKAD, para pengurus Tekad desa se kecamatan Bajawa Utara Penulis : Frumensius Gili Toy (Penyuluh Desa Inegena) Editor : Kristianus Neni Siga Taa,SST (Kepala BPP Watukapu)