Loading...

Rahasia Petani Sukses: Mengolah Bawang Merah Pasca Panen Untuk Nilai Jual Tinggi

Rahasia Petani Sukses: Mengolah Bawang Merah Pasca Panen Untuk Nilai Jual Tinggi
Panen bawang merah umumnya dilakukan setelah tanaman mencapai umur sekitar 60-70 hari setelah tanam, tergantung pada varietas dan lokasi tanam. Ciri-ciri tanaman bawang merah siap panen adalah batang bagian bawah lunak, daun menguning, dan sebagian umbi terlihat di atas permukaan tanah. Pemanenan sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah dan tanah kering untuk menghindari serangan penyakit busuk umbi di gudang. Penentuan Waktu Panen Tujuan penentuan waktu panen adalah untuk memperoleh kondisi tanaman yang optimal sehingga dapat dilakukan pemanenan bawang merah dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Penentuan waktu panen bawang merah dapat dilakukan dengan cara: (1) Visual yaitu kondisi daun mulai menguning, daun rebah, umbi tampak menonjol dari permukaan tanah, dan warna umbi kelihatan kemerahan (2) Komputasi yaitu penentuan umur tanaman sejak tanam (tergantung varietas/kultivar, cuaca/musim dan pemeliharaan Teknik dan Cara Panen Pemanenan dilakukan dengan cara: (1) mencabut seluruh bagian rumpun tanaman secara manual dengan tangan sehingga umbi dan akar turut tercabut (2) bila umbi bawang merah sulit dicabut karena tanah keras dapat dilakukan dengan alat bantu cungkil (3) panen dilakukan serentak seluruh petak untuk umur tanaman yang sama (4) Panen dilakukan pagi hari setelah tidak ada embun (5) untuk tujuan bibit, panen dilakukan siang hari dan sehari sebelum panen tidak boleh disiram Berikut adalah tahapan pasca panen bawang merah: Pengeringan Bawang merah yang baru dipanen dijemur di tempat teduh atau di bawah naungan untuk menghindari kerusakan akibat sinar matahari langsung Proses penjemuran bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam umbi dan merontokkan tanah yang menempel Penjemuran bisa dilakukan selama beberapa hari, tergantung kondisi cuaca Sortasi dan Grading Bawang merah yang sudah kering disortir untuk memisahkan umbi yang rusak atau cacat Umbi yang baik kemudian dikelompokkan berdasarkan ukuran dan kualitas (grading) Standar grading dapat mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia) atau kesepakatan lainnya Pengemasan Bawang merah dapat dikemas dalam berbagai jenis wadah, seperti karung jaring atau keranjang Untuk pengiriman jarak jauh, bawang merah bisa dikemas dalam karung jala dengan berat tertentu Pengemasan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan selama transportasi Penyimpanan Bawang merah sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik Tempat penyimpanan yang ideal adalah rak-rak yang terpisah dari lantai untuk menghindari kelembaban Tumpukan bawang merah tidak boleh terlalu tinggi untuk memastikan sirkulasi udara yang baik Penyimpanan yang tepat dapat memperpanjang masa simpan bawang merah hingga beberapa bulan Penulis Yuliana, BPP Kecamatan Muara, Dinas Pertanian Tapanuli Utara Sumber: https://pertanian.sultengprov.go.id/