Loading...

RAIH CUAN DENGAN BUDIDAYA BUNGA KRISAN

RAIH CUAN DENGAN BUDIDAYA BUNGA KRISAN
Krisan adalah salah satu tanaman hias yang cukup populer dan banyak dibudayakan di Indonesia. Bunga krisan tidak hanya dikenal salah satunya karena bunga yang indah secara visual dan, namun juga memiliki potensi peluang usaha yang menjanjikan. Bunga krisan biasa dimanfaatkan masyarakat sebagai bunga potong karena daya tahannya relatif lebih lama dari bunga potong lainnya serta dekorasi ruangan salah satu nya dalam bentuk pot. Krisan pot cukup diminati karena tahan lama dan dinilai lebih praktis serta mudah dipindahkan, praktis serta tahan lama dengan perawatan yang intensif. Krisan juga dapat berfungsi untuk menghisap racun Bunga krisan dapat tumbuh baik pada kisaran suhu 20 sampai 240C dengan cahaya yang cukup tidak berlebihan. Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah tanah dengan tekstur liat berpasir, gembur, subur dan drainasenya baik, serta bersih dari hama dan penyakit, dengan pH kisaran 5,5 sampai dengan 7. Tanaman krisan dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 700 sampai 1200 mdpl. Krisan merupakan tanaman bunga semusim, dimana dalam pertumbuhannya diharapkan dapat serempak, sehingga waktu panen bisa bersamaan. Bunga krisan memiliki warna yang beragam dan menjadi salah satu tanaman hias bunga potong yang penting baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat baik. Saat ini krisan juga menjadi salah satu bunga yang paling banyak dikenal di Indonesia karena memiliki keunggulan warna yang beragam dan tahan lama, bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari. Peluang untuk mengembangkan budidaya krisan, untuk pasar di dalam maupun luar negeri tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, peluang usaha bisnisnya dapat dikembangkan. Untuk menghasilkan bunga krisan yang memiliki kualitas baik dan memiliki nilai jual maka didukung dengan budidaya yang optimal. Tahapan budidaya yang dapat dilakukan untuk bunga krisan antara lain sebagai berikut : Hal pertama yang dapat dilakukan adalah menyiapkan lahan terlebih dahulu dengan memperbaiki struktur tanah lebih baik sehingga pertumbuhan akar menjadi baik dan juga membersihkan gulma yang ada. Setelah pengolahan tanah dilakukan kemudian dibuat bedengan dan diberikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar pada bedengan dan kemudian disiram. Untuk penanaman dalam pot, maka media tanam harus dipersiapkan lebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam pot (contoh media tanam yang dipakai adalah sekam bakar, sabut kelapa dan pupuk kompos dengen perbandingan 1 masing-masing). Perkembangbiakan tanaman Krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan, setek pucuk, dan kultur jaringan. Cara penyimpanan setek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu, kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik. Selanjutnya setek bisa ditumbuhkan dalam tempat pembibitan. Setek siap tanam setelah berumur sekitar 2 minggu. Untuk penanaman di lahan, sebelum bibit ditanam lahan yang sudah disiapkan disiram sampai basah hingga ke bagian dalam tanah. Untuk penanaman dalam pot , pertama yang dilakukan adalah seleksi bibit, Kemudian bibit dibawa ke tempat penanaman menggunakan tray. Pemeliharaan tanaman Krisan meliputi : penyiraman, penyiangan, pemupukan, pemangkasan, pengendalian hama/penyakit. Peran air sangat penting dalam pertumbuhan tanaman Krisan, terutama pada awal pertumbuhan. Penyiangan tanaman pertama dilakukan 2 minggu setelah tanam secara manual dengan mencabut gulma, kemudian dilakukan secara rutin tergantung kondisi lapang. Krisan merupakan tanaman hari pendek, sehingga untuk merangsang pertumbuhan vegetatif harus ditambah penyinaran pada malam hari. Penambahan sinar lampu pada malam hari dilakukan sejak bibit ditanam, sehingga pemasangan instalasi lampu harus sudah terpasang sebelum penanaman. Untuk budidaya Krisan di lahan, pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur hari setelah tanam, dan pemupukan kedua dilakukan setelah tanaman berumur 6 minggu. Pupuk yang diberikan umumnya NPK. Untuk Krisan dalam pot pemupukan susulan bisa diberikan dalam pot sekitar tanaman atau diberikan pupuk cair. Untuk mencegah serangan hama/penyakit dilakukan dengan cara membersihkan lingkungan (sanitasi), sterilisasi lahan, pemberian pestisida. Penyemprotan pestisida awal sebagai pencegahan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 minggu setelah tanam, dan selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan interval 1 minggu sekali sampai 1 minggu sebelum panen. Krisan biasa dipanen mulai umur 90 hari setelah tanam (HST), tetapi pada kondisi tertentu baru bisa dipanen mulai umur di atas 100 HST. Waktu panen yang baik adalah pada pagi hari antara pukul 06.00-09.00 WIB. Panen dilakukan secara seleksi yaitu dengan cara memilih tanaman yang bunganya siap dipanen. Pemanenan bunga Krisan dilakukan dengan cara mencabut bunga bersama dengan akarnya, kemudian bagian pangkalnya dipotong menggunakan gunting. Untuk bunga Krisan pot tipe Standar pemanenan dilakukan apabila telah mencapai umur 9-12 minggu setelah tanam. Pemanenan dilakukan pada saat kemekaran bunga 50-60%. Bunga Krisan yang telah dipanen kemudian disiram dengan air. Bunga Krisan yang sudah di grading kemudian dibungkus menggunakan kertas putih. Pembungkusan bertujuan untuk menjaga agar bunga tidak mengalami kerusakan sehingga kualitas bunga tetap terjaga. Bunga Krisan pot yang sudah dipanen dikemas dengan cara membungkus dengan plastik bening dan bagian atasnya terbuka. Hal ini dimaksudkan agar bunga Krisan pot tidak rusak dalam pengangkutan. (Jks)