Rakor Dampak Lahan Sawah Yang Mengalami Kekeringan
Pertanian menjadi sektor yang sangat penting untuk mencukupi kebutuhan pangan dunia yang terus berkembang. Namun, pertanian juga memerlukan penggunaan air yang besar untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Irigasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menyediakan pasokan air yang cukup dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Salah satu inovasi dalam bidang irigasi adalah teknologi irigasi tersier, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air di perkebunan. Seperti irigasi tersier yang dikembangkan untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan air. Sistem ini memanfaatkan teknologi modern dan metode yang canggih untuk mendistribusikan air dengan tepat dan efisien pada tingkat tanaman individu. Dengan menyediakan kebutuhan air yang sesuai pada waktu yang tepat, irigasi tersier dapat meningkatkan hasil produksi perkebunan secara keseluruhan. Mengenai pengaduan petani yang berada di desa Lamahu pada lahan padi sawah ada beberapa titik irigasi yang krisis air karena sumbatan akibat sedimen yang menumpuk, hingga berdampak ke beberapa lahan sawah yang berada pada desa lain. Pada 1 agustus 2025, rapat koordinasi mengenai dampak lahan sawah yang mengalami kekeringan akibat saluran tersier yang banyak sedimen yang menumpuk, sehingga mengakibatkan saluran tersier yang mengairi persawahan tersumbat. Rapat ini dihadiri oleh Kepala BRMP Provinsi Gorontalo, Balai Wilayah Sungai, Bidang PSP; DKPP Bone Bolango, BPP Bulango Selatan dan petani. Bulango Selatan, 21 Agustus 2025 Penulis: Yusran Ibrahim, S.P PPL APBD