Jajar legowo kini menjadi salah satu alternatif pada budidaya padi, pada awalnya teknologi ini bertujuan untuk mengurangi serangan hama dan penyakit pada tanaman padi, tapi kini justru menjadi cara efektif mendongkrak produktifitas tanaman padi,kelebihan lainnya adalah sistem ini justru lebih ramah lingkungan. Cara tanam jajar legowo merupakan salah satu tehnik produksi yang memungkinkan tanaman padi dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi, bukan hanya itu ,petani juga kan lebih mudah aplikasi pupuk dan pengendalian organism pengganggu tanaman, selama ini produksi padi kerap tidak optimal karena serangan hama dan penyakit dan gulma, karena itu melalui perbaikan cara tanam padi dengan sistem jajar legowo diharapkan akan meningkatkan produksi . Budidaya jajar legowo dengan perhitungan 2 banding 1 [40 cm x (20 cm x 10 – 15 cm ) ] adalah salahsatu cara tanam pindah sawah yang memberikan ruang pada setiap duan barisan tanamann namun jarak tanam dalam barisan lebih rapat yaitu 10 cm tergantung dari kesuburan tanah. Pada tanah yang kurang subur kebiasaan petani tanam cara tegel yakni 20 cm x 20 cm menggunakan jarak tanam dalam barisan 10 cm, pada tanah dengan kesuburan sedang kebiasaan petani tanam cara tegel 22 cm x 22 cm jarak tanam dalam barisan 12,5 cm, pada tanah yang subur 25 cm x 25 cm dengan jarak tanam dalam barisan 15 cm. Keunggulan Legowo 2 dibandingkan sistem biasa adalah semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggir yang biasanya member hasil yang lebih tinggi ( efek tanaman pinggir, penggunaan pupuk juga lebih optimal, lebih mudah dalam pengendalian hama / penyakit dan gulma.. peningkatan populasi tanaman per hektar yang diharapkan akan meningkatkan produksi, dari hasil uji coba penanaman terjadi peningkatan populasi tanaman hingga 30 % dibandingkan dengan tanam system tegel atau biasa, populasi tanaman legowo 2 per hektar adalah 21 rumpun per meter kubik. Dikatakan tadi lebih mudah dalam pengaplikasian pupuk karena dalam melakukan pemupukan melewati barisan /lorongan jadi bisa dikatakan tidak akan ada tanaman yang terlewati atau dobel dua kali dalam pemupukan. Demikian juga dalam pengendalian hama dan penyakit penyemprotannya bisa dengan mudah melewati lorongan sampai ketengah petakan sawah , pengamatanya pun kita bisa enak sampai ke tengah petakan sawah lewat lorong barisan dan tanaman pun tidak rimbun, sehingga kita bisa lebih jelas mengenali jika ada hama atau penyakit yang ada pada tanaman padi meskipun itu berada di tengah petakan sawah,, pengamatannya pun bisa sering dilakukan . tapi kalau dengan sisitem tegel atau biasa kemungkinan pengamatanya Cuma hanya di pinggir saja karena mau ke tengah petakan sawah tanamannya rimbun jadi tidak ada jalan untuk ketengah petakan , denga seringnya mengamati adanya hama /penyakit ,bisa tahu seberapa jauh serangan hama / penyakit yang ada pada tanaman padi , jadi bisa antisipasi sebelumnya dengan mengadakan pencegahan penyemprotan dengan pestisida nabati saja . Dengan adanya penyemprotan dengan pestisda nabati tadi niscaya tidak akan mencemari lingkungan disekitanya terutama pada musuh alami dari hama /penyakit tanaman padi tersebut.bisa dikatakan budidaya tanaman padi dengan system jajar legowo ini adalah ramah lingkungan. Sumber : Dikutip dari berbagai sumber