Loading...

Rangkaian Persiapan Kunjungan World Bank Di Lokasi SIMURP Kecamatan Binong, Kab. Subang

Rangkaian Persiapan Kunjungan World Bank Di Lokasi SIMURP Kecamatan Binong, Kab. Subang
Hari ini Jum`at (17/03/2023) sedang dilaksanakan koordinasi ke Satuan Pelayanan BPTPH Wilayah 2 Kabupaten Subang sebagai rangakaian persiapan Kunjungan World Bank di lokasi SIMURP Kecamatan Binong. Bapak Iduk Supriatna selaku Kepala Satpel BPTPH Wilayah 2 memberikan dukungan pada kegiatan Kunjungan World Bank di lokasi SIMURP melalui fasilitasi drone pengendali OPT serta bahan pengendali OPT, yaitu pestisida nabati berbahan dasar Daun Mindi. Pestisida Nabati berbahan dasar Daun Mindi yang akan digunakan dapat menghambat hama bertelur dan perkembangannya serta menghambat perkembangan cendawan. Menurut Bapak Iduk Supriatna, penggunaan daun mindi ditujukan bagi pengendalian hama wereng melalui racun perut dan kontak. Kevin Derrian F, selaku Sub-Koordinator Sektor Metoda dan Informasi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Satpel BPTPH Wilayah 2 atas dukungannya dalam keberhasilan penerapan teknologi CSA di lokasi SIMURP Kabupaten Subang. Koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan intensitas dukungan dan kerjasama antar stakeholder provinsi, kabupaten, dan kecamatan dalam rangka menyukseskan kegiatan SIMURP Provinsi Jawa Barat Kemudian, menindaklanjuti rangkaian persiapan kunjungan World Bank ke lahan demplot CSA (Climate Smart Agriculture) Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, dilaksanakan juga koordinasi antara Sektor Metode dan Informasi Distanhorti Provinsi Jawa Barat selaku Tim Teknis PPIU SIMURP, Dinas Pertanian Kabupaten Subang selaku Tim Teknis KPIU SIMURP, BPP Kecamatan Binong, P3A, GP3A, Koordinator dan Tim Pendamping Masyarakat (TPM) dari Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, serta petani dari Poktan Kedingding selaku pelaku CSA. Koordinasi yang dilakukan mencakup tentang sistem pengairan yang telah diaplikasikan di demplot CSA yang akan dikunjungi esok hari, 18 Maret 2023. Pengairan yang dilakukan oleh GP3A sudah sesuai dengan permintaan petani melalui Ulu-ulu dan P3A. Saat ini, kondisi pengairan di sawah Kecamatan Binong sudah relatif sama dan merata. Selain pengairan, dibahas pula mengenai sistem pengairan AWD (Alternate Wetting and Drying). AWD menjaga ketersediaan air tetap cukup meskipun kondisi permukaan tanah tidak tergenang. Kondisi ini dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca yang berasal dari gas metana yang timbul dari genangan air di sawah. Sistem tanam yang diaplikasikan pada demplot CSA ini yaitu jajar legowo 4:1 dan 5:1. Sistem tanam ini mendukung tanaman untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup dan mempermudah perawatannya. Varietas padi yang ditanam yaitu varietas Ciherang. Kevin Derrian Firdaus, S.T. selaku Subkoordinator Sektor Metode dan Informasi sepakat pentingnya kolaborasi dari berbagai stakeholder akan mendukung keberhasilan penerapan CSA di Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Subang. Harapannya, kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap pembangunan pertanian melalui pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, serta mengurangi dampak perubahan iklim secara bersamaan. Author: Elfira Rosalita & Nurhayati Puspitarini (Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Barat)