DPRD Pinrang Berjuang Tingkatkan Anggaran Penyuluhan Ketua DPRD Pinrang, Muh. Darwis Bastama, SP berinisiatif hadir di rapat evaluasi penyuluh pertanian yang diselenggarakan oleh BP4K Pinrang, Sabtu, 19 Maret 2011. Kehadiran ketua DPRD itu sebagai bentuk kecintaannya terhadap penyuluh pertanian apalagi dirinya masih menjabat sebagai Ketua komisi Penyuluhan Kabupaten Pinrang. "Saya senang bertemu dengan penyuluh karena merekalah ujung tombak pembangunan pertanian di daerah," ungkap Darwis Bastama mengawali sambutannya dalam pertemuan yang dihadiri 170 orang penyuluh pertanian, perikanan dan penyuluh Kehutanan sekabupaten Pinrang. Musim tanam Oktober-Maret tahun ini kata Darwis Bastama penuh dengan resiko yang diakibatkan oleh perubahan cuaca yang ekstrim sehingga memacu munculnya berbagai jenis serangan hama dan penyakit. "Dengan pertemuan semacam ini merupakan wadah kuat untuk membangun pertanian," kata Darwis Bastama, SP Dalam pertemuan tersebut sejumlah penyuluh menyampaikan keluhan tentang minimnya penganggaran untuk kegiatan operasional penyuluh pertanian di lapangan. "Bagaimana pertanian bisa maju kalau penyuluhnya tidak dibekali amunisi maksudnya sarana dan prasarana penyuluhan yang memadai ," ungkap Anwar kepala Balai penyuluhan Pertanian kecamatan Mattirobulu. Untuk photocopy laporan saja penyuluh menggunakan dana pribadi, tambahnya. Dalam APBD 2011 sudah dianggarkan tambahan operasional penyuluh berupa dana pendampingan sebesar Rp.250.000 perbulan. Jumlah tersebut belum mampu meningkatkan kinerja penyuluh di lapangan. Mendengar keluhan penyuluh pertanian tersebut maka ketua DPRD memberi catatan khusus kepada ketua Komisi II DPRD Pinrang yang membidangi BP4K untuk berupaya mencari alokasi anggaran untuk operasional BPK sebesar Rp.10 juta per kecamatan. "Selama ini BPK yang dahulu BPP belum pernah menerima anggaran operasional," tambah Ir. Yohanis Sampebua, MP kepala BP4K Pinrang. Tantangan penyuluhan pertanian pada musim tanam Oktober-Maret tahun ini cukup berat terutama munculnya serangan hama tikus dan penggerek batang sehingga penyuluh pertanian diharapkan selalu berada di lapangan mendampingi petani. " Realisasi tanama saat ini sudah mencapai 46 ribu ha dari potensi 47.000 ha namun terancam gagal akibat serangan OPT dari serangan ringan hingga berat," kata Ir. Yohanis Sampebua, MP. Ketua Komisi II DPRD Pinrang, H.Andi Muhtar berjuang meningkatkan anggaran penyuluhan dan anggaran pembelian pestisida sebagai buffer stock dari Rp.100 juta tahun lalu menjadi Rp.300 juta tahun anggaran 2011 Berdasarkan hasil laporan dari masing-masing Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK), tercatat bahwa Luas pertanaman padi di Kab. Pinrang adalah 47.000 Ha dengan pertumbuhan Normal. dari luas pertanaman tersebut terserang OPT tikus seluas 720 Ha dan penggerek batang seluas 379 Ha. Dan untuk meminimalisir serangan tersebut telah dilakukan upaya pemberantasan tikus secara massal dan pengendalian penggerek batang sesuai dengan anjuran teknologi. selanjutnya untuk lancarnya pemberantasan serangan OPT tersebut kami sudah memohon kepada Propinsi SulSel untuk bisa diberikan bantuan Rodentisida dan Insektisida karena berhubung stok yang kami miliki sudah habis. Selanjutnya Kepala Lab. Hama Penyakit Tiroang Kab. Pinrang (Bapak Ruslan) memprediksi bahwa kondisi serangan OPT 1 pekan ini dan seterusnya sudah mulai berkurang dan Ia sangat Optimis bahwa Pertanaman di Kab. Pinrang MT Oktober - Maret 2010/2011 akan berhasil. (Penulis: Abdul Salam Atjo, S.Pi- Kelompok Fungsional Perikanan BP4K Pinrang)