Dalam Upaya Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan, Kementerian Pertanian melaksanakan rapat kerja nasional pembangunan pertanian tahun 2017. Acara digelar di ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan tanggal 4 Januari 2017. Kegiatan yang bertemakan Percepatan Swasembada dan Peningkatan Ekspor Melalui Penguatan Infrastruktur Pertanian ini dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, serta Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memaparkan capaian kinerja Kementan selama dua tahun terakhir, antara lain penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) yang awalnya hanya 4.000 unit per tahun saat ini menjadi 180.000 unit. Selain itu, ada terobosan asuransi petani yang memprogramkan asuransi saat banjir atau lin kekeringan. Serta program embung dan benih unggul. Dengan adanya embung maka ketersediaan air ada itu berarti ada kehidupan. Kami sudah gerakan se-nusantara dengan membangun 3.700 embung karena, hal ini dilakukan karena ada lahan tadah hujan yang hanya panen 1 kali satu tahun. Kalau kita bangun embung indeks pertanamannya naik satu kali jadi dua kali. "Benih unggul, dulu asal-asalan, 2016 kami gratiskan 3 juta benih unggul untuk seluruh Indonesia," imbuh Mentan.Disisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Pending Dadih Permana menanggapi pertanyaan wartawan perihal perubahan Kelembagaan Perangkat Daerah bahwa Perubahan kelembagaan perlu disikapi dengan melatakkan fungsi-fungsi sesuai tupoksi yang ada. Perubahan kelembagaan pasti akan menyebabkan stagnasi di berbagai sisi, namun stagnasi tersebut harus segera diatasi dengan memaksimalkan seluruh intrumen program di 2017 harus mulai mengawal seluruh program prioritas mulai dari pangan, horti, peternakan dengan SIWABnya , sarana prasarana mulai digerakkan untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan potensi daerah. Ditambahkan oleh Kabadan, Daerah Perbatasan menjadi prioritas Program Penyuluhan dengan memfokuskan 5 titik kawasan perbatasan dan daerah terisolir. Tugas Penyuluh Pertanian diperbatasan perlu ditingkatkan, kesabaran dan kemampuan untuk membina petani didaerah perbatasan sangat diperlukan dalam mengawal dan mendampingi petani-petani tersebut. Hal ini dikarenakan mereka memiliki akses yang terbatas baik dari sisi informasi, sarana dan sarana produksi serta transportasi. Khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi, BPPSDMP mengupayakan Cyber extension untuk dapat diakses di daerah pedalaman. (Nurlaily).