Rapat Koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti Workshop Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) tentang antisipasi menghadapi dampak perubahan iklim Tahun 2011 tanggal 11-13 Januari di Jakarta, arahan Wakil Gubernur Sumatera Utara pada kunjungan ke Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara tanggal 9 Februari 2011, Pertemuan Workshop Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tanggal 12 Februari 2011 di Jakarta serta Pertemuan Regional I Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan tanggal 16-18 Februari di Hotel J.W.Mariott Medan. Rapat Kordinasi dipimpin oleh Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Drs. Pulung Hutabarat,Ak.MM dan dihadiri oleh Pejabat Struktural dan Fungsional lingkup Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara serta seluruh Kepala Institusi Penyelenggara Penyuluhan dari 33 Kab/Kota se Sumatera Utara. Tujuan Rapat koordinasi adalah untuk mendiskusikan langkah-langkah dan upaya nyatayang akan dilakukan Institusi Penyelenggara Penyuluhan, Penyuluh dan Pelaku Utama baik di tingkat Provinsi,Kab/Kota,Kecamatan/BPP dan lapangan dalam rangka mendukung dan mengamankan pencapaian target/sasaran Produksi padi Tahun 2011 di Provinsi Sumatera Utara dengan rincian luas tanam 803.163 Ha (meningkat 4,52% dari Tahun 2010),Luas Panen 766,029 Ha (meningkat 1,86% dari Tahun 2010),Produktivitas 47,77 Kw/Ha (meningkat 0,14% dari Tahun 2010) dan Produksi 3.659.684 ton GKG (meningkat 2,03% dari Tahun 2010). Setelah mendengar Arahan/paparan Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara tentang langkah-langkah dan upaya nyata serta dukungan Penyuluhan terhadap pengawalan pencapaian target/sasaran Produksi Padi Tahun 2011 di Provinsi Sumatera Utara, serta hasil diskusi selama berlangsungnya pertemuan, dapat dirumuskan dan disepakati Hasil Rapat Koordinasi sebagai berikut : 1. Beberapa tantangan dan permasalahan yang akan dihadapi dilapangan dalam rangka pencapaian target/sasaran Produksi Padi,Jagung dan Kedelai Tahun 2011 di Provinsi Sumatera Utara dan perlu dicermati dan dikoordinasikan disetiap tingkatan untuk dapat diatasi/dieliminir antara lain adalah : a.Optimilisasi penyediaan air irigasi seiring dengan perubahan/anomali iklim (Kekeringan, Banjir,dll) b.Ketetapan Penyediaan dan Penyaluran sarana Produksi (pupuk,benih bersetifat,pestisida,dll) untuk menerapkan Paket Teknologi anjuran c.Kemampuan permodalan petani dan kelompok tani d.Optimal atau tidaknya bimbingan dan pengawalan kelompok tani oleh petugas penyuluh lapangan. e.Dukungan ALSINTAN (Alat Mesin Pertanian) untuk efesiensi . 2. Langkah-langkah dan upaya nyata Institusi Penyuluhan untuk mendukung pencapaian target/sasaran Produksi Padi Tahun 2011 di Sumatera Utara yaitu : 2.1.Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara a.Menyediakan Breakdown target tanam/panen per bulan per Kab/Kota sebagai instrument monitoring ditingkat Provinsi. b.Melaksanakan POSKO (Pos Simpul Koordinasi) Penyuluhan di tingkat Provinsi 1 x 1 bulan pada minggu ke 2 yang dihadiri seluruh institusi penyelenggara penyuluhan Kab/Kota,Dinas Pertanian dan instansi terkait tingkat Provinsi untuk memonitor perkembangan realisasi dan permasalahan yang dihadapi dilapangan khususnya dibidang Penyuluhan.Pelaksanaan Posko akan diatur dengan SK Gubernur. c.Memberikan dukungan sepenuhnya melalui Penyuluh Provinsi untuk transpormasi informasi teknologi,pasar dan permodalan serta berbagai kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah langsung ke Kab/Kota/BPP melalui kegiatan Pelatihan di Kab/Kota/BPP. d.Melaksanakan supervisi dan monitoring ke Kab/kota,BPP dan Lapangan, baik secara terkoordinasi dengan anggota Bakorluh P2K Provinsi Sumatera Utara maupun secara Institusional untuk memantau langsung lapangan. e.Berupaya meningkatkan sarana penyuluh khususnya sepeda motor untuk mendukung kelancaran LAKUSUSI oleh penyuluh lapangan. f.Mendorong Dewan Ketanan Pangan Provinsi Sumatera Utara untuk menetapkan target/sasaran tanam,panen, produktivitas dan produksi padi dan komoditi prioritas lainnya melalui keputusan Gubernur selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan sehingga dapat menjadi acuan seluruh SKPD terkait. g.Mendorong Dinas Pertanian untuk menetapkan Uraian Paket Teknologi Pendukung dalam bentuk Juknis yang ditetapkan melalui SK Kepala Dinas. 2.2.Institusi Penyuluhan Kab/Kota. a.Menyediakan Breakdown target tanam/panen per bulan per Kecamatan/BPP sebagai instrument monitoring ditingkat Kabupaten?kota b.Melaksanakan POSKO (Pos Simpul Koordinasi) di tingkat Kabupaten/Kota 1 x 1 Bulan pada minggu pertama yang dihadiri seluruh Kepala/Koordinator BPP dan Dinas Pertanian serta instansi terkait tingkat Kabupaten untuk memonitor perkembangan pencapaian realisasi dan permasalahan yang dihadapi.Pelaksanaan Posko akan diatur dengan SK Bupati/Walikota. c.Bersama Dinas dan instansi terkait tingkat Kab/Kota menghadiri kegiatan pelatihan 1x2 minggu di BPP untuk transpormasi teknologi,pasar,modal,kemitraan serta berbagai kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah, dll. d.Melaksanakan supervisi dan monitoring ke BPP dan lapangan untuk memantau langsung perkembangan realisasi program. e.Mengistruksikan BPP untuk mengambil langkah-langkah/upaya nyata terhadap kesepakatan pertemuan koordinasi ini. f.Mengupayakan adanya tambahan sarana penyuluh khususnya sepeda motor bagi penyuluh untuk melaksanakan LAKUSUSI melalui APBD masing-masing Kab/Kota. g.Mendorong Dewan Ketahanan Pangan Kab/kota untuk menetapkan target tanam,panen,produktivitas dan produksi padi serta komoditi prioritas lainnya tahun 2011 melalui Keputusan Bupati/Walikota selaku Ketua DKP Kab/Kota sehingga dapat menjadi acuan bersama bagi seluruh SKPD terkait. h.Mendorong Dinas Pertanian untuk menetapkan Uraian Paket teknologi pendukung dalam bentuk Juknis yang ditetapkan melalui SK Kepala Dinas. 2.3. Balai Penyuluh Kecamatan. a.Menyediakan breakdown target tanam/panen per bulan per Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian ( WKPP). b.Melaksanakan POSKO (Pos Simpul Koordinasi) di tingkat Kecamatan/BPP 1x2 minggu yang dihadiri seluruh penyuluh lapangan dan mantri tani Kecamatan serta petugas PHP dan petugas lapangan lainnya untuk memantau perkembangan pencapaian realisasi dan permasalahan yang dihadapi di masing-masing Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP).Pelaksanaan POSKO ini akan diatur dengan SK Bupati/Walikota. c.Memfasilitasi kegiatan pelatihan di BPP 1x2 minggu untuk meningkatkan PKS penyuluh lapangan dan mengundang tutor dari tingkat Kab/Kota dan BPP atau bahkan dari Provinsi. d.Kepala/Koordinator BPP melaksanakan supervisi dan monitoring ke lapangan/Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) untuk memantau langsung kunjungan penyuluh ke kelompok binaan dan melihat keadaan sesungguhnya dilapangan. e.Menginstruksikan penyuluh lapangan untuk mengambil langkah-langkah/upaya nyata terhadap kesepakatan pertemuan koordinasi ini. 2.4. Penyuluh Lapangan. a.Membuat breakdwon target tanam/panen padi per bulan per kelompok tani binaannya dalam rencana kerja tahunan penyuluh lapangan. b.Melaksanakan kunjungan ke kelompok tani 1x2 minggu untuk bimbingan penerapan teknologi (pupuk,benih bersertifikat,pestisida,dll) dan pengawalan target tanam/panen yang sudah disepakti per kelompok. c.Menhadiri POSKO di tingkat BPP 1x2 minggu untuk melaporkan realisasi tanam/panen serta penerapan teknologi permodalan dan permasalahan dari kelompok binaannya. d.Menghadiri pelatihan di BPP 1x2 minggu untuk meningkatkan PKS penyuluh. 2.5. Kelompok Tani. a.Kelompok tani harus disiplin terhadap Rencana Definitip Kelompok (RDK) yang telah disusun dan disepakati serta Rencana Definitip kebutuhan Kelompok (RDKK). b.Kelompok tani harus disiplin melaksanakan musyawarah kelompok apalagi pada saat kunjungan penyuluh lapangan. c.Kelompok Tani harus secara dini melaporkan kendala dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi kepada penyuluh lapangan yang menjadi pembimbing utnuk ditindaklanjuti secara bertingkat. 3. Koordinasi yang harmonis antara Institusi Penyelenggara Penyuluhan dengan Badan/Dinas terkait dan institusi pendukung lainnya yang terkait dengan sektor Pertanian,Perikanan serta Kahutanan perlu diwujudkan disetiap tingkatan mulai dati tingkat Provinsi sampai Kab/Kota,Kecamatan/BPP dan lainnya. 4. Langkah-langkah dan upaya nyata untuk memberhasilkan pencapaian target dan sasaran Produksi padi Tahun 2011 ini, diharapkan dapat menjadi motivasi untuk diberlakukan bagi program prioritas sektor/sub sektor lainnya dan diimplementasikan dengan sebaik-baiknya sehingga pencapaian produksi Padi dan Komoditi lainnya Tahun 2011 dapat tercapai dengan baik. BAKORLUH P2K PROV. SUMATERA UTARA