Mendayung sampan memakai kiau Kiau dikayuh menuju Pulau Tambelan Selamat datang di kote Tanjungpinang Kepulauan Riau Dalam acara Rakorja Ketahanan Pangan Kata sambutan yang diawali dengan pantun oleh Sekertaris Daerah yang mewakili Gubernur Kepulauan Riau pada Pembukaan acara Rapat Koordinasi Kerja Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Riau yang pertama kali di Kepulauan Riau dengan terbentuknya Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Riau pada akhir tahun 2011. Acara pembukaan ini juga disejalankan dengan louncing FSVA yang juga ditandatangani oleh Sekertaris Daerah Kepri, Bapak Drs. Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si . Rapat dilaksanakan dari tanggal 19 sampai 22 Maret 2012 yang dihadiri oleh Ketua DPRD Prov. Kepri, Kepala SKPD di Lingkungan Kepri, Ketua Komisi II DPRD Prov. Dan DPRD Kab/kota Kepri, Tim ekonomi, Kesra dan Penanggulan kemiskinan, Tim penggerak PKK Prov dan Narasumber dari Pusat (Kepala Perencanaan BKP dan Kepala Perencanaan BPPSDM), Kepala BKP Jogjakarta, undangan dan peserta Rakor. Berbicara masalah pangan khususnya kerawanan pangan maka tidak akan terlepas dari masalah kemiskinan. Kemiskinan adalah musuh utama dalam pembangunan manusia, kemiskinan manusia tidak hanya diihat dari tingkat pendapatan yang rendah, juga harus dikaitkan dengan tingkat pendidikan, kesehatan, atau hidup dalam lingkungan yang tidak aman sehingga berkurangnya kesempatan untuk memperluas kemampuan dan potensinya. Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini diwujudkan melalui komitmen alokasi APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota (alokasi Anggaran dengan pendekatan dua banding satu) yang alhamdullillah upaya kita ini mendapatkan apresiasi dari Presiden RI dan dijadikan model program pengentasan kemiskinan. Keberhasilan ini tentunya harus dilakukan secara berkelanjutan dan salah satu target penting adalah melalui penyediaan kebutuhan dasar (pangan) ditingkat rumah tangga miskin, guna mengantisipasi timbulnya kondisi kerawanan pangan. Provinsi Kepulauan Riau sangat mendukung adanya program diversifikasi pangan karena Provinsi Kepulauan Riau merupakan daerah penghasil sagu yang sangat dikenal. Sagu ini banyak diolah menjadi makanan khas seperti lendot, lakse, lempeng sagu, ongol-ongol, kue bangkit gobal, sagon, dll, komoditas ini akan menjadi komoditi unggulan daerah sehingga menjadi alternatif dalam upaya penyediaan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat sehingga upaya percepatan penganekaragaman pangan yang merupakan salah satu tujuan pembangunan ketahanan pangan dapat terwujud. Acara ditutup dengan sebuah pantun. (Eni, Kepri) Raja Ali Haji pahlawan bangsa Gurindam 12 hasil karyanya Rakor Ketahanan Pangan dapat terlaksana Rakyat sejahtera tujuan utamanya.