Loading...

Rapat Koordinasi SIMURP Tahun 2023

Rapat Koordinasi SIMURP Tahun 2023
Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) merupakan kegiatan modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendesak dan penting, yang pelaksanaannya secara lintas Kementerian yaitu BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian di bawah koordinasi Komite Pengarah Nasional Sumber Daya Air (National Steering Committee on Water Resources: NSCWR). SIMURP Kementerian Pertanian yang dilaksanakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) berfokus pada penerapan teknologi CSA yang bertujuan untuk peningkatan produksi dan produktivitas padi, Indeks Pertanaman (IP) dan peningkatan pendapatan petani disertai penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) ditengah dampak perubahan iklim. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky F. Koli, menyampaikan bahwa menghadapi El Nino bulan April 2023 ini, perlu strategi yang baik dan kolaboratif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT telah berupaya dengan mengajak seluruh petani untuk memanfaatkan curah hujan yang ada bertanam tanaman pangan, palawija, sayuran dan perkebunan sesuai kondisi lapangan yanga ada di masing-masing daerah. Menurutnya dengan memanfaat seluruh potensi pendukung yang ada saat ini, maka kedepan diharapkan produksi hasil dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kerja kolaboratif ini dapat terlaksana melalui koordinasi yang baik serta adanya saling mendukung antar stakeholders terkait. Mendukung program kegiatan SIMURP di Provinsi NTT tahun 2023, telah dilakukan Rapat Koordinasi bersama instansi terkait yaitu BAPPELITBANGDA, BWS wilayah NTT dan Konsultan SIMURP pada hari Selasa tanggal 28 Februari 2023 di ruang rapat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dengan hasil antara lain 1) dalam mengahadapi Climate Change (dampak perubahan iklim) koordinasi antar instansi terkait perlu ditingkatkan; 2) Replikasi program kegiatan SIMURP melalui penerapan teknologi CSA dalam meningkatkan kompetensi petani perlu mendapat dukungan dari Pemda dan stakeholders terkait; 3) mendukung peningkatan produktivitas hasil khususnya bagi petani di DI Mbay kanan, disarankan agar penutupan total dilakukan pada akhir bulan Mei 2023; 4) perlunya percepatan penyerapan anggaran mengingat fisik kegiatan yang sudah relative tinggi (45 %). Pada kesempatan ini mewakili BWS NTT Ruben Riwu, menyampaikan juga agar perlu dipertimbangkan pasca proyek atau pasca kegiatan SIMURP ini, sehingga keberlanjutan program kegiatan benar-benar dapat terus menjadi perhatian Pemda dan penyuluh pertanian. Penyuluh Pertanian Maju, Mandiri, Modern Penulis : Ir. Susana K. Laning Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT