Sedang dilaksanakan Rapat Penyusunan Rancangan Kegiatan BPPSDMP TA 2024 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian pada Rabu, 5 April 2023 di Hotel Salak Heritage Bogor. Kegiatan ini secara langsung dibuka oleh Sekretaris Badan PPSDMP, Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si. dengan bahasan awal terkait isu pangan dan program-program prioritas nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian. Selain itu, Sekretaris BPPSDMP juga membahas strategi penganggaran 2024, yakni pengendalian inflasi, penghapusan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan investasi. Dalam merespons terhadap strategi tersebut, BPPSDMP berencana untuk fokus pada beberapa hal saja di 2024, yakni penyelesaian RPJMN 2020-2024, pengutamaan major project dan prioritas nasional, serta proyek pinjaman/hibah luar negeri. Materi selanjutnya disampaikan oleh Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian mengenai “Kebijakan Program dan Anggaran Kementerian Pertanian TA 2024.” Biro Perencanaan Kementan menyampaikan bahwa setiap satuan kerja (Satker) Eselon I perlu mendukung lintas satker dalam lingkup Kementan maupun K/L lainnya di luar Kementan. Dukungan ini disebut sebagai tagging, dan dukungan terhadap kawasan Rebana di Jawa Barat merupakan salah satu hal yang perlu didukung oleh BPPSDMP. Hingga saat ini, BPPSDMP telah menganggarkan dana untuk melatih kelembagaan petani yang ada di lokasi kabupaten kawasan Rebana yang sebagian besar berasal dari proyek IPDMIP yang dikelola langsung oleh Pusat. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat merespons terhadap diskusi mengenai dukungan terhadap pengembangan kawasan Rebana ini. Dalam proses baik penetapan kelembagaan petani yang menerima pelatihan maupun keterlibatan dalam pelaksanaan pengembangannya, Distanhorti Jawa Barat merasa belum dilibatkan secara komprehensif karena koordinasi banyak terjadi hanya antar Bappeda provinsi dan kabupaten, dikawal oleh Kemenkomarves. Harapannya, dengan koordinasi seperti ini, semoga ke depannya Kementan dapat menjalin komunikasi yang tersetruktur dengan seluruh pihak yang terlibat. Red: Kevin Derrian Firdaus (Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Barat)