Loading...

REFRESHING STATISTIK, TINGKATKAN KUALITAS SDM DATA PERTANIAN

REFRESHING STATISTIK, TINGKATKAN KUALITAS SDM DATA PERTANIAN
Program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional) yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat menjadi agenda utama bagi seluruh aparat pemerintah yang berkaitan dengan pertanian, selain Dinas Pertanian di setiap Kabupaten / Kota, salah satunya yang terlibat langsung adalah BPS (Badan Pusat Statistik). BPS melalui Mantis (Mantri Statistik) bekerjasama dengan Mantri Tani Kecamatan dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) setempat menghimpun data hasil panen seluruh komoditas yang ada di masing “ masing wilayah. Dalam menunjang pengumpulan data yang semakin akurat, maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kota Denpasar mengadakan kegiatan Refreshing Statistik selama dua hari, Selasa-Rabu (23-24/10). Peserta kegiatan adalah Mantri Statistik, Mantri Tani, PPL, dan POPT. Bertempat di BPP Denpasar Utara, acara dibuka oleh Kadis DPTPH yang diwakili oleh Kabid Produksi, Ida Bagus Mayun. Hari pertama peserta mempelajari kembali dasar-dasar pengumpulan data sebagai penyegaran ilmu statistik. Termasuk dalam materi tersebut Metode Pengumpulan Data Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kemudian, dijelaskan kembali tentang Metode Survei Ubinan yang sebenarnya sudah biasa dilaksanakan pada setiap pengambilan lahan sampel. Narasumber berasal dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan BPS Provinsi Bali. Praktek pengambilan ubinan dilaksanakan pada hari kedua. Peserta diajak ke lahan sawah di depan BPP Denpasar Utara untuk mempraktekkan dari awal hingga akhir. Dimulai dengan penentuan ordinal / urutan petak, lalu penghitungan langkah dengan titik sumbu arah Barat Daya, pemasangan alat ubinan secara tepat, sampai penggunaan timbangan yang benar dengan memperhitungkan berat karung atau plastik yang digunakan sebagai tempat gabah. Proses terakhir, hasil ubinan dalam kilogram dikalikan dengan faktor pengali 16 sehingga diperoleh produktivitas Gabah Kering Panen dalam satuan kg/are. Para peserta, walaupun mayoritas sudah berpengalaman, namun mereka tetap mengikuti kegiatan dengan tekun hingga selesai. Mereka pun mengharapkan supaya kegiatan Refreshing seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun. Bukan saja menyegarkan kembali ilmu statistik, namun yang lebih penting dari itu ialah mereka dapat bertemu lalu mendiskusikan, utamanya kendala “ kendala yang dihadapi di lapangan. Dengan begitu, solusi bisa diperoleh untuk mempermudah sistem kerja sehingga efisiensi waktu dan tenaga dapat tercapai. Ditulis oleh : Marcella Wayan K.R.,SP (PP Pertama)