Loading...

rembug tani besulutu

rembug tani besulutu

REMBUG TANI

SEKOLAH LAPANG ( SL ) TEMATIK

 

TAHUN 2025

 

Balai Penyuluhan Pertanian

( BPP ) Besulutu

Jln. Poros puunggaluku-Lawonua, Desa Ulupohara Kec. Besulutu (93354)

 

TAHUKAH  KAMU APA ITU REMBUG  TANI ?

 

Rembuk Tani adalah sebuah forum atau pertemuan yang diadakan untuk membahas berbagai permasalahan, tantangan, dan peluang dalam sektor pertanian. Istilah “rembuk” dalam bahasa Indonesia berarti “musyawarah” atau “diskusi”,

sementara “tani” merujuk pada kegiatan pertanian atau profesi sebagai petani. Dengan demikian, Rembuk Tani merupakan ruang bagi para petani, pemangku kepentingan, pemerintah, dan pihak terkait untuk berkumpul, berdiskusi, serta mencari solusi bersama mengenai isu-isu pertanian.

 

Tujuan Rembug Tani :

1.   Meningkatkan Partisipasi Petani dalam Pengambilan Keputusan
adalah melibatkan petani dalam proses pengambilan keputusan, terutama yang menyangkut kebijakan atau program-program yang langsung berdampak pada mereka. Dengan memberikan suara kepada petani,   pihak terkait dapat merumuskan kebijakan yang lebih relevan dan aplikatif.

2.   Menyelesaikan Permasalahan Pertanian
Forum ini memberikan ruang bagi petani untuk mengutarakan masalah yang mereka hadapi di lapangan, seperti serangan hama, kekurangan air, atau akses pasar yang terbatas. Permasalahan ini kemudian dibahas bersama untuk menemukan solusi yang terbaik dan implementatif.

3.   Memperkuat Kerjasama Antara Petani, Pemerintah, dan Swasta
membangun dan memperkuat kerjasama antara petani dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Kolaborasi ini sangat penting dalam menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat dan tangguh.

4.     Peningkatan Kapasitas dan Pengetahuan Petani
Dengan adanya diskusi dan sosialisasi mengenai teknologi dan metode terbaru dalam pertanian, petani dapat meningkatkan kapasitas serta pengetahuan mereka. Hal ini berdampak pada produktivitas pertanian yang lebih tinggi dan berkelanjutan
.

 

Kriteria Penentuan Lokasi Sekolah Lapang:

1. Potensi Biofisik:

o    Kondisi Lahan: Lahan yang digunakan harus sesuai dengan jenis tanaman atau komoditas yang akan dipelajari, serta memiliki drainase yang baik dan terhindar dari banjir atau kekeringan. 

o    Sumber Air: Ketersediaan sumber air yang memadai untuk irigasi sangat penting, terutama untuk tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah banyak. 

o    Kualitas Tanah: Tanah yang subur dan memiliki kandungan unsur hara yang cukup akan mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. 

o    Aksesibilitas: Lokasi sekolah lapang harus mudah dijangkau oleh peserta dan penyuluh, baik dari segi jarak maupun kondisi jalan. 

2.   Potensi Sosial, Budaya, dan  

    Ekonomi:

o    Partisipasi Petani: Keterlibatan aktif petani dalam kegiatan sekolah lapang sangat penting untuk keberhasilan program. Lokasi yang dipilih sebaiknya memiliki petani yang antusias dan bersedia belajar. 

o    Kondisi Sosial Masyarakat: Lingkungan sosial yang kondusif dan harmonis akan mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik. 

o    Potensi Ekonomi: Lokasi yang memiliki potensi ekonomi yang baik, misalnya pasar yang dekat atau akses ke lembaga keuangan, dapat mendukung keberlanjutan kegiatan sekolah lapang. 

3. Fasilitas Pendukung:

o    Aksesibilitas: Kemudahan akses ke lokasi sekolah lapang, baik dari segi jalan maupun transportasi, sangat penting. 

o    Ketersediaan Air: Sumber air yang memadai untuk irigasi dan kebutuhan lainnya. 

o    Fasilitas Lainnya: Ketersediaan fasilitas seperti tempat pertemuan, toilet, dan tempat istirahat akan meningkatkan kenyamanan peserta dan penyuluh. 

4. Kriteria Lainnya:

o    Keberlanjutan: Lokasi yang dipilih sebaiknya memiliki potensi untuk keberlanjutan kegiatan sekolah lapang, misalnya adanya potensi pengembangan usaha tani atau kelompok tani. 

o    Keunikan Lokasi: Beberapa sekolah lapang mungkin memiliki kriteria khusus terkait dengan keunikan lokasi, seperti keberadaan sungai atau lahan yang memiliki ciri khas tertentu. 

 

Penentuan Jumlah Kriteria Peserta

1.   Berdasarkan Petujuk Teknik Pelaksanaan (JUKLAK) jumlah Peserta SL Tematik ini adalah 30 orang Petani

2.   30 orang tersebut adalah utusan dari perwakilan kelompok tani peserta sosialisasi SL Tematik

3.   30 orang petani tersebut terdaftar di SIMLUHTAN

4.   30 orang tersebut secara parsitifatif bersedia dan konsisten mengikuti 10 kali pertemuan sekolah lapang

5.   Dapat menumbuhkan dan mengembangkan PKS (Pengetahuan, Keterampilan) secara kontinu (berkesinambuangan) terhadap ilmu yang diperoleh dari SL Tematik