Loading...

Rembug Tani BPP Kersamanah

Rembug Tani BPP Kersamanah

Rembug Tani BPP Kersamanah

Rembug Tani Sekolah Lapang (RTSL) adalah forum musyawarah para petani yang merupakan bagian dari kegiatan Sekolah Lapang (SL), di mana petani belajar langsung di lahan (field learning) tentang teknik pertanian baru (misal: sistim organik, jajar legowo,) secara partisipatif untuk meningkatkan produktivitas, memecahkan masalah usahatani, serta merencanakan kegiatan bersama dengan penyuluh agar menghasilkan kesepakatan dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) praktis di lapangan

Rembug Tani Sekolah Lapang (SL) yang di laksanakan di BPP Kersamanah dilaksanakan pada tanggal 30 juni 2025 di Aula desa Girijaya kecamatan Kersamanah. Di hadiri oleh Muspika kecamatan  Kersamanah, ketua Gapoktan dari 6 desa dan perwakilan pengurus poktan se kecamatan  Kersamanah. Dalam kegiatan rembug tani  ini petani bermusyawarah membahas tentang kegiatan sekolah lapang (SL) dari mulai Penentuan kelompok tani yang akan melaksanakan sekolah lapang, menentukan tempat Demplot sebagai Laboratorium Lapangan  dan penentuan waktu di mulainya kegiatan tersebut. Agar kegiatan Sekolah Lapang dapat  terselenggara dan berjalan dengan sukses sampai akhir.

Selain itu, dalam kegiatan rembug tani juga di bahas permasalah petani yang terjadi di musim ini :

1.       Perubahan iklim yang mengancam kerawanan pangan : adanya perubahan iklim yang ekstrim berpengaruh pada kondisi pertanaman padi yang di sebabkan oleh adanya serangan OPT yang semakin meningkat terutama serangan hama tikus. Hasil kesepakatan dari rembug antara lain : Melakukan Geropyokan hama tikus secara berkala sebelum penanaman padi berikutnya, sanitasi lingkungan, Perbaikan dan pembersihan pematang sawah. Melakukan pemagaran di persemaian. Melakukan Tanam serempak.

2.      Penentuan Varietas yang sesuai dengan kondisi iklim sekarang, terutama untuk demplot di usahakan untuk mencari varietas yang tahan terhadap hama dan penyakit yang sesuai dengan kondisi iklim sekarang

3.       Penyaluran pupuk bersubsidi, permasalahannya masih banyak petani yang terdaftar di E RDKK pupuk bersubsidi tidak melakukan penebusan pupuk ke kios resmi sehingga banyak kuota pupuk yang tersisa atau tidak tertebus, Solusi yang di lakukan yaitu kerjasama dengan pengurus kelompok tani untuk mendata ulang agar diperoleh kejelasan  apa masalahnya pupuk subsidi banyak yang tidak ditebus.

Dari berbagai permasalahan tersebut, di sepakati bahwa semua peserta SL akan ;

-      Mengikuti jadwal kegiatan pertanaman padi yang telah di tentukan.

-      Melaksanakan pengendalian Hama tikus dengan cara gropyokan di kelompoknya masing masing.

-      Melakukan tanam serempak

-      Pendataan ulang petani akan di laksanakan sebelum pengajuan E- RDKK tahun 2026 di laksanakan.

-      Penyuluh pertanian lapangan akan segera menindaklanjuti dengan pendampingan intensif dan pembentukan Tim kecil untuk memantau penebusan pupuk bersubsidi.

-      Seluruh peserta berkomitmen untuk menjalankan kesepakatan demi mencapai tujuan Bersama yaitu peningkatan produksi dan produktivitas serta kesejahteraan petani.

 

 

Penulis : Yana Suryana, SP