Loading...

REMBUG TANI DESA KOMODITAS KEDELAI DI BPP BENDOSARI TH 2018

REMBUG TANI DESA KOMODITAS KEDELAI DI BPP  BENDOSARI TH 2018
A. Latar BelakangUpaya peningkatan produksi, produktivitas serta mutu hasil pertanian tanaman Kedelai ditempuh dengan mengucurkan beberapa program unggulan seperti intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi. Program ekstensifikasi dengan perluasan areal lahan pertanian tidak mungkin dilakukan di BPP Bendosari karena ketersediaan lahan yang sangat terbatas. Sementara program diversifikasi masih relatif jarang dilakukan mengingat pangsa pasar dari komoditi yang diusahakan masih terbatas, sementara produk pertanian yang dihasilkan relatif tidak tahan disimpan. Selain itu penguasaan teknologi budidaya tumpang sari, tumpang gilir dan teknologi pasca panen belum maksimal.Satu-satunya program peningkatan produksi yang paling mungkin dilakukan adalah intensifikasi, yaitu dengan penerapan teknologi produksi yang lengkap dan terpadu dalam pengelolaan tanaman kedelai. Salah satunya metode pendekatan dalam mengajarkan teknologi produksi tanaman pangan kepada petani adalah metode pendekatan kelompok dengan inti kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) kedelai.Di BPP Bendosari kegiatan SL-PTT hanya dilakukan pada satu komoditi yaitu kedelai. Untuk Wilayah BPP Kecamatan Bendosari pada tahun 2018 telah dilakukan kegiatan SLPTT komoditi Kedelai seluas 70 ha terdiri dari 5 kelompok tani yaitu kelompok tani Ngesti Mulyo Desa Mojorejo, Tri Mulyo Sartani Desa Mertan , Sido Makmur Desa Cabeyan, Marsudi Luhur Desa Puhgogor dan Maju Makmur Desa Paluhombo.Dari data yang ada selama ini produktivitas Kedelai pada 5 kelompok tani tersebut relatif masih rendah dibanding genetik dan hasil pelaksanaan demplot tahun 2017 . Berdasarkan ubinan yang dilakukan oleh UPTD Pertanian Dan Perikanan Kecamatan Bendosari tahun 2016/2017 produktivitas Kedelai di Kecamatan Bendosari mencapai 14,7 kwintal perhektar, padahal dari petak Demplot diperoleh data 15,8 kwintal perhektar sementara potensi genetik tanaman kedelai adalah 20 kw perhektar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka Kementrian Pertanian menetapkan Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) sebagai kegiatan unggulan untuk mendorong percepatan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hasil tanaman pangan khususnya komoditas kedelai.B. Tujuan Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang (SL) kedelai adalah 1.Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dasar para petani/pelaku utama. 2.Petani dapat menerapkan inovasi teknologi yang mereka terima. C. Sasaran Sasaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah : 1.Peningkatan kinerja penyuluh pertanian dalam melaksanakan pendampingan kepada Petani; 2.Peningkatan kemampuan petani dalam meningkatkan pengelolaan poduksi, produktifitas dan pendapatan 3.Peningkatan kualitas petani dalam menerapkan teknologi terkini dalam budidaya Kedelai D. Output1. Tersusunnya Rencana Kerja Penyuluhan tingkat BPP Bendosari untuk tahun 2018.2. Tersusunnya Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 20183. Terselenggaranya kegiatan Rembug Tani Desa sebanyak 5 kali.4. Terselenggaranya kursus tani bagi anggota kelompok peserta Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT). E. Outcome1. Terjadinya peningkatan produktivitas kedelai2. Terjadinya peningkatan pendapatan petani dari usahatani 3. Terjadinya peningkatan areal tanam kedelai4. Terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat tani. F. Benefit1. Meningkatnya ketahanan pangan daerah karena bahan baku industri cukup tersedia.2. Mengurangi impor kedelai sehingga menghemat devisa. G. Inpact1. Terbukanya lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.2. Meningkatnya status gizi masyarakat.3. Tersedianya bahan makanan sebagai sumber Protein Nabati bagi masyarakat. II. DASAR HUKUM A. Dasar Hukum Pelaksanaan1. Undang-undang No. 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K).2. PP No. 43 tahun 2009 tentang pembiayaan, pembinaan, dan pengawasan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan.3. PERMENTAN No. 273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Kelembagaan Petani.4. PERMENTAN No. 45/Permentan/OT.140/8/2007 tentang Tata Hubungan Kerja anatara Kelembagaan Teknis, Penelitian, dan Pengembangan dan Penyuluhan Pertanian dalam mendukung Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN).5. PERMENTAN No. 52/Permentan/OT.140/12/2009 tentang Metodologi Penyuluhan Pertanian.6. Pedoman Pemberdayaan Masyarakat Tani Dalam Pengembangan Agribisnis Tahun 2010.B. Tim Pelaksana 1. Tingkat BPP Kecamatan Bendosari terdiri dari : Penanggung Jawab : Kepala Bidang Penyuluhan Ketua : Koordinator PPL BPP BendosariAnggota : AGUS MULYANTORO, SP. (PPL Mojorejo)WIDHI DHARMAYANTI, SP ( PPL Cabeyan)ISNAINI MAYASARI , SP ( PPL Paluhombo)LEGIMAN SP ( PPL Mertan)DARMADI ( PPL Puhgogor )SRIYONO ( Petugas POPT Kec. Bendosari ) III. PELAKSANAANA. Jenis Kegiatan1. Melaksanakan Rembug Tani Desaa. Rencana Kerja Penyuluh disusun untuk menampung aspirasi kebutuhan belajar bagi anggota kelompok tani peserta SL-PTT.b. Penyusunan rencana kerja dilakukan bersama pengurus kelompok tani.2. Sekolah lapang kedelai yang membahas tentang :a. Pengembangan agribisnis kedelai.b. Analisa usahatani kedelai.c. Pasca panen kedelaid. Evaluasi.B. Waktu dan TempatKegiatan pendampingan dilakukan pada periode Mei s/d Oktober 2018 di 9 kelompok tani yaitu ; kelompok tani Ngesti Mulyo Desa Mojorejo, Tri Mulyo Sartani Desa Mertan , Subur Mukti Desa Jagan, Sido Makmur Desa Cabeyan, Marsudi Luhur Desa Puhgogor dan Maju Makmur Desa Paluhombo.C. Tahapan Kegiatan1. Pelaksanaan kegiatan Rembug tani sebanyak 5 Desa potensi2. Penentuan Lokasi SL-PTT Kedelai, 5 Desa potensi komoditas kedelai3. Penyusunan jadwal kegiatan dan kontrak belajar.4. Bimbingan dan pendampingan penerapan teknologi produksi kedelai dalam bentuk : Pelaksanaan rembug tani tingkat Desa, SLPTT dan Temu Lapang. 5. Hasil Pelaksanaan a. Terselenggaranya kegiatan Rembug tani tingkat desa b. Terselenggaranya Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) kedelai. IV. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI A. Aspek Tekhnis1. Penuyusunan juknisJuknis tentang Rembug Tani Desa Dan SLPTT Kedelai cukup tersedia.2. Pelaksanaan Rembug/forum petaniDilaksankan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.3. Ketersediaan dan kesesuaian teknologiTeknologi produksi kedelai cukup tersedia. B. Aspek Sumberdaya ManusiaTenaga pendamping cukup tersedia yang berasal dari unsur Penyuluh, POPT, dan narasumber dari pakar/ pewlaku agribisnis kedelai C. Aspek Manajemen dan KoordinasiPelaksanaan kegiatan berjalan lancar karena lokasi pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) relatif dekat dengan Wilayah Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bendosari, yang merupakan Satminkal dari para penyuluh, sehingga memudahkan kegiatan monitoring, dan pengawasan, serta pembinaan dan koordinasi. V. PEMBIAYAANPelaksanaan Kegiatan Rembug tani desa dan pendampingan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) kedelai tahun 2018 ini dibiayai oleh dana dekonsentrasi yang tersedia pada Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo. VI. SARAN DAN PENUTUP A. Saran1. Pelaksanaan pendampingan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) masih perlu ditingkatkan lagi terutama volume dan jumlah unit yang didampingi, karena telah terbukti telah mampu meningkatkan Produktivitas dan pendapatan petani.2. Ketersediaan benih kedelai yang memiliki potensi produksi tinggi perlu terus diupayakan dan tersedia pada waktu yang tepat, yaitu pada saat dibutuhkan petani.3. Stabilitas harga produk kedelai perlu terus dijaga oleh pemerintah atau dinas terkait agar petani bergairah mengembangkan tanaman kedelai. 3. Mekanisasi dalam Agribisnis kedelai harus mulai dipikirkan, karena semakin lama ketersediaan tenaga kerja semakin langka. B. PenutupDemikian laporan dibuat sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan Kegiatan Rembug Tani Desa dan pendampingan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi di Wilayah BPP Kecamatan Bendosari tahun 2018, yaitu pada 5 Kelompok tani antara lain. Kelompok tani Ngesti Mulyo Desa Mojorejo, Tri Mulyo Sartani Desa Mertan , Sido Makmur Desa Cabeyan, Marsudi Luhur Desa Puhgogor dan Maju Makmur Desa Paluhombo.Kami menyadari sepenuhnya, bahwa laporan ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu masukan dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan laporan selanjutnya. Untuk itu dihaturkan terima kasih. Bendosari, 2018 Penulis : WIDHI DHARMAYANTI,SP.