Pakuwon Biofertilizer, merupakan pupuk hayati yang memiliki keunggulan di dalam penyerentakan pembungaan dan pematangan buah kopi yang dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri) Badan Litbang Pertanian. Inovasi ini telah teruji sangat efektif dalam memacu pertumbuhan dan produktivitas tanaman, melalui peningkatan pasokan nutrisi esensial bagi tanaman sekaligus efisiensi akan tenaga kerja panen. Karena memiliki mikroba pemfiksasi N, pelarut hara P dan K, dengan kepadatan populasi 105–108 per gram dalam bahan pembawa dan mempunyai pH 6,5-8,0% dengan kandungan C-organik 3,13%; N-total 0,13% ; P2O5-total 0,04%; K2O-total 0,32%; Mg-total 0,36% serta total Bakteri aerob 2,98x109 cfu/g dan total bakteri an-aerob 1,62x109 cfu/g (Amaria, 2018). Fakta dilapangan, menunjukan bahwa pembungaan pada tanaman kopi petani tidak serentak dan produktivitas belum optimal. Inovasi ini tentu cocok diaplikasikan pada tanaman kopi yang umumnya berbunga dan berbuah tidak serempak dalam pohon yang sama. Pengunaan pupuk hayati ini, akan lebih efektif diaplikasikan pada tanaman yang telah diberi pupuk organik pada saat tanam atau pemeliharaan dan tidak disarankan pemberiannya bersamaan dengan pemberian pupuk anorganik. Aplikasi anjuran pada tanaman kopi, menggunkan dosis 50 gr/pohon + 5 kg kompos pada tanaman kopi berumur diatas 10 tahun. Untuk mengetahui respon petani kopi terhadap inovasi teknologi Pakuwon Biofertilizer merangsang pembungaan serentak tanaman kopi, maka dilakukan kajian menggunakan metode sosialisasi. Termasuk pelaksanaan sosialisasi oleh BPTP Balitbangtan Bengkulu terhadap inovasi baru penyerentakan berbunga pada tanaman kopi dengan sasaran petani dapat memberikan respon, menguasai dan mampu memanfaatkan sekaligus mengembangkan teknologi Pakuwon Biofertilizer sesuai dengan kondisi wilayah dan sumberdaya tersedia. Keberhasilan suatu kajian (litkaji) pertanian, ditentukan oleh tingkat respon penggunaan inovasai dan pemanfaatan hasilnya oleh pengguna. Respon pada hakekatnya, merupakan tingkah laku balas atau juga sikap yang menjadi tingkah laku balik. Bentuk respon tersebut dapat berwujud dalam suatu kesimpulan baik atau buruk, positif, atau negatif, menyenangkan atau tidak menyenangkan, penting atau tidak penting yang kemudian mengkristal sebagai potensi reaksi atau kecenderungan untuk bersikap. Hasil kajian setelah diuji secara deskriptif dan uji statistik pemetaan terhadap atribut sifat inovasi (keuntungan relatif; kompatibilitas; kompleksitas; observabilitas; dan triabilitas). Memperlihatkan respon petani terhadap atribut sifat inovasi Pakuwon Biofertilizer (keuntungan relatif; kompatibilitas; kompleksitas; observabilitas; dan triabilitas), memiliki tingkat kepercayaan sangat penting untuk atribut; keuntungan relatif, kompatibilitas, dan observabilitas dengan nilai skor rata-rata 4,42; 4,25; dan 4,58. Serta tingkat kepercayaan Penting untuk atribut kompleksitas dan triabilitas dengan nilai skor rata-rata masing-masing 4,08. Artinya petani akan memberikan respon sangat baik, terhadap inovasi Pakuwon Biofertilizer dengan harapan dapat memperbaiki sistim usahatani kopinya. Karena secara teknis maupun finansial akan dapat memberikan keuntungan (keuntungan relatif); dapat diterapkan sesuai dengan sosial budaya masyarakat setempat (kompatibilitas); serta setelah diamati secara langsung dalam aplikasinya, dirasakan mudah untuk diterapkan (observabilitas). Sehingga terlihat jelas minat dan respon petani kopi, untuk memanfaatkan inovasi Pakuwon Biofertilizer dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman kopi dan efisiensi tenaga kerja saat panen kopi. Faktor dominan yang mendorong petani mengadopsi suatu teknologi diantaranya adalah menguntungkan dari usahatani sebelumnya dan produktivitasnya meningkat (Ruswendi)