Pengenalan Tanaman Jeringau Tanaman Jeringau atau Acorus calamus L. Termasuk dalam famili Araceae, dengan deskripsi dan ciri-ciri sebagai berikut , tumbuhan berupa herba tahunan uang berumpun dengan ketinggian tanaman dapat mencapai 75 cm Tanaman ini sering ditemui pada tempat yang lembab dan banyak mengandung air, misalnya dirawa, sawah atau sekitar kolam dan danau. Tanaman ini tumbuh pada setiap ketinggian tempat, hidup berkelompok dan tanaman ini berumpun. Merupakan tanaman yang mempunyai batang yang bersifat basah, bentuk tanaman pendek batang bawah membentuk rimpang yang mempunyai warna putih kotor. Daun berbentuk lanset panjang dengan ujung daun yang runcing daun yang tunggal, tepi daun rata. Panjang daun, cukup panjang bisa mencapai 60 cm, dengan lebar sekitar 5 cm, daun berwarna hijau. Tanaman Jeringau mempunyai bunga majemuk berbentuk bonggol dengan ujung yang meruncing. Keluar dari ketiak daun dan menjulur dengan panjang 20 -25 cm, bunga berwarna putih. Perbanyakan tanaman secara vegetatif yakni bisa dengan stek batang bisa dengan rimpang atau dengan tunas-tunas yang tumbuh dari buku-buku rimpang. Tanaman ini mempunyai akar serabut. Kandungan senyawa aktif rimpang Jeringau Bagian tanaman yang dapat dijadikan bahan insektisida adalah berasal dari rimpang.. Rimpang Jeringau dapat dibuat dan digunakan dalam dua bentuk hasil olahan yaitu berbentuk tepung dan minyak. Tepung Jeringau dibuat dengan cara rimpang diiris-iris kemudian dikeringkan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Rimpang Jeringau mengandung minyak yang mengandung senyawa aktif asarone, kolamenol, kolamen, kolameone, metil eugenol dan eugenol. Komposisi minyak dari rimpang Jeringau ini mengandung asarone 82%, kolamenol 5%, kolamen 4%, kolameone 1%, metIl eugenol 1 % dan eugenol 0,3%. Kandungan aktif ini dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman hama gudang Sitophilus sp. Disamping itu dipergunakan pula untuk pengendalian beberapa jenis kutu tanaman, walang sangi dan rayap. Cara pembuatan insektisida dari bahan Jeringau Rimpang Jeringau dibuat tepung, tepung ini dapat digunakan untuk melindungi hasil panen yang disimpan di gudang yakni hama Sitophilus sp. Tepung dicampurkan pada biji-bijian dengan konsentrasi 1- 2 % atau sekitar 1 - 2 kg tepung Jeringau dicampurkan pada biji-bijian sebanyak 100 kg. Pembuatan insektisida secara sederhana dengan ekstrak yang dilarutkan dalam air, dalam konsentrasi 1%. Ambil 10 gram tepung Jeringau masukkan air 1 liter dan kemudia ditambahkan 1 cc diterjen dan diendapkan selama semalam. Rimpang ini banyak mengandung minyak yang dapat digunakan untuk bahan insektisida yang dengan kandungan senyawa aktifnya dapat bekerja sebagai penolak serangga atau repellent, penurun nafsu makan serangga atau antifeedant dan juga dapat digunakan untuk bahan pemandul atau anti fertilitas. Tepung rimpang pada konsentrasi yang lebih tinggi antara 3 - 5 % berpengaruh terhadap mortalitas serangga. (Penyusun Ir. Yayat Hidayat, MP Pusat Penyuluhan Pertanian, Sumber dari Pestisida Nabati dan Tanaman Obat-obatan, 2013).