Loading...

ROAD MAP PROGRAM GERBANG MAPAN JAWA TENGAH - CILACAP 2006 - 2011

ROAD MAP  PROGRAM GERBANG MAPAN JAWA TENGAH - CILACAP 2006 - 2011
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} ROAD MAP PROGRAM GERBANG MAPAN JAWA TENGAH “ CILACAP 2006 - 2011 Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 68 Tahun 2006, tentang Gerakan Pembangunan Mandiri Pangan (GERBANG MAPAN), pada bulan Mei 2006 Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo memberikan bantuan permodalan untuk penyuluh se Jawa Tengah pada Jambore dan Festival Karya Penyuluh se Indonesia di Guci, Kabupaten Tegal. Dana yang diberikan dalam bentuk modal bergulir sebesar Rp 8 Juta per kecamatan, untuk kelompok penyuluh pertanian sebanyak 553 Kecamatan di 34 Kabupaten/Kota (kecuali Kota Surakarta, karena tidak ada penyuluh), dengan total yang dikucurkan sebesar Rp 4,424 Milyard dan kembali pada bulan Desember 2011. Bantuan itu dimaksudkan untuk mewujudkan Gerakan Pembangunan Mandiri Pangan (GERBANG MAPAN) bagi penyuluh ditingkat Kecamatan. Pemanfaatannya oleh kelompok penyuluh pertanian kecamatan, untuk peternakan sebesar 59,1%; padi 21,9%; perikanan 2,8%; pengolahan pangan 5,4%; dan lainnya 10,9%. Menurut Sekretaris Set Bakorluh Provinsi Jawa Tengah, Ir. Soekarno, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan Set Bakorluh Provinsi Jawa Tengah perhitungan terhadap profitabilitas diperoleh peringkat kinerja 10 besar Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Pertama, Kab. Demak (keuntungan 53,40%). Kedua, Kab. Cilacap (keuntungan 40,09%). Ketiga, Kab. Magelang (keuntungan 37,41%). Keempat, Kab. Temanggung (keuntungan 36,56%). Kelima, Kab. Pati (keuntungan 35,56%). Keenam, Kab. Kudus (keuntungan 32,95%). Ketujuh, Kab. Sragen (keuntungan 30,54%). Kedelapan, Kab. Banjarnegara (keuntungan 27,92%). Kesembilan, Kab. Tegal (keuntungan 27,57%). Kesepuluh, Kab. Purbalingga (keuntungan 24,93%). Sehingga pada Tahun Anggaran 2011 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Gerbang Mapan sebesar Rp 2,7 milyard untuk 10 Kabupaten berkinerja terbaik yaitu Demak, Cilacap, Magelang, Temanggung, Pati, Kudus, Sragen, Banjarnegara dan Purbalingga. Rincian 2,5 milyard untuk pemberdayaan BPP Kecamatan dan Rp 200 juta untuk dana pendampingan di Set Bakorluh Jateng dalam bentuk fasilitasi, identifikasi dan koordinasi pelaksanaan. Sesuai dengan motto BALI DESA MBANGUN DESA Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo juga telah menggulirkan beberapa program bansos masyarakat yang ditangani oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah; antara lain untuk kegiatan ekonomi produktif bidang pertanian, perikanan dan kehutanan (on farm maupun off farm) dengan maksimal dana Rp 50 juta per kelompok dan untuk kegiatan pelatihan-pelatihan petani yang mendukung program pertanian, perikanan dan kehutanan. Pemerintah Kabupaten Cilacap juga tidak mau kalah telah mengeluarkan dana pemberdayaan masyarakat khususnya petani dengan sesanti BANGGA MBANGUN DESA. Kegiatan yang dapat diakses melalui program tersebut meliputi POS DAYA (Pos Pemberdayaan), pagu dana yang disediakan per kelompok antara Rp 20 juta s.d Rp 30 juta. Dengan kegiatan BALI DESA MBANGUN DESA dan BANGGA MBANGUN DESA, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Wakil Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam setiap kesempatan selalu mengharapkan agar penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan di Kabupaten Cilacap lebih giat dalam mendampingi petani sehingga pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan akan berhasil. (By: Surur Hidayat )