Loading...

Rodentisida Nabati Berbahan Gadung Dalam Pengendalian Tikus

Rodentisida Nabati Berbahan Gadung  Dalam  Pengendalian Tikus
Pengenalan dan ciri tumbuhan Tanaman Gadung ini ada dua macam yakni Gadung KB dan Gadung Racun, yang akan dibahas disini adalah Gadung Racun sebagai bahan untuk pengendalian hama tikus. Gadung Racun dengan bahasa ilmiahnya Dioscorea hispida Denst , termasuk dalam famili Dioscoreaceae. Tanaman ini merupakan tanaman herba yng merambat dengan panjang bisa mencapai 10 meter. Batang bulat mengandung kayu dengan permukaan licin, mempunyai duri Ciri dari daun, tanaman ini mempunyai daun majemuk, menjari dengan anak daun tiga buah, mempunyai tepi daun yang rata dengan ujung daun yang meruncing. Pangkal daun berbentuk tumpul dan permukaan daun ini kasar. Panjang daun sekitar 20-25 cm dan lebar 7-12 cm, daun berwana hijau. Bunga berbentuk bunga majemuk, bulir terletak diketiak daun, kelopak bunga berbentuk corong, mahkota bunga berwarna kuning dicirikan dengan 6 buah benang sari yang juga berwarna kuning. Buah berbentuk elip dan berdaging dengan diameter 1 cm dan berwarna coklat. Tanaman Gadung Racun mempunyai akar serabut tanaman ini dapat membentuk ubi. Gadung racun dapat tumbuh hampir disetiap tempat dengan ketinggian antara 1-800 meter dari permukaan laut. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan potongan ubi atau dengan menggunakan stek batang. Kandungan Senyawa Aktif Umbi gadung mengandung dioskorin salah satu alkaloid yang bersifat racun bagi tikus juga serangga, ulat dan nematode. Kandungan ubi gadung menimbulkan efek gangguan metabolisme yang menyebabkan penolakan makan dan keracunan gangguan syaraf. Bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan rodentisida nabati ini adalah berasal dari ubi. Ubi dihancurkan dan dicampur dengan umpan. Cara lain dengan membuat ekstrak ubi yang dibuat dalam pelarut. Kandungan senyawa aktif dari ubi Gadung Racun ini mengandung alkaloid dioskorin, yaitu substansi yang bersifat basa, mengandung satu atau lebih atom nitrogen dan sering kali mengandung toksik. Selain itu ubi gadung mengandung saponin, amilum, CaC2O4, antidotum, besi, kalsium, garam posfat, protein dan vitamin. Racun yang mengandung asam sianida yang berfungsi dalam pengendalian tikus. Penggunaan umpan ini harus hati-hati karena kalau dimakan ternak seperti ayam , bebek atau ternak lainnya. Pemakaian ubi Gadung Racun sebagai umpan Hama yang dapat dikendalikan dengan bahan tanaman yang berasal dari ubinya, adalah tikus dan kelompok hama rodentia lainnya. Ubi Gadung Racun ini sangat beracun bagi tikus, Pemakaian bahan ini biasanya dilakukan dengan pencampuran dalam umpan yang berupa pakan untuk tikus, atau dicampur dengan beras. Pengaruh ubi Gadung Racun menyebabkan pusing-pusing yang diikuti dengan muntah darah, sesak napas dan bahkan bisa mematikan. Hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium untuk pengendalian tikus yang berasal dari bubuk kering ubi Gadung Racun ini yang diekstrak dengan etanol yang mempunyai nilai LD 50 fraksi alkaloid sebesar 580 ppm untuk tikus putih jantan dan 540 ppm untuk tikus putih betina serta berpengaruh terhadap laju konsumsi makan dan pertambahan berat badan. Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; line-height:200%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} (Disusun oleh Ir. Yayat Hidayat, MP. Sumber Pestisida Nabati dan Tanaman Obat-obatan 2013)