Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan (DPTPH) Kota Denpasar baru-baru ini mengadakan pelatihan Roof Garden bagi Petani se-Kota Denpasar, PPL, dan calon sekolah binaan pada hari Selasa (15/5) bertempat di Universitas Dwijendra, Denpasar. Acara ini dibuka oleh Sekretaris DPTPH, Ir. Sagung Mirah Widhiani. Dalam sambutan Kepala Dinas yang dibacakan oleh Sekretaris, Beliau menyatakan bahwa DPTPH Kota Denpasar menyambut baik kerjasama dengan Yayasan Dwijendra dalam pengembangan Roof Garden dan yakin percontohan itu yang dilaksanakan nantinya dapat dijadikan contoh untuk berkebun diatas atap bagi sekolah maupun instansi lainnya. Roof Garden yang merupakan suatu bentuk inovasi dalam menyiasati lahan sempit di perkotaan mempunyai fungsi sebagai paru “ paru sekaligus memperindah kota. Materi pelatihan yang diberikan membahas seputar Roof Garden, mulai dari latar belakang pembuatan, proses perancangan/desain, serta teknik budidaya. Materi pertama Penerapan Roof Garden di Kota Denpasar disampaikan oleh Ir. Putu Gde Ery Suardana, M.Eg. Dalam materi ini pemaparan difokuskan pada manfaatnya, yaitu mampu mereduksi temperatur udara, peredam suara yang efektif, memanfaatkan air hujan secara optimal, meningkatkan kadar O2 di udara, filter alami terhadap polusi udara, serta mengurangi radiasi dan cahaya berlebihan. Selanjutnya adalah Teknik Budidaya Tanaman di Atas Gedung, disampaikan oleh I Ngurah Rai, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Dalam materi ini peserta diajak melihat teknik dasar pembudidayaan yang secara umum diperkenalkan penyiapan desain roof garden, konstruksi atap bangunan, pemilihan jenis tanaman, pemilihan media tanam, serta cara pemeliharaan. Beberapa bagian yang dibahas di sini akan diperdalam lagi oleh Pembicara berikutnya. Cara mendesain Roof Garden disajikan oleh Lury Sevita Yusiana. Peserta diajarkan teknik desain yang perlu dilakukan dengan cermat dan penataan elemen taman (softscape dan landscape) didasarkan pada tema dan konsep desain. Yang perlu diperhatikan pula adalah susunan lapisan media tanam yaitu lapisan dasar anti bocor (waterproof), jaringan saluran air di bawah tanah (drainage layer), lapisan penyaring (filter), dan media tanam. Pembahasan mengenai media tanam dan jenis tanaman disajikan oleh Tim Dosen Faperta Univ. Dwijendra yaitu Ir. I Gede Sedana, MSc, MMA (Dekan Faperta) dan Dr. Ir. I Gst Bagus Udayana, M.Si. Dalam materi ini, peserta diajarkan cara memilih media tanam yang cocok digunakan dalam roof garden. Syarat yang harus dipenuhi adalah media harus berbobot ringan, tidak mudah terkikis, tidak cepat memadat, mampu menahan air, dan berdrainase baik. Contoh campurannya ialah media tanah ditambah sabut kelapa, atau media tanah ditambah sekam padi. Sedangkan kriteria tanamannya di antaranya tidak berakar dalam, relatif tahan terhadap kekurangan air, dan mudah dipelihara. Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam memilih tanaman adalah adanya panas yang ekstrim dan angin kencang. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan sekolah “ sekolah akan mulai mengembangkan Roof Garden dalam upaya mengurangi kadar CO2 di tengah kota sekaligus memperindah lingkungan sekolah. Penulis : Marcella Wayan K.R.,SP (PP Pertama)