Banyak faktor yang akan menentukan berhasil tidaknya sebuah usaha peternakan. Salah satu diantaranya adalah pakan. Pakan, yang menjadi sumber nutrisi bagi ternak, harus dijaga terus ketersediaannya sepanjang waktu. Selain itu, pemberian pakan pada ternak juga tidak boleh sembarangan tetapi harus memenuhi persyaratan baik persyaratan kuantitatif maupun kualitatif. Jenis pakan ternak banyak macamnya. Tetapi secara umum, untuk ternak ruminansia terdiri dari pakan hijauan, konsentrat, vitamin dan mineral sebagai suplemen. Hijauan merupakan pakan utama dan terbanyak dibutuhkan ternak. Beberapa hijauan yang baik diberikan kepada ternak ruminansia diantaranya adalah Rumput Kolonjono dan Rumput Australia. Berikut penjelasan masing-masingnya: Rumput kolonjono atau dalam bahasa latinnya Brachiaria mutica merupakan rumput yang berasal dari Afrika dan Amerika Selatan. Rumput kolonjono tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian yang tidak lebih dari 1200 m diatas permukaan laut dengan curah hujan 1000 mm. Bagaimana ciri morfologi tanaman ini ? Ciri morfologi yang tampak pada rumput kolonjono yaitu sebagai berikut: a)Tumbuhnya semi tegak sampai tegak; b)Berumur panjang; c)Membentuk hamparan lebat; d)Tinggi hamparan dapat mencapai 30-45 cm; e)Rhizoma pendek; f)Tinggi batang sekitar 30-200 cm; g)Bentuk daun linear; h)Warna daun hijau gelap; i)Bunga berwarna ungu. Rumput ini dapat tumbuh dengan baik apabila ditanam bersama legum atau herba. Kandungan protein kasar pada rumput kolonjono yaitu sekitar 7% dan serat kasar sekitar 35%. Pembudidayaan rumput ini tergolong mudah karena sama saja dengan budidaya jenis rumput yang lain. Penanaman bisa dilakukan dengan cara stek yang ditanam di lahan yang sudah digemburkan dan diberi pupuk. Umur panen pertama rumput ini yaitu sekitar 60 hari untuk siap di potong. Rumput ini jugadapat terus menerus tumbuh/dirotasi dengan tinggi pemotongan 20-30 cm, dapat dipanen dengan cara grazing atau sistem cut and carry. Panen yang dihasilkan mencapai 8-20 t/ha/tahun. Kelebihan rumput ini selain dapat untuk penggembalaan dan tumbuh dengan cepat, efektif juga dalam mengatasi erosi tanah pada daerah yang miring. Namun, tanaman yang dihasilkan dari pemanenan rumput ini tergolong rendah dibandingkan dengan jenis rumput gajah. Rumput Australia, atau dalam bahasa latin disebut Paspalum dilatatum merupakan salah satu jenis tanaman pakan ternak yang berasal dari Argentina, Amerika Serikat. Rumput ini dapat tumbuh di tanah dengan struktur sedang hingga berat, namun tumbuh paling baik di tanah berat yang basah dan subur. Tanaman ini mampu hidup di ketinggian 0 -2000 mdpl dengan curah hujan 900-1400 mm/tahun. Ciri morfologi tanaman ini yaitu sebagai berikut: a)Tanaman berumur panjang; b)Tinggi tanaman mencapai 60-150 cm; c)Daun rimbun berwarna hijau tua; d)Perakaran luas dan dalam Rumput australia merupakan jenis rumput yang tahan terhadap kekeringan dan tahan juga terhadap genangan air. Selain itu, rumput ini adalah jenis rumput gembala yang baik karena tahan injakan dan senggutan. Menurut tropicalforages.info, nutrien yang terkandung dalam tanaman ini yaitu protein kasar 4-23% dengan kecernaan 57-63%. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan penyebaran biji pada lahan yang sudah diolah. Pemotongan pertama dapat dilakukan ketika rumput sudah mulai awal berbunga. Setelah dipotong, pertumbuhan rumput ini sangat cepat. Tinggi rumput yang dipotong harus dipertahankan sekitar 40 cm karena rumput ini merupakan rumput gembala/ grazing, namun dapat di lakukan sistem cut and carry. Produksi rumput ini yaitu mencapai 60-75 ton/ha/tahun. Kelebihan dari rumput Australia ini adalah palatabilitas tinggi walaupun masih muda, tetap berdiri tegak meski mendapat injakan, dapat menyesuaikan diri dengan legume. Kekurangannya yaitu masa penggembalaan pendek, pembentukan biji terlalu awal dan berat, nilai nutrisi rendah. Demikian sekilas informasi tentang Rumput Kolonjono dan Rumput Australia sebagai sumber pakan hijauan ternak ruminansia, semoga bermanfaat (Inang Sariati). Sumber informasi: https://sinauternak.com/contoh-hijauan-pakan-ternak-populer-rumput-legum/ https://www.picturethisai.com/id/wiki/Paspalum_dilatatum.html https://nyaribisnis.com/cara-menanam-kolonjono/