Loading...

SALIBU MEMBERI HARAPAN BARU BAGI PETANI

SALIBU MEMBERI HARAPAN BARU BAGI PETANI
Budidaya padi dengan teknik Salibu menjadi langkah terobosan untuk memacu produktivitas dan produksi padi nasional. Dengan teknik budidaya yang sederhana dan tidak rumit, padi Salibu terbukti lebih efisien dan murah dibandingkan teknik budidaya padi biasa. Hasil panennya juga bisa berlipat serta dapat dilakukan panen berkali-kali untuk satu kali tanam. Hasil ujicoba di beberapa daerah menunjukkan teknik budidaya Salibu sangat menjanjikan untuk dikembangkan.Di kelompok tani Suka Damai Desa sungai bemban Kecamatan Batang Asai sudah melaksanakan tehnik tanam padi salibu Alhamdulillah yang produksinya meningkat, yang tanam cukup satu kali dan panen bisa tiga kali dan dua kali salibuUntuk memacu peningkatan produksi beras nasional di perlukan beberapa strategi antara lain: 1. Perluasan areal tanam dengan mencetak sawah baru,2. Peningkatan produktivitas lahan dan3. Perluasan areal panen melalui peningkatan IP (indeks panen).Budidaya padi salibu dapat memacu peningkatan produksi padi dengan meningkatkan IP (indekpertanaman). Beberapa keuntungan budidaya salibu diantaranya adalah umurnya relatif lebih pendek, kebutuhan air lebih sedikit, biaya produksi lebih rendah karena penghematan dalam pengolahan tanah,penanaman,penggunaan bibit dan kemurnian genetik lebih terpelihara.Pertumbuhan tunas-tunas terjadi salah satunya karena adanya perlakuan pemangkasan. Tinggi pemangkasan batang menentukan jumlah mata tunas yang ada untuk pertumbuhan ulang, maka tinggi pangkasan berpengaruh terhadap kemampuan pembentukan tunas salibu.Budidaya padi salibu adalah salah satu inovasi teknologi untuk memacu produktivitas/ peningkatan produksi. Pada budidaya padi salibu ada beberapa faktor yang berpengaruh antara lain;1) tinggi pemotongan batang sisa panen,2) varietas,3) Kondisi air tanah setelah panen, dan4) Pemupukan.Padi Salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen ditebas/dipangkas, tunas akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah tunas ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplay hara tidak lagi tergantung pada batang lama, tunas ini bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanaman pindah biasa, inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama (ibunya).Metodologi Pelaksanaan Salibu :1. Menjaga Kelembaban TanahPada kondisi lahan sawah yang terlalu kering, segera setelah padi dipanen lahan digenangi air setinggi ±5 cm selama 2-3 hari, kemudian saluran pembuangan air dilepas kembali. Tujuannya adalah untuk menjaga kelembapan tanah dan menghindari agar batang padi yang masih berdiri tidak mati kekeringan.2. Pemberian Pupuk Kandang,Pemotongan batang dan menabur Jerami Sebelum melakukan pemotongan batang, pupuk kandang diberikan pada lahan terlebih dahulu dengan kebutuhan 1 ton/ha.Pemotongan dilakukan pada pangkal batang menggunakan mesin potong rumput dengan ketinggian ± 5 cm dari permukaan tanah.Setelah selesai melakukan pemotongan maka semua jerami baik sisa pemanenan ataupun bekas pemotongan batang ditabur merata di permukaan lahan. tunggul padi tidak ada yang tertutup oleh tumpukan jerami, kalau itu terjadi maka tunas baru tidak akan tumbuh. 3. Memupuk Dan melumpurkan TanahUntuk merangsang pertumbuhan maka kurang lebih dua minggu setelah pemotongan pangkal batang atau setelah sebagian besar tunas muncul ke permukaan maka dilakukan pemupukan pertama dengan cara menaburkan pupuk Urea diantara rumpun padi secara merata sebanyak 150 kg/ ha. Untuk menjaga pertumbuhan dan ketersediaan air maka pertahankan kondisi air dipermukaan lahan dalam keadaan macak – macak, dimana saluran pemasukan dan pengeluaran air dalam keadaan tertutup.Untuk melumpurkan tanah di hamparan persawahan maka dilakukan dengan cara menginjak – injak tanah dan jerami diantara rumpun padi sampai jeraminya terbenam kedalam tanah. Disamping untuk melumpurkan tanah dan mempercepat proses pelapukan jerami juga sebagai upaya untuk penyiangan. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk Urea sebanyak 150 kg/ha.Pemupukan kedua dilakukan pada tanaman berumur 40 hari, pupuk yang diberikan adalah SP36 125 kg dan KCl diberikan sebanyak 25 kg. Pemupukan KCl dilakukan dengan ½ dosis dari dosis anjuran. 4. Pengendalian Hama danPenyakitKarena tidak ada masa berat antara satu daur hidup tanaman dengan daur hidup berikutnya maka penerapan sistem budidaya padi salibu akan lebih rentan terhadap berbagai kemungkinan serangan hama dan penyakit.5. Panen dan Pasca PanenPanen Penentuan saat panen tanaman pangan bijian merupakan syarat awal mutu yang baik. Pada budidaya padi salibu panen bisa dilakukan pada umur ± 90 hari. Jika terlambat memanen padi, akan mengakibatkan banyak biji yang tercecer atau busuk sehingga mengurangi produksi. 10 hari menjelang panen sebaiknya sawah dikeringkan, tujuannya adalah untuk menyerempakkan pematanagan gabahSiklus daur tanam seperti ini bisa dilakukan lebih tiga kali. PENULIS IBNU RIF’AH, SP/ PP PERTAMA