Loading...

Sambung Samping pada Tanaman Kakao

Sambung Samping pada Tanaman Kakao
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produktivitas kebun kakao yaitu dengan melakukan rehabilitasi tanaman. Rehabilitasi tanaman ini dilakukan pada tanaman yang masih sehat, namun perlu dilakukan rehabilitasi karena berbagai alasan. Kegiatan rehabilitasi tanaman kakao lebih diutamakan pada kegiatan penyambungan dengan klon unggul. Penyambungan pada kegiatan rehabilitasi kakao tersebut dianjurkan melalui sambung samping pada tanaman dewasa karena cara ini lebih disukai dan relatif lebih mudah, serta tanaman baru lebih cepat berbuah. Sambung samping ini dilaksanakan pada awal musim penghujan dan saat tanaman tumbuh aktif.Keunggulan dan keuntungan sambung samping adalah: 1) Areal blok pertanaman kakao dapat direhabilitasi dalam waktu singkat; 2) Biaya relatif lebih murah dan lebih cepat berproduksi dibandingkan dengan cara tanam ulang (replanting); 3) Sementara batang atas belum berproduksi setelah disambung, hasil buah batang bawah dapat dipertahankan; 4) Batang bawah dapat berfungsi sebagai penaung sementara bagi batang atas yang telah tumbuh.Teknik sambung sampingBatang bawaha. Pada ketinggian 45-60 cm dari permukaan tanah, kulit batang ditoreh vertikal memanjang 5 cm, jarak antar torehan 1-2 cm atau sama dengan diameter entres yang akan disisipkan. Tebalnya sayatan sampai mencapai cambium.b. Di ujung torehan dipotong miring ke bawah sampai mencapai cambium, selanjutnya kulit diungkit untuk mengetahui apakah kulit mudah dibuka. Membukanya lidah kulit bersamaan dengan saat penyisipan entres.PengamatanSetelah dilakukan penyambungan, perlu dilakukan pengamatan terhadap hasil sambungan, yang dilakukan 3-4 minggu setelah penyambungan. Pengamatan dilakukan dengan cara melakukan pemerikasaan terhadap setiap pohon yang disambung, tanpa membuka tutup entres. Apabila entres nampak segar, maka sambungan dinyatakan jadi (hidup), tetapi apabila entres kering/busuk, maka berarti gagal (mati). Sambungan yang gagal segera dilakukan penyulaman dengan cara menyambung ulang pada sisi yang berlawanan dengan letak sambungan. Pembukaan tutup entres.Plastik tutup entres harus dibuka dengan cermat karena apabila tidak hati-hati akan berakibat jelek bagi pertumbuhan tunas selanjutnya. Setiap 2-3 hari sekali dilakukan pemeriksaan terhadap sambungan yang jadi. Apabila tunas tumbuh memanjang mencapai 2-3 cm maka tutup entres dibuka secara bertahap untuk memberi kesempatan terhadap tunas tersebut untuk berkembang dengan sempurna. Pada sambung samping dengan sistem kerodong, bagian atas kantong plastik disobek, sedangkan pada sistem sungkup, tali penutup plastik dilepas. Tali pengikat pertautan sementara dibiarkan tidak lepas . Dua bulan setelah penyambungan, bila entres sudah melekat erat pada batang bawah, maka tali dapat dilepas. Perawatan tunas hasil sambunganPada tunas hasil sambungan yang baru tumbuh, perlu dilakukan perawatan yang intensif karena mudah terserang hama helopeltis sp dan kutu putih serta ulat kilan. Perawatan yang dilakukan agar tunas dapat tumbuh dengan normal meliputi: 1) Membuang tunas air yang tumbuh di sekitar batang atas; 2) Batang atas yang tumbuhnya menggantung ke bawah diberi tali yang dikatkan ke batang bawah agar pertumbuhannya mengarah ke atas; 3) Tajuk batang bawah yang menaungi batang atas dipangkas secara bertahap (disiwing). Kurang lebih setengah bagian tajuk batang dipangkas 3 bulan setelah pelaksanaan sambung samping; 4) Bila batang bawah kanopinya belum saling menutup, (kurang dari 5 tahun) maka siwingan belum perlu dilakukan. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP)Sumber: 1. Pedoman Teknis Pembangunan Kebun Kakao. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. 2010.2. Petunjuk teknis Rehabilitasi Tanaman Kakao (sambung samping). Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.